Pinned Tweet
merintis karir blogger curcol
orei.substack.com/p/if-i-eve…
best regards, orei retweeted
Seorang pengguna threads membagikan foto alat pemantau kualitas udara di Jakarta yang selalu menunjukkan indikator hijau (udara bagus).
Rasa penasarannya terjawab, ternyata alat tersebut memang disengaja untuk terus menunjukkan indikator hijau, Asal Bos Senang (ABS).
best regards, orei retweeted
False consciousness final boss
best regards, orei retweeted
Menteri Singapura Kecewa dengan Pernyataan Pejabat RI soal Kirim Oksigen
Baca di kompas.com/tren/read/2026/10…
best regards, orei retweeted
Tumbuhan yang belum terbakar kupegang sampai kumati.
Apa yang bikin kamu nangis di minggu pagi ini?
.
THIS TINY LITTLE HAND 😭😭
Genggaman sekecil itu, menggenggam sehelai rumput di atas tubuh induknya yang gak berdaya. Korban bisu dari ganasnya karhutla Kalimantan. Rasanya nyesek setiap kali lihat mereka harus menanggung akibat dari kerusakan yang gak mereka perbuat.
.
Tangan sekecil ini seharusnya sibuk main bergelantungan di rimbunnya pohon bersama ibunya, bukan terbaring lemah di atas tanah yang hangus.
.
This truly breaks my heart. Wishing you a speedy recovery and hoping our forests can breathe again soon.
best regards, orei retweeted
Orang begini kok bisa bisanya dipanggil habib dan memimpin pondok pesantren, pantes banyak terjadi kasus pelecehan/kekerasan seksual, ditambah lagi 32 menit "ceramah", 76% isinya cuman:
1. Tarif ceramah dia 75 juta
2. Bahas Pakaian yang hadroh.
3. Cari santri untuk jadi istri ke-4
4. Menghina jamaah emak-emak
5. Menghina penceramah lain gak punya duit
6. Bahas uang tarif baru dibayar 50 juta & masih kurang 20 juta
7. Absen jenis makanan yg tersedia di acara itu
best regards, orei retweeted
Replying to @alayy
collective effervescence. orang-orang ini gak punya self value di luar asosiasinya dengan institusi. joged-joged begini adalah cara mereka (1) nunjukin ke orang-orang dan (2) meyakinkan diri sendiri bahwa mereka "a part of something big and important"
best regards, orei retweeted
sebuah plotwist gaes ternyata akun ini dijalankan oleh ai bot wkwk
bjir lah ternyata lawan kita bukan lagi buzzer tapi ai bot yang menyamar😭😭
best regards, orei retweeted
prestasi 2 tahun kabinet gemuk prabowo -gibran
- rupiah all time high = 18.050
- ihsg jadi bursa paling hancur di galaksi bimasakti di 2026
- karhutla tidak teratasi sejak 4 bulan yang lalu
- ada kasus ispa 311.363 kasus sejak tahun 2026
- ada kasus keracun4n mbg hampir 50rb kasus
- ada 30 rb dapur mbg
- akan ada 80 ribu gerai kopdes
- resuffle kabinet terbanyak
- watimpres paling banyak sejagat raya
- bbm langka di bali
- blackout di batam dan sumatera
best regards, orei retweeted
my wife and i will spend then entire night wrapped up in each other but if i wake up before her and she doesn't get "awake cuddles" for at least 15 minutes im in the dog house
Pada 1998, di tengah krisis ekonomi yang ekstrem, rezim Soeharto menggelontorkan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) demi menyelamatkan bank-bank yang roboh.
Uang cash yang digelontorkan berjumlah Rp 148 triliun.
Dari uang ini, Rp 138 triliun hilang secara misterius.
Padahal, uang cash tersebut seharusnya segera dikembalikan kepada negara.
BLBI bukan uang gratis, melainkan utang jangka pendek yang diberikan negara pada bank bermasalah.
Akan tetapi, secara ajaib, utang-utang BLBI itu dinyatakan lunas.
Ketika dicek, ternyata utang itu dibayarkan dengan aset-aset sampah yang tidak berharga dan lain semacamnya.
Oleh sekelompok ordal di lembaga keuangan negara, aset-aset ini secara misterius dianggap cukup untuk melunasi utang BLBI tersebut.
Kerugian negara mencapai sekitar Rp 138 triliun.
Pada saat itu, tata kelola ekonomi Indonesia memang dilaksanakan secara asal-asalan oleh Sistem Ordal Keluarga yang dibentuk Soeharto.
Dari premanisme di pasar tumpah sampai premanisme di pasar saham, seluruh kebijakan ekonomi negara telah diubah menjadi sebuah sistem mafia nasional yang diketuai gerombolan keluarga Cendana selaku the Lord of Crime di Indonesia saat itu.
Ekonomi Indonesia dikelola dengan paling liar dan asal-asalan di Asia.
Akibatnya, Krisis Finansial Asia 1997 menghantam Indonesia dengan paling ekstrem.
Ekonomi preman mafia bentukan Soeharto yang tidak jelas, sangat busuk, dan spekulatif ini ternyata sangat rapuh dan segera roboh dengan mengerikan.
BLBI dimaksudkan sebagai langkah panik untuk menyelamatkan ekonomi negara di saat keadaan darurat ekonomi itu.
Setelah dana BLBI dikeluarkan, 93% uangnya malah dirampok.
Dalam suatu teater keserakahan yang spektakuler dan tidak berpikir panjang, jumlah uang dirampok bukan 5% atau 10% dana BLBI, melainkan hampir semuanya. Hampir semua dana cash BLBI ratusan triliun itu hilang ditilep.
Akibatnya, krisis ekonomi malah menjadi semakin ekstrem dengan tidak wajar.
Ratusan juta rakyat menjerit karena semakin miskin, menganggur, dan menderita.
Rakyat yang mendadak sangat miskin, bingung, dan marah ini kemudian menjadi sangat mudah diprovokasi untuk melakukan kerusuhan dan penjarahan, terutama terhadap orang-orang ethnis Tionghoa, oleh gerombolan preman asing provokator yang didatangkan dari luar Jakarta yaitu dari Timor Timur dan Lampung.
Beberapa perusahaan yang menerima aliran dana BLBI:
1. Bank Alfa (milik Bambang Soeharto)
2. Bank Yama (milik Tutut Soeharto)
3. PT Citra CS (milik Tutut Soeharto)
4. PT Citra MS (milik Tutut Soeharto)
5. PT Citra MSP (milik Tutut Soeharto)
6. PT Marga MB (milik Tutut Soeharto)
7. PT Timor PS (milik Tommy Soeharto)
8. Bank Umum Nasional (milik Bob Hasan)
9. Bank Central Asia (milik Salim Group)
10. Bank Ciputra (milik keluarga Ciputra)
11. Bank Nusa Nasional (milik N.D. Bakrie)
12. PT Usaha MN (milik N.D. Bakrie)
dan masih banyak bank lainnya dengan total 48 bank dan perusahaan lainnya yang jadi kroni peliharaan keluarga Cendana.
Orang-orang yang belum disebutkan boleh jadi lebih mengerikan lagi karena siapa sih yang ingat dengan nama mereka? Akhirnya, para rampok itu terlupakan sejarah.
Setelah Soeharto berhasil digulingkan, orang-orang di lembaga keuangan mulai diperiksa dan ditangkapi oleh Jaksa Agung Marzuki Darusman.
Mantan Gubernur Bank Indonesia Soedrajad Djiwandono dan Syahril Sabirin ditangkap sebagai tersangka. Lain-lain orang di sektor itu juga ditangkapi.
Akan tetapi, gerombolan perampok yang menilep dananya tidak berhasil ditangkap.
Hari ini dana BLBI tersebut masih hilang. Entah gunakan untuk apa. Mungkin sudah habis untuk berjudi, bermewah-mewahan, berpesta-pesta seperti misal pesta pernikahan hedon yang sangat boros.
Pada 1988, Kepala Staf Umum ABRI yang baru menjabat, Soedibjo Rahardjo, diminta menghadap Tutut Soeharto.
Di pertemuan itu, Tutut menuntut permintaan mengejutkan.
Tutut meminta seluruh bisnis senjata ABRI.
Semuanya.
Apabila ABRI membeli tank dari luar negeri, yang memegang pembeliannya harus perusahaan pengimporan milik Tutut. Tidak boleh ada kandidat lain di tender.
Demikian untuk senapan mesin, bom, peluru, truk, logistik, dll. Seluruh industri ini harus diserahkan kepada Tutut. Semuanya, segalanya, seluruhnya sampai setiap baut dan sekrup. Hanya Tutut seorang yang boleh memproduksi atau mengimpornya.
Apabila ABRI punya pemasok lain termasuk pabrikan milik sendiri, pemasok itu harus segera dicampakkan dan diganti Tutut.
Kesanggupan dan kompetensi Tutut untuk memasok seluruh senjata yang dibutuhkan seluruh ABRI akan dipikirkan nanti.
Apakah Tutut tahu bagaimana cara memasukkan tank ke dalam kapal dan mengirimnya ke Indonesia, itu urusan nanti. Apakah Tutut punya kapal untuk melakukannya, itu nanti. Printilan kecil.
Yang penting, Tutut seorang harus mendapat jaminan monopoli penuh terhadap seluruh industri alusista di seluruh ABRI.
Tutur mencatut bahwa ini adalah arahan dari ayahnya, Soeharto.
Skandal ini tercatat dalam buku otobiografi Laksamana Soedibjo yang berjudul "The Admiral". Soedibjo sendiri adalah orang Angkatan Laut pertama yang berhasil berprestasi menduduki jabatan setinggi itu di Mabes ABRI.
Menurut Soedibjo, ia terkejut dengan keserakahan Tutut.
Pasalnya, saat itu ada 350 perusahaan dan pabrik alusista berbeda yang menyuplai senjata ke ABRI. Ada yang besar, ada yang kecil rumahan.
Perusahaan-perusahaan ini memperkerjakan banyak sekali purnawirawan ABRI.
Apabila 350 perusahaan itu dicampakkan begitu saja oleh ABRI dan bangkrut, para purnawirawan itu akan kehilangan pekerjaan mereka.
Tutut tidak peduli dan menuntut supaya nantinya, kontrak seluruh 350 perusahaan perusahaan itu tidak udah diperpanjang, tetapi diganti oleh bisnis-bisnis milik Tutut.
Kelakuan Tutut yang secara terbuka serakah gila duit dan tanpa malu ini membuat Soedibjo panas.
Soedibjo menghardik: "Anda masih kurang duit?"
Tutut sepertinya terkejut bahwa seorang tentara dan Kepala Staf Umum ABRI menolak dijadikan anjing peliharaan patuh yang berjongkok apabila disuruh berjongkok.
"Lho, jangan gitu dong," kata Tutut gugup dalam bahasa Jawa kepada Soedibjo.
Soedibjo murka. "Kamu kaya harta tapi miskin akhlak," bentaknya dalam bahasa Inggris.
Usaha Tutut untuk menguasai seluruh industri senjata ABRI pun kandas, untuk saat itu.
Pada tahun 1992, Soedibjo dipindahkan ke luar negeri untuk menjadi duta besar.
---
Pada tahun 1994, Indonesia mengimpor sebanyak 104 tank Scorpion dari Inggris.
Jumlahnya sangat besar. Kejanggalannya membludak. Perampokannya fantastis.
Tutut diseret ke depan Komisi I DPR pada tahun 2005 untuk diperiksa atas megakorupsi militer ini. Akan tetapi, pada akhirnya Tutut tak pernah ditangkap.
Hari ini Tutut dan keluarga hidup santai bersama pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi keluarga Cendana yang ditumpuk dari berbagai sumber, seperti:
- Berbagai kejanggalan """bisnis""" alusista tentara seperti 104 tank Scorpion,
- Monopoli total terhadap seluruh dan semua proyek konstruksi jalan tol pada masa Orde Baru,
- Proyek pembangunan pipa migas Pertamina se-Jawa yang harganya mahal tidak masuk akal secara misterius (Note: perampokan ini dilakukan di tengah-tengah krisis ekonomi tahun 1998 yaitu pada bulan Februari, ketika rakyat sedang miskin dan menganggur),
- Uang cash dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) 1997 yang hilang dan tak pernah dikembalikan (Note: dana BLBI disuntikkan untuk menstabilkan ekonomi negara, tetapi malah dirampok sehingga krismon menjadi sangat ekstrem),
- Uang cash titipan bank-bank milik negara sebanyak Rp 6 triliun yang hilang misterius ketika masuk 7 yayasan milik Soeharto (ternyata dicuri langsung oleh Soeharto pribadi dan dibagi-bagikan seperti angpao ke anak-anaknya),
- dll.
best regards, orei retweeted
Waduhh ke spill semua
sedang menyaksikan orang bodoh dengan pd mempertontonkan kebodohan mereka, whether they’re buzzers or organic, pengguna hastag bodoh ini beneran nirempati. lagian apa masih pemilu sekarang ini?
your country is literally still burning and the smoke has even reached neighbour countries. ada ratusan ribu orang kena ispa, ada hewan endemik yang kehilangan rumahnya dan ada jutaan lahan hutan yang di bakar. orang yang kalian suruh still still itu penanganannya lambat bahkan mungkin ga peduli.
mengutip dari kata prabowo “ikan busuk mulai dari kepala” memang wajar pendukungnya bodoh dan ga punya empati karna yg di dukung juga sama.
best regards, orei retweeted
Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana dengan mereka yang tak bisa melepaskan diri?
Kita bicara soal... manuver ekstrem apa yang akan diambil untuk menyelamatkan kapal yang oleng?
best regards, orei retweeted
indonesian are too obsessed with the idea that a messianic-like figure will pop up and lead the people and save everyone
nobody is saving us. look at france they dont have a central figure in their protests. everyone going out because they actually care for one another.
best regards, orei retweeted
Ga akan bosen aku bilang:
Alasan wowo memangkas dana pendidikan itu elektoral.
Warga yang tidak terdidik adalah warga yang mudah dibohongi!!
IQ rata2 orang Indonesia 78 dan carut-marut sistem pendidikan is not an inevitability developing country, it's by design!!
best regards, orei retweeted
🚨 Indonesia’s stock market crashes over -11% recording its biggest crash since 1998.
MSCI is considering downgrading Indonesia from an "emerging" market to a "standalone" market.
A standalone downgrade could force global funds to sell Indonesian stocks, triggering billions of dollars in outflows.
The move comes amid concerns over market transparency concentrated ownership and trading integrity.
The announcement triggered a massive sell-off and forced a temporary trading halt.
The Indonesian rupiah falls to 18,070 per dollar, nearing its record low of 18,190.
Indonesia is currently repeating the *cause* of the 1997 Monetary Crisis: insane bank lending scandals. A guy somehow got a cash loan of Rp 73 trillion from one of the state-owned bank, with flimsy collateral.
If the loan is not repaid, its capital adequacy ratio explodes.
🚨 Indonesia’s stock market crashes over -11% recording its biggest crash since 1998.
MSCI is considering downgrading Indonesia from an "emerging" market to a "standalone" market.
A standalone downgrade could force global funds to sell Indonesian stocks, triggering billions of dollars in outflows.
The move comes amid concerns over market transparency concentrated ownership and trading integrity.
The announcement triggered a massive sell-off and forced a temporary trading halt.
The Indonesian rupiah falls to 18,070 per dollar, nearing its record low of 18,190.























































