
@BEMFISIPUI | Salam Berbagi, Bersenang-senang, Bersama!
Joined February 2010
- Tweets2.2K
- Following471
- Followers748
- Likes13
Bara Lintar retweeted
Life hack: kalo mau makan malem + sarapan murah coba ke Superindo terdekat terus beli paketan RTE mereka kayak ayam geprek/nasi goreng di jam 7-9
Karena harus habis, jadi didiskon beli 1 gratis 1.
Lumayan lah nasi ayam seporsi ga sampe 9000
Bara Lintar retweeted
Pembicaraan soal Menteri Muda ini tidak penting. Bukan persoalan muda atau tua. Periode kedua harus diisi dengan program-program progresif. Hindari hal-hal populis yang kontraproduktif. Kabinet perlu diisi orang yang memahami 'how to' dan punya pengalaman.
Bara Lintar retweeted
Ya, kita butuh sinergi antara industri dengan universitas. Ya, kita butuh peningkatan skill angkatan kerja. Tapi keduanya tidak ada hubungannya dengan menomorduakan ilmu sosial dan mengatakannya tidak dibutuhkan industri. Menristekdikti yg ditunjuk nanti musti lebih banyak gaul.
Kisi-kisi tidak membuat substansi lebih berisi. Namun diluar itu semua debat berikutnya Pak kiayi butuh screentime lebih banyak. Mohon tim manajemen agar dapat dikondisikan.
Bara Lintar retweeted
For those who seek an answer, this is a small piece from my own research about Jakarta. Spread the love, spread the knowledge.
“Answering Jakarta: My step to move on” by Edbert Gani medium.com/@edbert.gani/answ…
11. Secara singkat kaum khawarij merupakan golongan yang beragama Islam, tetapi dengan tafsir dan cara memahami Al Qur’an dan As Sunnah yang salah, mereka bersikap takfiri yakni mengkafirkan umat yang tidak sepaham (sependapat) dengan mereka dan berujung menghalalkan darahnya.
10. Setelah melakukan pencarian dan membaca beberapa literatur saya akhirnya menemukan sebuah konsep Khawarij dlm Islam. Inilah yang menjadi turunan dari judul Musuh Dalam Selimut, juga sebagai referensi untuk menolak Bahwa aksi teroris merupakan bagian dari ajaran Islam.
9. Bagian terakhir menanggapi tweet @Cittairlanie: Terrorism has no religion but Terrorist Have. Setuju bahwa ada yang harus dintrospeksi. Tapi menolak pewacanaan teror yang dilekatkan kepada Islam harus diperkuat stigmanya.
barlyn.wordpress.com/2018/05…
8. Pada bagian ini saya menawarkan 5 hipotesa atau asumsi yang menjadi faktor mengapa akhirnya benih2 ini terus diwariskan: 1. Kultur pendidikan agama; 2. Infiltrasi Sistem; 3. Faktor intrinsik gerakan dakwah; 4. Status Quo yang Membuat Abai; dan 5. Pengabaian atas 4 poin diatas
7. Tajuk yang mau saya katakan akar dari aksi terorisme ini sudah begitu jauh mengakar dan terus diwariskan. Sudah dari era DI/TII di medio 1940an. Kalau memang diwariskan kenapa tidak ada yang menolak? Mungkin kita terbiasa melakukan pembiaran.
barlyn.wordpress.com/2018/05…
6. Penyebaran benih-benih ideologi radikal teror: Siapa salah? Merupakan pertanyaan utama yang saya ajukan pada diri sendiri ketika menulis tulisan ini. Seakan jaringan dan pelaku teror ini memiliki ajian kebal Pancasona –sblm semua anggota tubuh dikuburkan Ia akan terus hidup.
5. Apabila kita merunut kronologi
sejarah terorisme di Indonesia, maka gelombang pertama adalah DI/TII, gelombang kedua: Jamaah Islamiyah (JI), gelombang ketiga: Al-Qaidah dan gelombang keempat: (Afiliasi) ISIS. Keempatnya memiliki perbedaan dari segi sasaran aksi dan metode.
4. Sebagai suplemen dari thread @MIBAgent_ saya juga mencoba mengurutkan runutan gelombang aksi terorisme yang ada di Indonesia dengan mengacu klasifikasi oleh Guntur Romli yang membagi Terorisme di Indonesia menjadi 4 gelombang.
barlyn.wordpress.com/2018/05…
3. Disclaimer: Seri tulisan ini merupakan serangkaian upaya pembangunan ilmu pengetahuan yang belum selesai. Penulis sangat terbuka untuk tabbayun, direkomendasi referensi bacaan, tanggapan, saran, kritik maupun bantahan.
barlyn.wordpress.com/2018/05…
2. Sebenenarnya bagaimana perjalanan sejarah aksi teror di Indonesia? Mengapa seakan-akan terorisme memiliki ajian kebal Pancasona –sebelum semua anggota tubuh dikuburkan di bumi maka Ia akan tumbuh kembali. Saya menawarkan diskusi melalui media tulisan. Cuz talk is cheap right?
1. Dilandasi oleh excess of information, meme-meme yang bertebaran di beranda media sosial sampai konten grup-grup WA, juga keengganan untuk menjadi lulusan S1 Kajian grup sebelah. Saya mendapati diri terganggu dengan beberapa pertanyaan dan respon terkait aksi teror belakangan.
Maka mari berdoa dengan konten yang spesifik dan terukur. "Misalnya jadikanlah aku bagian dari 2% orang kaya di puncak piramida sosial". Tapi tetep akhiran doanya "lancarkanlah rejekiku dan mudahkanlah usahaku untuk mencapai hal tersebut" :))
Ternyata yang berdoa masih punya atap untuk berteduh, gak bingung besok makan bayar pake apa, masih bisa milih berangkat kerja pakai apa, dan punya gaji bulanan. Bagi banyak orang2 mungkin kondisi ini memenuhi syarat "hidup yang mudah dan rejeki yang lancar"


