Ara (@ubitela) header
Ara (@ubitela) profile picture

daily hyperfixation on art and culture

Joined July 2024
Photo by Ara (@ubitela)Photo by Ara (@ubitela)Photo by Ara (@ubitela)Photo by Ara (@ubitela)Photo by Ara (@ubitela)Photo by Ara (@ubitela)Photo by Ara (@ubitela)Photo by Ara (@ubitela)Photo by Ara (@ubitela)Photo by Ara (@ubitela)
Pinned Tweet
May flowers bloom over my grave and god fill it with light and tranquility
📸 Images of the cemeteries of Gaza blooming with flowers have emerged.
1
2,776
Ara retweeted
Kalau Anda mau tahu masa depan Indonesia, silakan study banding ke Cilacap. Kabupaten ini menurut saya adalah gambaran dari kegagalan indsutrialisasi. Kebanyakan warganya tak punya pilihan selain merantau, mengais rejeki di negeri orang.
42
571
36
4,396
110,410
45
1,528
55
15,736
150,147
KAMGEN BANEGT WONU NANA TOUR
나늉까르보나라1뜽♡ 원우 모 먹을 때 말투 웅녕녕앙냥냥
99
Does anyone ever write something about feeling scared of being known
1
191
Ara retweeted
I miss the innocence of loving someone wholeheartedly, without the constant fear of being hurt
21
1,818
56
7,605
109,974
doing a 2nd masters degree to delay unemployment
124
4,878
411
80,409
710,707
Debat publik soal riset BRIN yang lagi ramai ini nunjukin bahwa: kita seringnya silau sama buzzword "AI dan semikonduktor", tapi buta sama unit economics rantai pasok industri riil Coba lu dekonstruksi logikanya secara objektif: Waktu muncul berita BRIN meneliti pengawetan bakpia basah sampai tahan hampir dua bulan lewat teknologi iradiasi gamma, reaksi spontan warganet langsung skeptis dan menganggap riset ini buang-buang anggaran negara. Narasinya seragam: ngapain ngurusin makanan tradisional di saat dunia luar lagi sibuk adu kecanggihan robotik dan chip? Padahal secara sains terapan dan industri, ada miskonsepsi fatal di sini. Bakpia itu technically cuma media uji sampel. Nilai fundamental risetnya bukan di kuenya, tapi di validasi teknologi food irradiation, metode sterilisasi dan pengawetan komoditas tanpa bahan pengawet kimia sintetis yang menjadi standar mutlak regulasi ekspor pangan global. Kalau cuma mengandalkan kemasan vakum biasa, bakteri anaerob tertentu tetap hidup dan masa simpannya sangat terbatas. Konyolnya, sebagian publik memandang lembaga riset nasional seolah cuma punya satu tim kerja. Dikiranya kalau peneliti pangan lagi menguji iradiasi, periset semikonduktor otomatis disuruh berhenti. Padahal ada pembagian divisi yang jelas: riset pangan jalan di rumpunnya, sementara tim semikonduktor dan AI tetap bekerja di klaster teknologinya masing-masing. Sekarang coba hitung trade-off dan realitas ekonominya. Membangun industri manufaktur semikonduktor tier-1 itu butuh belanja modal ratusan triliun rupiah dan ekosistem rantai pasok global yang sangat rumit. Sementara di sisi lain, sektor pangan dan pertanian domestik kita setiap tahun bleeding puluhan triliun rupiah hanya karena masalah post-harvest loss alias komoditas keburu busuk di jalur logistik sebelum sempat diekspor. Riset perpanjangan masa simpan produk pangan lokal justru punya dampak ekonomi langsung ke cash flow pelaku usaha daerah, ketahanan logistik antarpulau, sampai neraca dagang. Gengsi sering kali bikin kita terjebak memuja teknologi yang kedengaran keren di media sosial, sampai lupa kalau masalah riil ekonomi negara berkembang justru ada pada inefisiensi mendasar di sektor pangan dan manufaktur dasar. Riset yang berdampak itu bukan yang paling futuristis di judul berita, tapi yang paling solutif memecahkan friksi ekonomi di lapangan. Make sense enggak kalau kita berhenti menghakimi riset cuma dari sensasi judul berita dan mulai bedah dampaknya ke industri dari akar masalah? Menurut kalian gimana? Coba kita bahas.
165
902
115
3,309
118,257
Rasanya buku ini jauh lebih napak tanah karena banyak mengangkat isu-isu yang dekat sama masyarakat luas, termasuk dinasti pesantren. Barangkali kemunculan Gus-Ning elitis itu juga karena budaya feodal yang terus mereka jaga dengan dalih menjaga adab dan sanad keilmuan
1
23
2
717
51,147
Masalahnya beres kerja udah keburu drained duluan. Aaaaaaaa syibal.
239
Sering mendadak punya banyak ide nulis tapi terus cuma bertahan 30 menit di kepala abis itu ilang karena gak keburu dieksekusi. Sedih.
3
755
Gue masi suka ngetawain diri sendiri krn ACAB dan anarko tp demen Detective Conan. Jelas-jelas film PR nya kepolisian Jepang 😂😂😂😂 For context: most of these standees adalah plokis-plokis di universenya Conan 😂😂😂
*jpf Deretan Standee Detective Conan di CGV Central Park Jakarta untuk menyambut film Detective Conan the Counterfeit Case of Ultra 30
22
183
107
1,117
36,163
Plis lupakan buku jelek yang itu. Yang satu ini lebih layak dibaca untuk mengenal lebih dekat dinamika kehidupan pesantren.
5
22
7
709
59,886