kaidan. (@vierekai) header
kaidan. (@vierekai) profile picture

no armor, just a bioluminescent soul. β€§β‚ŠΛš πŸͺ½

the viatores.
Joined June 2026
Photo by kaidan. (@vierekai)Photo by kaidan. (@vierekai)Photo by kaidan. (@vierekai)Photo by kaidan. (@vierekai)Photo by kaidan. (@vierekai)Photo by kaidan. (@vierekai)Photo by kaidan. (@vierekai)Photo by kaidan. (@vierekai)Photo by kaidan. (@vierekai)
kalian kemana πŸ₯Ί
3
202
Ada yang mau? Hadiah rahasia, tapi buat 1 orang aja (gak nipu). Cukup repost aja, nanti di undi jam 19.00 malam ini. xn--showmore-mk8e.xn--6ii
2
24
1
482
͏ ͏ β€œHALOOOOO, KAAAAAA,” sapa seorang lelaki sembari menjulurkan buku yang ia miliki kepada seseorang yang sedang duduk di hadapannya. Sosok tersebut menampilkan senyum, sembari membuka halaman pertama dan menanda tanganinya. β€œNamanya siapa?” Ujar sosok tersebut. β€œKaidan, Kaaaaa. Aku suka banget sama buku ciptaan Ka Jitshisai!!! Aku udah baca sampai habis.” β€œHahahahaha, terima kasih!” Ia menuliskan nama β€˜Kaidan’ di bawah tanda tangannya. β€œKaaaa, ini cerita dari buku An Unworldly Sojourn itu terinspirasi dari apa? Jujur, keren banget.” Sosok yang dikenal dengan nama β€˜Jitshisai’ itu kemudian tersenyum, lalu menjawab. β€œDulu, saya merasa masa kecil saya sangat menyenangkan. Banyak hal yang saya pelajari semasa kecil hingga bertumbuh dewasa, rasanya seperti banyak sekali yang mendukung saya. Waktu membuat buku ini, rasanya saya ingin menciptakan sebuah cerita yang memperlihatkan perasaan senang yang sama, atas masa kecil yang menyenangkan. Buku ini saya buat untuk anak saya, Miura Lunaivory.” β€œWOOOOOW, jadi Miura itu beneran ada? Dan itu anak penulis buku ini?” Lelaki muda bernama Kaidan itu terkesima. β€œBetul, itu nama anak saya. Itu, dia ada di samping,” Jitshisai menunjuk ke arah samping kiri, memperlihatkan sesosok anak kecil yang sedang dipangku oleh seorang wanita, ibunya. Kaidan tersenyum gemas melihatnya. β€œOh iya, Jitshisai itu nama penulis, β€˜kan? Aku boleh tau nama asli Kaka, gaaak? Terus, nama Jitshisai itu terinspirasi dari mana?” Jitshisai tersenyum, β€œNama saya Immanuel Sangaji. Jitshisai itu cuma sebuah anagram dari tiga kata, This is Aji. Saya sering dipanggil Aji oleh orang tua dan teman-teman saya dulu.” Aji tersenyum kepada Kaidan. Tak lama setelah itu, lelaki muda itu berterima kasih dan pergi, dilanjut dengan orang berikutnya yang siap meminta tanda tangan dari penulis buku ternama itu. Sesekali, ia tersenyum dan melirik istri juga anaknya, Putri dan Miura. Tanpa sama sekali mengira, bahwa buku ciptaannya ini telah membawa beberapa puluh orang masuk ke dalam semestanya, mengikuti langsung perjalanan cerita yang disajikan olehnya. ͏ ͏
2
1
1,093
Selamat kepada @inEidolon karena berhasil jadi satu-satunya agensi yang mencetak dua lulusan AKPOL rendah IQ se-Indonesia!
Replying to @ethraind
Sok-sok ngoreksi dengan jawaban yang sama salahnya. 😭😭😭
21
2
560
kaidan. retweeted
Replying to @poitiens @inEidolon
Versi tanpa frame foto di Jonas Studio. Semoga enggak ada yang ketinggalan, kalau ada PING!!! aku, ya.
26
7
11
1,129
SEBELAH GUA SIAPA. Gua kira ada Teh Oca masuk frame Eidolians.
Replying to @inEidolon
🀍
10
6
5
753
kaidan. retweeted
Replying to @inEidolon
🀍
2
28
29
25
2,624
Aku nangis banget sumpah.
28
6
1,699
Dare jadi cicerones sendiri dengan masa perpanjangan durasi 5 tahun 5 bulan @elieurr
9
178
OH MY GUD
Replying to @inEidolon
͏ ͏ ͏ ͏ κ•₯ π™²π™Έπ™²π™΄πšπ™Ύπ™½π™΄πš‚ π™°π™³πš‚πš„π™Όπš„πš‚: πšπ™΄πš…π™΄π™°π™» . . . Β· @jareziel as Nareo Aruvieri Wu; Β· @hionyra as Shaiszane Kysie Young; Β· @audrrianne as Ailessa Nora BelvoirΓ©; Β· @megaiodeon as Fabien Èlio Renaudier. ͏ ͏ ͏ ͏
103
͏ ͏ ͏ ͏ κ•₯ π™²π™Έπ™²π™΄πšπ™Ύπ™½π™΄πš‚ π™°π™³πš‚πš„π™Όπš„πš‚: πšπ™΄πš…π™΄π™°π™» . . . Β· @jareziel as Nareo Aruvieri Wu; Β· @hionyra as Shaiszane Kysie Young; Β· @audrrianne as Ailessa Nora BelvoirΓ©; Β· @megaiodeon as Fabien Èlio Renaudier. ͏ ͏ ͏ ͏
1
18
57
8
10,591
͏ ͏ ͏ ͏ thus stood the four custodians, each bearing their own dominion, yet together preserving the delicate poise upon which every cherished memories rested. · · · ͏ ͏ ͏ ͏
1
17
9
1
1,245
Replying to @inEidolon
Nih, nengok.
31
17
1
2,291
kaidan. retweeted
Punya Ethan udah ready dari pas rilis timetable.
1
18
2
658
kita selama ini
Replying to @inEidolon
͏ ͏ Kriiiiing… Kriiiiiiing… Kriiiiiiiiiiiiiiiing… Seorang lelaki seperti menggelengkan kepalanya, tersadar dari lamunan. Tangannya saat ini masih memegang sebuah buku, buku yang seharusnya ia baca sejak tadi. Eidolon: An Unworldly Sojourn, buku yang ia beli beberapa waktu sebelumnya. β€˜Hah…?’ β€˜Gue dari tadi baca buku doang…?’ Belum habis kebingungannya, tangannya langsung bergerak untuk mengangkat panggilan telepon yang sedari tadi berbunyi. β€œBadra, lu serius gak mau join? Ini anak-anak nyariin lu, tumben malming gak nongkrong.” β€œTiba-tiba pusing gue, kalian aja dulu. Besok pagi gua kerja juga.” β€œYaelaaah, yaudah ntar next lu harus ikut.” β€œ...” Telepon itu langsung dimatikan oleh Badra. Gawainya langsung diletakkan sembarang di antara kasur, sementara ia mengangkat buku yang tadi dibacanya, menatap dengan penuh kebingungan. Ini beneran dari tadi gue baca buku? Kok semuanya kerasa nyata, ya? Serasa berminggu-minggu hidup dan beneran ada di sana. Gue ketemu banyak orang juga, lho, bahkan gue bisa sebutin semuanya satu-satu. Kebingungan itu tak menemukan ujungnya, karena ia tidak tahu apa yang benar-benar terjadi kepada dirinya. Lalu, didorong oleh rasa penasaran yang membuncah, ia langsung membuka beberapa halaman terakhir buku tersebut, membaca dengan sesama bagaimana akhir dari ceritanya. Miura berhasil mengembalikan orang tuanya menjadi wujud manusia. Ia berhasil melewati tantangan dari Onino dengan bantuan seluruh penghuni LΓΊcha Vallis. Miura dan orang tuanya kemudian kembali ke perjalanan utama mereka untuk menemukan rumah mereka. Sementara itu, pada waktu yang tidak terpaut jauh, para wisatawan open trip di LΓΊcha Vallis juga kembali ke tempat masing-masing, karena liburan mereka telah berakhir. Ia semakin bingung sekarang. Badra benar-benar merasa ada dan menjalani cerita itu. Semuanya terasa sangat nyata, bahkan entah kenapa tubuhnya terasa sangat pegal, lalu kepalanya sangat berat. Ia seperti baru saja melewati sebuah perjalanan panjang dan berliku, padahal ternyata sedari tadi ia hanya membaca buku. Apa ia benar-benar masuk ke dalam dimensi buku ini? Atau jangan-jangan, ia terlalu asyik membaca sehingga terasa seperti masuk ke dalam ceritanya? ͏ ͏
5
104
͏ ͏ Sebagai transparansi pekerjaan kami semua, berikut kami sematkan beberapa link yang menjadi bahan utama pekerjaan kami dalam melayani The Viatores semuanya. 🩷 · RECAP LUDUS: s . id / ludus-diarium · RECAP OPUS: s . id / opus-recap Di dalamnya sudah termasuk keaktifan harian, pelanggaran, kehadiran di Opus, beserta jumlah nama yang tersebut di narasi tiap Opus. Boleh sambil dicek! ͏ ͏
1
13
13
768
͏ ͏ Kriiiiing… Kriiiiiiing… Kriiiiiiiiiiiiiiiing… Seorang lelaki seperti menggelengkan kepalanya, tersadar dari lamunan. Tangannya saat ini masih memegang sebuah buku, buku yang seharusnya ia baca sejak tadi. Eidolon: An Unworldly Sojourn, buku yang ia beli beberapa waktu sebelumnya. β€˜Hah…?’ β€˜Gue dari tadi baca buku doang…?’ Belum habis kebingungannya, tangannya langsung bergerak untuk mengangkat panggilan telepon yang sedari tadi berbunyi. β€œBadra, lu serius gak mau join? Ini anak-anak nyariin lu, tumben malming gak nongkrong.” β€œTiba-tiba pusing gue, kalian aja dulu. Besok pagi gua kerja juga.” β€œYaelaaah, yaudah ntar next lu harus ikut.” β€œ...” Telepon itu langsung dimatikan oleh Badra. Gawainya langsung diletakkan sembarang di antara kasur, sementara ia mengangkat buku yang tadi dibacanya, menatap dengan penuh kebingungan. Ini beneran dari tadi gue baca buku? Kok semuanya kerasa nyata, ya? Serasa berminggu-minggu hidup dan beneran ada di sana. Gue ketemu banyak orang juga, lho, bahkan gue bisa sebutin semuanya satu-satu. Kebingungan itu tak menemukan ujungnya, karena ia tidak tahu apa yang benar-benar terjadi kepada dirinya. Lalu, didorong oleh rasa penasaran yang membuncah, ia langsung membuka beberapa halaman terakhir buku tersebut, membaca dengan sesama bagaimana akhir dari ceritanya. Miura berhasil mengembalikan orang tuanya menjadi wujud manusia. Ia berhasil melewati tantangan dari Onino dengan bantuan seluruh penghuni LΓΊcha Vallis. Miura dan orang tuanya kemudian kembali ke perjalanan utama mereka untuk menemukan rumah mereka. Sementara itu, pada waktu yang tidak terpaut jauh, para wisatawan open trip di LΓΊcha Vallis juga kembali ke tempat masing-masing, karena liburan mereka telah berakhir. Ia semakin bingung sekarang. Badra benar-benar merasa ada dan menjalani cerita itu. Semuanya terasa sangat nyata, bahkan entah kenapa tubuhnya terasa sangat pegal, lalu kepalanya sangat berat. Ia seperti baru saja melewati sebuah perjalanan panjang dan berliku, padahal ternyata sedari tadi ia hanya membaca buku. Apa ia benar-benar masuk ke dalam dimensi buku ini? Atau jangan-jangan, ia terlalu asyik membaca sehingga terasa seperti masuk ke dalam ceritanya? ͏ ͏
1
18
9
2,048
(^^γ‚ž original pictures here:
1
15
6
8
898
MINIMAL BRIEFING KALAU BAKAL DIMASUKIN KE BUKU, TAU GITU GUA WARNAINNYA YANG SERIUS. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
1
10
3
615
͏ ͏ Setelah seluruh agenda selesai, barang-barang dimasukkan ke dalam bagasi bis, dan mereka satu-persatu memasuki kendaraan yang akan membawa mereka pulang itu. Di luar, terlihat Nareo, Szane, Ailessa, dan Elio yang memandangi kendaraan yang mereka tumpangi, sembari sesekali melambaikan tangan. Lalu, mereka yang berada di dalam bis… β€œIni udah sesuai sama akhir dari cerita bukunya gak, sih?” β€œUdah, sumpah. Tapi kok kita belum balik ke dunia nyata kita, ya?” β€œJujur, bingung. Apa jangan-jangan kita gak akan pernah balik ke dunia nyata?” β€œHush, anjir, mulut lu.” β€œOVERTHINKING DIKIT BOLEH KALI.” β€œYa enggak gitu juga. Anjir.” β€œTapi sedih, deh, ternyata secepat itu ya sebulan berakhir.” β€œHu’um, Miura lagi apa ya, sekarang? Dia aman aja sama orang tuanya, β€˜kan, ya?” β€œSemoga amaaan. Semoga kita juga bisa balik.” β€œAmin. Aduh gue ngantuk, deh.” β€œIya, kok gue juga, ya?” β€œKecapekan kali, ya. Gue mau merem dulu kalau gitu.” Perbincangan demi perbincangan memenuhi seisi bis sejak awal mereka masuk ke dalam kendaraan itu, lalu perlahan memudar seiring berjalannya mereka meninggalkan PΓ­ca PΓΊchΓ . Jika dibilang berat untuk meninggalkan, tentu saja berat, mengingat mereka menghabiskan waktu yang tidak bisa dibilang sebentar. Meski begitu, memang semuanya harus berakhir, bukan? Apalagi mengingat fakta bahwa ini bukanlah dunia mereka. Tapi, bukankah yang terpenting adalah semua pernah mereka lewati bersama? Tidak tahu apakah mereka akan mengingat hari-hari di PΓ­ca PΓΊchΓ  atau tidak nantinya, tapi fakta bahwa mereka melewati semuanya sampai akhir saja sudah lebih dari cukup. Semoga akan terus terkenang, bahkan jika mereka tidak lagi berada di sini. ͏ ͏
1
14
2
416