๐๐ง๐๐๐ก. retweeted
Replying to @inEidolon
โ
๏ธ ๏ธ โ ๅฅน็็ฑ, ๐๐ป ๐ต๐พ๐
๐๐พ๐ ๐ฏ๐พ๐๐บ๐
๐๏ธฐ
A month went by much faster than we expected. Weโre leaving Eidolon with so many good memories and grateful hearts. Thank you for making our time here so enjoyable, and forgive us for any mistakes we may have made along the way.
Perhaps weโll meet again somewhere beyond this story. If you want to come along, leave your mark for The Wangsadireja.
Love,
Rheanyra โฑ x.com/vasileil
Ashalaisle โฑ x.com/raveise
Ethan โฑ x.com/baskaralbar
โ
๐๐ง๐๐๐ก. retweeted
Replying to @inEidolon
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ
A month really went by in the blink of an eye. Weโre genuinely grateful to have been given the chance to be a part of Eidolon. Thank you for making this place feel welcoming, for spending your time with us, and for giving us moments worth remembering. If weโve ever made a mistake, said the wrong thing, or unintentionally made anyone uncomfortable along the way, weโre truly sorry.
It may be time for us to leave this chapter, but who knows where weโll meet again. If youโd like to find The Wangsadireja in another life, leave us a little trace. Weโd love to meet you there, too. ๐ค
Regards,
The Wangsadireja.
๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ
Selamat kepada @inEidolon karena berhasil jadi satu-satunya agensi yang mencetak dua lulusan AKPOL rendah IQ se-Indonesia!
๐๐ง๐๐๐ก. retweeted
อ อ
อ อ
thus stood the four custodians, each
bearing their own dominion, yet together
preserving the delicate poise upon which
every cherished memories rested.
ยท ยท ยท
อ อ
อ อ
Minggu depan langsung rilis timetable agensi baru, kan? @jareziel, @hionyra, @audrrianne, @megaiodeon.
Replying to @inEidolon
อ อ
อ อ
๊ฅ ๐ฒ๐ธ๐ฒ๐ด๐๐พ๐ฝ๐ด๐ ๐ฐ๐ณ๐๐๐ผ๐๐: ๐๐ด๐
๐ด๐ฐ๐ป . . .
ยท @jareziel as Nareo Aruvieri Wu;
ยท @hionyra as Shaiszane Kysie Young;
ยท @audrrianne as Ailessa Nora Belvoirรฉ;
ยท @megaiodeon as Fabien รlio Renaudier.
อ อ
อ อ
๐๐ง๐๐๐ก. retweeted
อ อ
อ อ
๊ฅ ๐ฒ๐ธ๐ฒ๐ด๐๐พ๐ฝ๐ด๐ ๐ฐ๐ณ๐๐๐ผ๐๐: ๐๐ด๐
๐ด๐ฐ๐ป . . .
ยท @jareziel as Nareo Aruvieri Wu;
ยท @hionyra as Shaiszane Kysie Young;
ยท @audrrianne as Ailessa Nora Belvoirรฉ;
ยท @megaiodeon as Fabien รlio Renaudier.
อ อ
อ อ
kita selama ini
Replying to @inEidolon
อ อ
Kriiiiingโฆ
Kriiiiiiingโฆ
Kriiiiiiiiiiiiiiiingโฆ
Seorang lelaki seperti menggelengkan kepalanya, tersadar dari lamunan. Tangannya saat ini masih memegang sebuah buku, buku yang seharusnya ia baca sejak tadi. Eidolon: An Unworldly Sojourn, buku yang ia beli beberapa waktu sebelumnya.
โHahโฆ?โ
โGue dari tadi baca buku doangโฆ?โ
Belum habis kebingungannya, tangannya langsung bergerak untuk mengangkat panggilan telepon yang sedari tadi berbunyi.
โBadra, lu serius gak mau join? Ini anak-anak nyariin lu, tumben malming gak nongkrong.โ
โTiba-tiba pusing gue, kalian aja dulu. Besok pagi gua kerja juga.โ
โYaelaaah, yaudah ntar next lu harus ikut.โ
โ...โ
Telepon itu langsung dimatikan oleh Badra. Gawainya langsung diletakkan sembarang di antara kasur, sementara ia mengangkat buku yang tadi dibacanya, menatap dengan penuh kebingungan.
Ini beneran dari tadi gue baca buku? Kok semuanya kerasa nyata, ya? Serasa berminggu-minggu hidup dan beneran ada di sana. Gue ketemu banyak orang juga, lho, bahkan gue bisa sebutin semuanya satu-satu.
Kebingungan itu tak menemukan ujungnya, karena ia tidak tahu apa yang benar-benar terjadi kepada dirinya. Lalu, didorong oleh rasa penasaran yang membuncah, ia langsung membuka beberapa halaman terakhir buku tersebut, membaca dengan sesama bagaimana akhir dari ceritanya.
Miura berhasil mengembalikan orang tuanya menjadi wujud manusia. Ia berhasil melewati tantangan dari Onino dengan bantuan seluruh penghuni Lรบcha Vallis. Miura dan orang tuanya kemudian kembali ke perjalanan utama mereka untuk menemukan rumah mereka. Sementara itu, pada waktu yang tidak terpaut jauh, para wisatawan open trip di Lรบcha Vallis juga kembali ke tempat masing-masing, karena liburan mereka telah berakhir.
Ia semakin bingung sekarang. Badra benar-benar merasa ada dan menjalani cerita itu. Semuanya terasa sangat nyata, bahkan entah kenapa tubuhnya terasa sangat pegal, lalu kepalanya sangat berat. Ia seperti baru saja melewati sebuah perjalanan panjang dan berliku, padahal ternyata sedari tadi ia hanya membaca buku.
Apa ia benar-benar masuk ke dalam dimensi buku ini? Atau jangan-jangan, ia terlalu asyik membaca sehingga terasa seperti masuk ke dalam ceritanya?
อ อ
MINIMAL BRIEFING KALAU BAKAL DIMASUKIN KE BUKU, TAU GITU GUA WARNAINNYA YANG SERIUS. ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
WOI GUA SAYANG KALIAN, BOLEH GAK USAH GOODBYE? ๐ญ๐ฉ๐ญ๐ฉ @inEidolon
NANGIS YA GUA?
Replying to @inEidolon
อ
๐ด๐ธ๐ณ๐พ๐ป๐พ๐ฝ: โโโโ ๐๐ท๐ด ๐ถ๐ธ๐ต๐.
With all the love poured so honest, here
we are presenting: token of our gratitude.
โ s . id / eigift-wwtwh โ
อ อ
๐ฉ๐ฉ๐ฉ
Replying to @inEidolon
อ อ
Sebelum perjalanan ini benar-benar sampai pada halaman terakhirnya, izinkan kami, The Cicerone, untuk berhenti sejenak. Bukan untuk mengarahkan kalian ke mana harus melangkah berikutnya, tetapi untuk menoleh ke belakang dan melihat sejauh apa kita telah berjalan bersama.
Lima minggu mungkin terdengar singkat. Hanya beberapa hari yang ditambahkan menjadi beberapa minggu, lalu tiba-tiba kita sudah sampai di penghujung perjalanan. Namun, di antara waktu yang singkat itu, ada begitu banyak hal yang terjadi. Ada percakapan yang awalnya sederhana, tawa yang datang tanpa direncanakan setiap harinya, cerita yang mungkin hanya berlangsung beberapa menit tetapi meninggalkan kesan lebih lama dan juga pertemuan-pertemuan kecil yang pada akhirnya membuat perjalanan ini terasa jauh lebih berarti daripada yang pernah kita bayangkan. (Iya, kan?)
Maka, sebelum semuanya benar-benar berakhir, The Cicerone ingin mengucapkan sesuatu yang mungkin selama perjalanan ini belum sempat disampaikan dengan cukup baik.
Terima kasih karena sudah datang dan menjadi bagian dari perjalanan ini. Terima kasih karena sudah membuka ruang untuk saling mengenal, saling menyapa, saling mendengarkan dan saling menemani selama beberapa waktu ke belakang. Terima kasih untuk setiap obrolan, setiap candaan, setiap ajakan bermain, setiap cerita, bahkan untuk hal-hal kecil yang mungkin saat itu terasa biasa saja. Mungkin kalian tidak pernah tahu betapa berarti keberadaan kalian, The Viatores, bagi perjalanan ini. We couldn't go this far without you all, dan beneran, Eidolon jadi semenyenangkan ini juga karena kalian semua.
The Cicerone merasa sangat beruntung karena selama 5 minggu ini, perjalanan tersebut diisi oleh kalian, Adrian, Arthur, Aufar, Ethan, Frost, Bintang, Ken, Leon, Dune, Badra, March, Mario, Djiwa, Saka, Irul, Vale, Kaicil, Aurel, Cรฉrise, Anya, Alise, Eve, Givie, Ala, Kaira, Jelly, Kinara, Elok, Rhea, Sandra, Lava, Celine, Viella, semoga tidak ada satu namapun yang tidak tersebut, ya.
Ada banyak hal yang mungkin akan kita lupakan. Detail percakapan, siapa yang mengatakan apa, kapan tepatnya sebuah lelucon dimulai ataupun bagaimana sebuah malam berakhir. Tapi, kami, The Cicerone berharap ada satu hal yang tidak hilang, yaitu perasaan bahwa pernah ada sebuah masa ketika kita berada di tempat yang sama, tertawa bersama dan menjadi bagian kecil dari kehidupan satu sama lain, disini, Pรญca Pรบchร .
Maaf apabila selama perjalanan ini ada kata-kata yang kurang berkenan, candaan yang mungkin melewati batas, sikap yang tidak kurang berkenan di hati, atau mungkin hal-hal yang seharusnya bisa dilakukan dengan lebih baik. Maaf apabila ada sapaan yang terlewat, cerita yang belum sempat didengarkan atau seseorang yang mungkin merasa belum cukup dirangkul selama perjalanan berlangsung.
Semoga setelah perjalanan kita selesai, kalian akan terus bertemu dengan orang-orang yang belum kalian kenal. Mencoba hal-hal yang sebelumnya kalian takutkan. Membuka pintu-pintu baru, meskipun kalian belum tahu apa yang ada di baliknya, tapi, semoga selalu akan berjalan dengan baik, ya?
Eidolians, The Viatores, terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita ini. Terima kasih sudah membuat perjalanan The Cicerone terasa lebih hidup, lebih berwarna. Terima kasih karena telah menjadi teman seperjalanan, meskipun mungkin hanya untuk sementara.
Mungkin setelah hari ini kita akan kembali ke kesibukan masing-masing dan cerita-cerita lain yang sedang menunggu untuk dijalani. Mungkin intensitas pertemuan kita tidak akan lagi sama. Mungkin suatu hari nanti kita bahkan hanya akan saling melihat nama di timeline dan tersenyum kecil, mengingat bahwa dulu kita pernah berada di tempat yang sama. Tidak apa-apa, kalian akan selalu menjadi salah satu bab yang akan kami ingat.
Sampai kita bertemu lagi, yaaa?
Untuk sekarang, perjalanan The Cicerone bersama kalian harus berhenti di sini. Terima kasih sudah hadir di sini. Terima kasih sudah percaya pada perjalanan ini bersama kami. Terima kasih sudah membuat lima minggu terasa seperti sesuatu yang jauh lebih panjang dan berarti.
There will always be another road, another place, another story waiting to be lived. And perhaps, somewhere along the way, our paths will find each other again.
Till we meet again in another journey, Eidolians.
With warmth and gratitude,
The Cicerone.
อ อ































