“Mm, okay Papa.”
Mendengar reaksi Abinawa buatnya menggeleng cepat. “No, nanti Papa hilang soalnya lapangannya luas banget terus banyak orang. Finding you will take hours!” bibirnya mengerucut, tersipu dengan kecupan yang datang dan ia pun membalas dengan sukarela.
“Mmhm. Have fun, Papa!” ujarnya yang memperhatikan sosok @astabrasta yang semakin jauh dari kafe, kembali duduk dan menikmati hidangan di hadapan.
Kimi menatap pria yang lebih tua itu sedikit ragu, “Aku lebih suka minta sama Papa dulu, but okay then... We'll talk about it later. Thank you, Papa!” gumamnya yang mengangguk kemudian, bangkit untuk sedikit berjinjit dan memberi kecupan kecil pada bibir Abinawa.
Melihat pria di hadapannya begitu resah buatnya heran, rasanya seperti melihat anak kecil yang sudah tidak sabar bermain.
“Okay, you can go! But wait—” Kimi memasang jepit rambut berbentuk bintang di belakang topi @astabrasta dan terkekeh geli. “Use this, so I can find you.”
“Yet you'd still prefer being outside terus main sampai sore.” kedua tangan dilipat pada dada, menggeleng setiap kali teringat bagaimana Abinawa lupa dunia jika bertemu dengan olahraga kesukaannya.
Mengangguk, ia turut menatap menu yang sama. “Mmhm, I want cake and cookies.”
Kimi menerima kartu itu dengan senyum kecil saat usapan pada pipi terasa begitu halus menyapa. “Okay, Papa... Jangan lama-lama.” gumamnya yang kembali anggukan kepala, mulai memesan pesanannya dan @astabrasta lalu menunggu sesuai titah.
sudah tiba saat mobil sudah terhenti sempurna. “Thank you, Papa.” ujarnya yang mengangguk dengan cengiran lebar sebelum menyusul turun dari mobil dan menatap sekitar dengan kening yang berkerut.
Ramai dan panas, impresi pertamanya saat sampai di lapangan. “Mm, I don't know...”
Kimi merangkul punggung @astabrasta, menatapnya dan lapangan itu bergantian. “I need something to eat before I watch you all day, Papa.”
“Sensual, huh... That's so sexy.” gumamnya yang terkekeh, menyandarkan kepalanya pada lengan besar yang tengah mengemudi dengan sorot tidak lepas dari wajah yang lebih tua. “Did you get horny with my scent, Papa?” Kimi menjauhkan dirinya untuk bersandar pada kursi dengan cengiran
lebar setelah bertanya tanpa dosa. “Apa ya, namanya... Pheromone?” oh, @astabrasta benar. Dia terlalu banyak membaca cerita fiksi!
Untuk pernyataan jika aromanya lebih hangat dari deskripsi panjang itu atau Abinawa yang menyukai wangi barunya. Kimi melingkarkan lengannya pada leher yang lebih tua saat keduanya sudah berada di dalam mobil, mengecup pipi itu beberapa kali sebab gemas rasanya.
“I wanna smells rich in front of Papa's golfer friends.” ujarnya sebelum melepaskan rengkuhan dan kembali ke tempat duduknya untuk mengenakan sabuk pengaman, tidak ingin mengganggu @astabrasta yang akan menyetir.
Kimi menyampirkan tasnya pada pundak, berjalan mengikuti kemana Abinawa membawanya dengan tangan yang juga merangkul pinggang besar yang lumayan jauh dari ukurannya. “Papa, do you remember parfum baru aku yang Papa beliin dua botol with the old one itu?” tanyanya yang mendongak
penuh semangat.
“I wore it today! Wangi, gak?” pertanyaan kembali dilontarkan olehnya yang telah merengkuh tubuh @astabrasta sepenuhnya saat sudah sampai di basement.
Tubuh yang semula tegang mulai merasa rileks, namun tidak lama ia di dalam sana sebab tidak ingin ditinggal.
Urungkan niat untuk berendam lebih lama, Kimi hanya mandi dan mengeringkan tubuhnya yang sudah dibersihkan sebelum keluar dengan handuk yang terlilit pada pinggang.
“What should I wear?” gumamnya sendiri di depan lemari, mengenakan pakaian serba panjang namun tipis sebab tidak mau disengat panasnya matahari dan menyusul @astabrasta yang telah siap lebih dulu.
“I'm ready, Papa!”
besar itu dengan raut yang tidak percaya. “Masa???” katanya seolah meremehkan, leher jenjang yang berada di hadapan ia tarik untuk semakin dekat.
Ujung hidungnya mengusal, Kimi mengendus wangi khas Abinawa yang begitu ia suka dengan kecupan kecil yang mampir.
Iseng, ada basah dari lidah yang turut hadir dengan gigitan sebelum menyesap kulit leher itu sampai kemerahan di berbagai titik.
“Perfect.” gumamnya yang terkekeh, Kimi turun lalu mendorong @astabrasta untuk keluar dari kamar mandi. “Now Papa can go and wait for me.”

