ts) kid! ian. retweeted
⠀
𝓟lease, stay. I want you, I need you, oh God. Don't, take . . . these beautiful things that I've got.
⠀
ts) kid! ian. retweeted
⠀
𝓨ou touched the parts of me everyone else feared, and I have been yours ever since.
⠀
takut dikit tapi tetap percaya diri dengan ekspresi biasa saja, jadi langsung to the point menunjukkan labu kecilnya ke arah @painreso. “apakah ada permen?”
III.
Replying to @unchanceus
"Oh, haloo. Kamu mau permen? Sebentar.... "
Berlari kecil ke arah toples yang berisi banyak permen yang sengaja ia persiapkan untuk dibagi.
"Ini permennya ya, adik kecil. Jangan lupa sikat gigi setelah makan permen, hihi"
/ ada gilanya.
Replying to @unchanceus
@unchanceus "WAZZUUUPPP KID!! 🍌🤟 Permen pisang mau??" 🍌🤟
Glundungin diri alias menabrakkan diri ke si bocil rambut merah.
ts) kid! ian. retweeted
Replying to @unchanceus
"Oh, haloo. Kamu mau permen? Sebentar.... "
Berlari kecil ke arah toples yang berisi banyak permen yang sengaja ia persiapkan untuk dibagi.
"Ini permennya ya, adik kecil. Jangan lupa sikat gigi setelah makan permen, hihi"
ts) kid! ian. retweeted
Replying to @unchanceus
Manis sekali. X selalu punya sisi lembutnya pada anak-anak. Sedikit pertunjukan, dia mengeluarkan sebuah kotak. “Aku tidak punya.”
Kotak ditutup. Kemudian, diguncangkannya.
“Sekarang, punya.” ujar X seraya memasukkan seluruh permen di kotak ke dalam keranjang labu anak itu.
ts) kid! ian. retweeted
Replying to @unchanceus
Lucunyaa! Anak siapa ini? Mana mungkin Amari tidak menyiapkan permen, sudah ada banyak di kantung juga tas yang sedang dibawa. “Hihi, ini ya permennya. Jangan makan banyak-banyak loh! Happy Halloween~” Lalu dia masukkan beberapa permen ke dalam labu kecil si kecil.
emeraldnya terpaku pada @Fumataso. labu kecil itu masih dibawa dan kini memperlihatkan pada yang lebih dewasa—“apa punya permen?”
tungkai mungil melangkah mendekati @xinventoris. labu kecilnya ditunjukkan pada yang lebih dewasa. “tuan, punya permen?” bahkan, caranya meminta saja sangat to the point.
emerald menatap @_empechement. kuasa mungil yang sejak tadi membawa labu kecil, di angkat ke udara; meminta sesuatu yang manis—meskipun pada dasarnya tidak menyukai manisan. “nona punya permen?”












