
Akun Resmi SMRC | Saiful Mujani Research and Consulting | kontak wa: 0812-9255-5546 | email: [email protected]
Jakarta Capital Region
Joined March 2012
- Tweets3.1K
- Following125
- Followers30.3K
- Likes34
RILIS SURVEI SMRC
“Elektabilitas Presiden Prabowo”
Sebelumnya SMRC telah merilis evaluasi publik atas kepuasan kinerja presiden, kondisi ekonomi-politik, masalah mendesak, dan program khusus presiden, yakni MBG dan KDMP. Dilaporkan bahwa evaluasi publik nasional tersebut semuanya negatif, atau semuanya menunjukan perubahan negatif dalam tahun kedua pemerintahan Prabowo.
Pertanyaannya, seberapa besar efek dari penurunan ini terhadap elektabilitas Prabowo sebagai petahana bila ia kembali menjadi calon presiden, dan kalau pemilihan presiden dilakukan saat survei dilakukan?
Untuk itu SMRC melakukan serangkaian survei nasional yang diupdate terakhir pada 1 – 10 Oktober 2026.
Presentasi temuan survei bisa disimak di sini: youtu.be/8cvw5vvoZ88
Materi presentasi bisa dibaca di sini: saifulmujani.com/elektabilit…
Siaran pers bisa dibaca di sini: saifulmujani.com/setelah-dua…
RILIS SURVEI SMRC
“Kinerja Dua Tahun Presiden Prabowo”
Prabowo Subianto telah dua tahun menjabat sebagai Presiden Indonesia sejak dilantik Oktober 2024. Bagaimana penilaian publik terhadap kinerjanya sebagai presiden? Apa faktor-faktor yang dapat menjelaskan penilaian tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, SMRC melakukan serangkaian survei nasional yang diupdate terakhir pada 1-10 Oktober 2026.
Presentasi temuan survei bisa disimak di sini: youtu.be/QkyMFeQQz-U
Materi presentasi temuan survei bisa dibaca di sini: saifulmujani.com/kinerja-dua…
Materi presentasi siaran pers 1 bisa dibaca di sini: saifulmujani.com/kepuasan-pu…
Materi presentasi siaran pers 2 bisa dibaca di sini: saifulmujani.com/mayoritas-w…
Materi presentasi siaran pers 3 bisa dibaca di sini: saifulmujani.com/61-persen-w…
Materi presentasi siaran pers 4 bisa dibaca di sini: saifulmujani.com/harga-kebut…
SMRC retweeted
Kinerja Dua Tahun Prabowo: Pertama Kali Mayoritas Tidak Puas
Dalam kurang dari setahun, kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo Subianto anjlok dari 81.2 persen pada November 2025 menjadi 44.5 persen pada Oktober 2026.
Sebaliknya, yang kurang atau tidak puas naik dari 16 persen menjadi 53.4 persen.
Demikian temuan survei terbaru SMRC, dilakukan pada 1-10 Oktober 2026.
Hasil survei ini menunjukkan kepuasan publik pada Oktober 2026 ini adalah yang terendah sepanjang pemerintahan Presiden Prabowo.
Penurunannya terjadi terus-menerus: 81.2 persen pada November 2025, 66.4 persen pada Februari-Maret 2026, 51.1 persen pada Juli 2026, dan 44.5 persen pada Oktober 2026.
Dalam survei terbaru SMRC ini, untuk pertama kalinya mayoritas warga (53.4 persen) menyatakan kurang atau tidak puas dengan kinerja presiden.
Rilisnya sudah tayang di SMRC TV.
Linknya di sini:
youtu.be/QkyMFeQQz-U?si…
RILIS SURVEI SMRC
“Kualitas Kepemimpinan Nasional 2029: Survei Opinion Leaders”
SMRC menggelar survei melibatkan 200 ahli berbagai disiplin ilmu dan tokoh media.
Mereka diminta menilai kualitas kepemimpinan 31 tokoh yang potensial menjadi presiden 2029
Nama-nama tokoh potensial tersebut berasal dari pemimpin nasional yang sekarang menjabat, mantan calon-calon presiden dan wakil presiden yang pernah bertarung, ketua-ketua partai, kepala daerah potensial, aktivis, dan lain-lain.
Bagaimana hasil penilaian para ahli dan tokoh-tokoh media? Siapakah dari 31 tokoh yang dianggap terbaik kualitas kepemimpinannya?
Berikut link presentasi temuan survei oleh Prof. Saiful Mujani: youtu.be/EUTA7ajcHVs
Berikut link siaran persnya: saifulmujani.com/skor-kualit…
Berikut link materi presentasi temuan survei: saifulmujani.com/kualitas-ke…
Kualitas Kepemimpinan Nasional 2029:
Survei Opinion Leaders
SMRC menggelar survei melibatkan 200 ahli berbagai disiplin ilmu dan tokoh media.
Mereka diminta menilai kualitas kepemimpinan 31 tokoh yang potensial menjadi presiden 2029
Nama-nama tokoh potensial tersebut berasal dari pemimpin nasional yang sekarang menjabat, mantan calon-calon presiden dan wakil presiden yang pernah bertarung, ketua-ketua partai, kepala daerah potensial, aktivis, dan lain-lain.
Bagaimana hasil penilaian para ahli dan tokoh-tokoh media? Siapakah dari 31 tokoh yang dianggap terbaik kualitas kepemimpinannya?
Simak rilis dan diskusinya pada:
Hari / Tanggal: Kamis, 15 Oktober 2026
Pukul: 10:00-13:00 WIB.
Tempat: Auditorium Prof. Bahtiar Effendy Gedung FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
konfirmasi kehadiran peserta diskusi :
bit.ly/DiskusiOkt26
Acara juga bisa disaksikan secara LIVE di Channel YouTube SMRC TV.
Contact Person:
Ezha Fachriza (0819-0621-7173)
Prof. Saiful Mujani memprediksi akan ada 6 poros calon Presiden 2026. Poros Gerindra, poros PDI Perjuangan, poros Golkar, poros Demokrat, poros Nasdem. Di luar poros 5 partai tersebut, ada juga poros Gibran. Jika Gibran kuat secara elektoral, Jokowi akan berusaha memajukan Gibran. PKB, PAN, dan PKS kansnya hanya menjadi wakil saja.
Video panjangnya bisa disimak di sini: youtu.be/JSdu2ZhWJUU
Prof. Saiful Mujani mengingatkan bahwa lebih 20 juta suara pemilih akan terbuang sia-sia jika ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 5 persen. Efeknya, semakin banyak publik yang tidak terwakili aspirasi dan pilihan politiknya di DPR.
Video panjangnya bisa disimak di sini: youtu.be/JSdu2ZhWJUU
Prof. Saiful Mujani membantah anggapan bahwa semakin sedikit jumlah partai dan semakin tinggi parliamentary threshold akan membuat pemerintahan lebih efektif serta menyejahterakan rakyat. Memaksa penyederhanaan partai layaknya era Orde Baru tidak pernah menjamin hadirnya tata kelola pemerintahan yang lebih efektif maupun rakyat yang lebih sejahtera; yang terjadi justru berpotensi merugikan demokrasi itu sendiri.
Video panjangnya bisa disimak di sini: youtu.be/JSdu2ZhWJUU
Prof. Saiful Mujani melihat elit politik yang menginginkan threshold yang besar itu adalah tokoh-tokoh yang mewarisi pandangan politik Orde Baru. Orde Baru membatasi partai politik yang berkontestasi hanya tiga partai politik dengan cara dipaksa, bukan cara alamiah. Tokoh-tokoh itu ingin menyederhanakan politik dengan mengabaikan demokrasi dan keragaman.
Video panjangnya bisa disimak di sini: youtu.be/JSdu2ZhWJUU
SMRC retweeted
KDM Penarik Pemilih | Poros Kekuatan Menuju 2029
Paska temuan survei SMRC Juli 2026, wacana terkait pertarungan di Pilpres 2026 berubah drastis.
Dengan kekuatan elektoral Presiden Prabowo yang tidak lagi dominan, pergerakan dan persaingan politik di tingkat elit juga makin terbuka.
Apa yang akan terjadi di Pilpres 2029?
Prof Saiful Mujani melihat pertarungan di Pilpres 2029 akan sangat ditentukan oleh aturan main (Treshold) pencalonan Presiden.
Kalau aturan yang masih digodok DPR mematuhi putusan MK, yang semangatnya menghilangkan atau mengurangi pembatasan, maka pertarungan di Pilpres 2029 akan ramai dan menarik.
Poros penentu peta pertarungan di 2029, menurut Prof Saiful Mujani, akan sangat ditentukan oleh tiga hal: (1) Dinamika hubungan antar elit partai; (2) kondisi kekuatan elektoral partai; dan (3) kekuatan elektoral tokoh2 calon Presiden.
Dengan peta kekuatan partai yang ada, dan munculnya tokoh2 potensial yang tertangkap di survei, dan dengan melihat hubungan antar elit parpol selama ini, Prof Saiful melihat setidaknya akan muncul 5 atau 6 poros penentu di Pilpres 2029.
Poros penentu tersebut antara lain: Gerindra yang tetap akan mendorong Prabowo, Golkar yang kemungkinan menarik kembali KDM, PDIP bisa Ganjar lagi atau Pramono; Lalu Nasdem bisa dengan Anies lagi, Demokrat punya AHY, dan PSI yang ada Gibran dan Jokowi.
Di Bedah Politik kali ini, Prof Saiful Mujani antara lain membedah lebih dalam demografi pemilih KDM.
"Ini yang penting: KDM cenderung menarik dan menyatukan pemilih partai, dan Prabowo cenderung memecah," jelasnya.
Analisis lebih lengkap sudah tayang di SMRC TV.
Linknya di sini:
youtu.be/omqcb5mt9fE?si=vIyn…
Menaikkan Treshold, Memperlemah Kedaulatan Rakyat
Pimpinan partai pendukung pemerintah menunjukkan gelagat akan menaikkan treshold (ambang batas) parlemen.
Ada yang menyebut 5 persen, dari sebelumnya 4 persen. Ada yang menyebut 7 persen.
Semua tidak ada basis dan tolok ukurnya. Dalihnya, penyederhanaan dan efisiensi.
Di Bedah Politik episode ini Prof Saiful Mujani menguji asumsi para pimpinan parpol ini. Dan menunjukkan contoh2 dari berbagai negara terkait hubungan treshold dengan efisiensi penyelenggaraan negara dan tujuan demokrasi.
Sudah tayang di SMRC TV.
Linknya di sini:
youtu.be/JSdu2ZhWJUU?si=6Nsa…
Treshold. Monopoli. Oligarki.
Argumen bahwa treshold diperlukan untuk kepentingan efektifitas pemerintahan, hanya dalih.
Bukti empirik menunjukkan pemberlakuan treshold tidak ada hubungannya dengan efektifitas pemerintahan.
Belanda tanpa treshold. Turki pakai treshold 7-10 persen. Apakah Pemerintahan Turki lebih efektif dibanding Belanda?
Jadi, argumen treshold diperlukan untuk efektifitas, itu hanya dalih.
"Treshold lebih menunjukkan nafsu monopoli. Nafsu memperkuat oligarki," jelas Prof Saiful Mujani.
SMRC retweeted
Survei SMRC dikutip Financial Times.
Kenapa ini penting?
Karena ini yang mengutip Financial Times. Dan Financial Times (FT) adalah media yang sudah diakui sebagai salah satu media paling berpengaruh, terpercaya, dan berwibawa di tingkat dunia.
Didirikan pada tahun 1888, Financial Times memiliki reputasi internasional yang kuat berkat kedalaman analisis keuangan, independensi redaksional, serta jangkauan pembaca dari kalangan kelas atas.
Pembaca utama Financial Times ada para pengambil kebijakan di tingkat dunia. Mereka adalah para pemimpin bank sentral, CEO global, pengelola dana investasi (Hedge Fund), pembuat kebijakan, dan para kepala negara. Opini dari para kolumnis utamanya (seperti Martin Wolf atau Gillian Tett) sering kali menjadi acuan diskusi di forum dunia seperti Davos hingga Washington.
Dan Financial Times percaya pada data hasil survei SMRC.
ft.com/content/0e4ab05c-93f9…
SMRC retweeted
Treshold. Monopoli. Oligarki.
Argumen bahwa treshold diperlukan untuk kepentingan efektifitas pemerintahan, hanya dalih.
Bukti empirik menunjukkan pemberlakuan treshold tidak ada hubungannya dengan efektifitas pemerintahan.
Belanda tanpa treshold. Turki pakai treshold 7-10 persen. Apakah Pemerintahan Turki lebih efektif dibanding Belanda?
Jadi, argumen treshold diperlukan untuk efektifitas, itu hanya dalih.
"Treshold lebih menunjukkan nafsu monopoli. Nafsu memperkuat oligarki," jelas Prof Saiful Mujani.
SMRC retweeted
Peta 2029:
Faktor Prabowo, Nasib Anies, dan Poros Penentu
Peta pertarungan 2029 akan sangat ditentukan oleh eksekusi keputusan MK soal treshold pencalonan presiden.
Tapi dinamika menuju 2029 dah mulai memanas.
Dengan elektabilitas inkumben yg tidak lagi dominan, elit sudah lihat kanan kiri. Tidak ada yg mau ketinggalan kereta.
Lalu bagaimana nasib Anies? Apakah kekuatan elektoralnya masih laku dibeli partai2?
Bagaimana konstelasi poros penentu pertarungan di 2029?
Ini analisa Prof Saiful Mujani.
Yg mau nambahin analisa, silakan..
Survei SMRC dikutip Financial Times.
Kenapa ini penting?
Karena ini yang mengutip Financial Times. Dan Financial Times (FT) adalah media yang sudah diakui sebagai salah satu media paling berpengaruh, terpercaya, dan berwibawa di tingkat dunia.
Didirikan pada tahun 1888, Financial Times memiliki reputasi internasional yang kuat berkat kedalaman analisis keuangan, independensi redaksional, serta jangkauan pembaca dari kalangan kelas atas.
Pembaca utama Financial Times ada para pengambil kebijakan di tingkat dunia. Mereka adalah para pemimpin bank sentral, CEO global, pengelola dana investasi (Hedge Fund), pembuat kebijakan, dan para kepala negara. Opini dari para kolumnis utamanya (seperti Martin Wolf atau Gillian Tett) sering kali menjadi acuan diskusi di forum dunia seperti Davos hingga Washington.
Dan Financial Times percaya pada data hasil survei SMRC.
ft.com/content/0e4ab05c-93f9…
SMRC retweeted
Modal KDM Menuju Pilpres 2029
Sebagaimana ditunjukkan survei SMRC dan berbagai survei lembaga lain, KDM saat ini sudah memiliki modal untuk bersaing di Pilpres 2029.
Dengan popularitas tinggi, penilaian publik soal kedekatannya dengan rakyat, juga track record pengalaman pemerintahan yang jelas, KDM saat ini paling banyak mendapatkan untung dari merosotnya approval rating Presiden inkumben.
Tapi Pilpres masih cukup lama. Banyak tokoh dengan elektabilitas tinggi bisa tiba2 rontok dan disalip tokoh lain..
Apa yang harus KDM dan timnya jaga?
Simak catatan @saidiman kepada Gaspol Kompascom di video ini..
youtu.be/H85XL568bRM?si=V9e-…
SMRC retweeted
Soal Kemarahan Daerah:
Lebih Baik Presiden Turun daripada Indonesia Bubar
Kekecewaan dan kemarahan terkait hubungan Pusat-Daerah sekarang sudah menjalar hampir semua daerah. Tidak lagi hanya masalah Aceh dan Papua.
"Riau, Sulawesi, Kalimantan, semua," tutur Prof Saiful Mujani.
Kekecewaan daerah ini masalah serius, karena bisa memicu disintegrasi, perang saudara.
"Karena itu menyelamatkan negara lebih prioritas daripada mempertahankan kekuasaan."
"Lebih baik Presiden turun daripada negara bubar," tegas Prof Saiful Mujani.













