Pengajar di @akprindofficial, sekarang lebih banyak belajar LaTeX, PostgreSQL, AI dan korpus bahasa (di) Indonesia. 🦉2024🦉

Yogyakarta, Indonesia
Joined October 2008
Suwanto Raharjo retweeted
Benjamin Thomas Sigar terlibat dalam Perang Jawa dan disebut sebagai penangkap Pangeran Diponegoro. historia.id/article/sang-pen…
130
2,757
105
5,281
129,357
Foto muka Harian Kompas hari ini adalah SD yang lokasinya di tempat kelahiran blio 🙏🏼
BREAKING NEWS Sudaryono resmi dilantik menjadi kepala BGN yang baru
96
7,714
139
18,128
386,627
Suwanto Raharjo retweeted
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal. Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi.  Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia. Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.  Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional. Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi. Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan  Boleh dikutip.
1,468
11,783
594
22,782
1,287,453
Suwanto Raharjo retweeted
244
27,908
459
61,494
702,711
Suwanto Raharjo retweeted
Gerindra: Dolar Hampir Rp 14.000, Tanda Kegagalan Pemerintah m.wartaekonomi.co.id/berita6… #BeritaGerindra
1,744
9,052
2,027
8,284
Suwanto Raharjo retweeted
PESTA BABI resmi tayang di Youtube. Teman-teman bisa menonton film Pesta Babi di kanal Youtube: youtu.be/MpdrWgDRVf8?si=DuzY… Jangan menonton bajakan, ya.
620
30,054
1,111
55,065
2,641,931
Suwanto Raharjo retweeted
𝗪𝗲’𝗿𝗲 𝗯𝗮𝗰𝗸! PSS Sleman promoted to 𝑺𝒖𝒑𝒆𝒓 𝑳𝒆𝒂𝒈𝒖𝒆. #PSS #COSE
94
2,729
178
3,412
184,103
Silakan kirimkan Business Proposal (Business Plan 3-5 tahun ke depan, Financial Forecast yg berisi BEP, ROI dan kontribusi terhadap gaji guru, dan pelibatan siswa dalam skema edupreneurship-nya ke: amifoundation.id@gmail.com Lampirkan profil sekolah, legalitas badan hukum sekolah, akreditasi, laporan keuangan 3 tahun terakhir. Tim akan lakukan verifikasi dan kunjungan langsung baik secara formal dan informal. Tabik.
Jika Anda adalah prinsipal sebuah sekolah, kemudian ada plafon pinjaman modal 500 juta - 1,5 miliar untuk dikelola/dipergunakan membangun unit usaha yg 85% dari keuntungannya untuk meningkatkan kesejahteraan guru Anda apakah bersedia? Jika ya, Anda akan membangun unit usaha apa?
26
109
6
300
12,705
I cannot stop thinking about Dr Ali Larijani’s book, Fresh Air (What a title!), described as a collection of essays on philosophy, culture & political thought. Scholars tend to write shorter essays in a revolutionary fashion – in easily accessible prose. Reminds me of Sayyid Qutb’s radical writing, Signposts on the Road. Dear “Global South”/ subaltern scholars, we ought to cite our own. The next time I design a course, Larijani ought to be mandatory reading. After this war is won, we’ll seek an English translation.
20
255
8
1,564
54,191
Coming soon: the #IPAD Indonesian Prehistoric Archaeology Database. (open to the public). 2 years of research in archaeological semantic databases. I am open to collaborations within academic / research institutions in Indonesia. #prasejarah #arkeologi
8
231
5
821
17,919
Suwanto Raharjo retweeted
In a time of war, an extraordinary scene this morning at the Mosalla Mosque in Tehran. #iran #eid
306
3,210
94
13,848
335,676
Suwanto Raharjo retweeted
Punya keinginan bikin web untuk nyimpan data silsilah keluarga sudah sejak 12 tahun yang lalu. Walau masih hanya fungsi dasar, nyimpan data->tampilin grafis, tahun 2025 ini ada wujudnya 😁 itrah.id
7
19
3
95
16,926
Suwanto Raharjo retweeted
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi. Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya. Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat. Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya. Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari. “Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar. Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103). Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah. Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak. Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya. Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5). Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan. Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam. Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya. Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia. Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya. Sumber: muhammadiyah.or.id/2025/06/h… #SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
88
1,024
36
2,994
94,528
Suwanto Raharjo retweeted
UPDATE: China says peaceful reunification will solve Taiwan's energy crisis amid Iran war 🔴 LIVE updates: aje.news/fs4nzb?update=44160…
87
582
326
2,968
664,003
Suwanto Raharjo retweeted
BREAKING NEWS: Eid Al Fitr is on Friday, 20 March 2026 The Crescent of month of Shawwal 1447 was NOT SIGHTED anywhere in the Kingdom today, subsequently the month of Ramadan will complete 30 days tomorrow and Eid Al Fitr will be on Friday
482
6,815
933
25,988
2,520,183
Suwanto Raharjo retweeted
Korobochka (コロボ) 🇦🇺✝️🇷🇺
@cirnosadMar 18
No matter where you are in the world your life is about to change forever.
Korobochka (コロボ) 🇦🇺✝️🇷🇺
@cirnosadMar 18
BREAKING NEWS AND CONFIRMED: Iran has ordered the evacuation of all petrochemical plants in Saudi Arabia, UAE and Qatar.
157
3,044
77
16,667
681,238
Suwanto Raharjo retweeted
Students who took notes by hand scored ~28% higher on conceptual questions than laptop note-takers. Writing forces your brain to process and compress ideas instead of copying them.
437
5,071
602
23,852
1,618,852
Rekening Donasi Resmi Kedutaan Besar Republik Islam Iran Mengingat banyaknya masyarakat Indonesia yang ingin berkontribusi melalui donasi, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian dan solidaritas Anda.
296
1,594
109
3,382
145,009
Suwanto Raharjo retweeted
Memboikot Zionis Elsevier dan membajak jurnal jauh lebih efektif daripada memboikot Starbucks. Kalau kita memboikot Starbucks, kita dapat....? Kalau kita membajak Zionis Elsevier, kita dapat penguasaan IPTEK secara langsung, yang memperkuat bangsa. Inilah yang dilakukan Iran.
Iran adalah salah satu korban keganasan sistem hak cipta jurnal Elsevier rancangan mata-mata Mossad, Robert Maxwell 🇮🇱. IPTEK Iran dicekik. Akses ilmu terlalu mahal. Tapi, rakyat Iran tidak menyerah. Iran pun jadi negara pembajak jurnal ilmiah terbesar di bumi. Begitu hausnya rakyat Iran akan ilmu pengetahuan, sampai-sampai tembok kolonialisme Zionis Elsevier pun dapat mereka robohkan hingga luluh lantak. Masalah yang sama dihadapi negara-negara Muslim lainnya, yang menjerit tidak bisa membayar palakan monopoli Kolonialisme Jurnal ala VOC yang kini dikontrol Elsevier cs. Solusinya juga sama: bajak sebanyak-banyaknya paper dari Sci-Hub.
26
416
15
1,706
32,301