@koiltv, Koil

Articlave, Northern Ireland
Joined December 2009
UhatTahu retweeted
Hujan deras di Nagoya, Jepang, membuat air menyembur deras dari lubang-lubang got ke jalan, Selasa (8/9/2026). 🎥: X/yakitukusisoba0 via VIORY ` #Jepang #Global #Cut
6
25
7
70
29,155
UhatTahu retweeted
tebak gunung ada yang taueun gak
39
2
84
10,103
UhatTahu retweeted
pariah carey
45
7
1
140
9,424
Warga dikejutkan kemunculan debu yang terlihat keluar dari bawah tanah di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026). Kejadian ini sempat mengundang perhatian warga
130
568
68
2,751
498,103
UhatTahu retweeted
Late drama AGAIN! Gatti crashes into the box and grabs Juve a late equaliser! 😱 #JuveMilan 1-1
9
50
16
540
325,807
People Are People 🌹 #DepecheMode
2
23
184
2,415
UhatTahu retweeted
KITA DIBUNGKAM !!!! kalo aja ga ada liputan dari korea mungkin banyak dari kita yang ga tau adanya demontrasi ini
83
14,859
117
34,243
858,887
Sehari setelah turunnya Soeharto tentara mulai bergerak memukul mundur mahasiswa yang masih bertahan dan membuat barikade di Gedung DPR/MPR. Aparat mengerahkan truk-truk militer dan bus untuk mengangkut pulang para mahasiswa. 📽️ BBC
Pagi 21 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya. Euforia menyelimuti rakyat yang akhirnya akan memiliki pemimpin baru setelah 32 tahun. Namun, demonstran masih tidak puas karena penggantinya adalah B. J. Habibie yang dekat dengan Soeharto. 📽️ ITN
81
4,315
60
17,050
1,363,009
UhatTahu retweeted
Bajingan boti pantesnya dibawa ke barak, digebukin sampe mampus gak sih? Kelen bayangin aja, harga BBM naik, banyak orang tidur dalam keadaaan lapar, tapi si bajingan boti malah konsumtif. xitter.cf/Anak__Ogi/status/20450…
497
3,121
245
10,345
445,526
UhatTahu retweeted
KETIKA DATA RESMI MEMBUKA SKANDAL PROYEK GAIB IT BGN RP1,2 TRILIUN... Sebuah jejak digital di sistem pengadaan pemerintah memunculkan pertanyaan besar: Bagaimana mungkin proyek teknologi informasi bernilai Rp1,2 triliun dinyatakan selesai, tetapi jejak pelaksanaan dan realisasinya nyaris nihil...? Temuan ini bersumber dari data resmi di platform Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui sistem SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik), yang selama ini menjadi tulang punggung transparansi belanja negara... Dua Proyek, Satu Pola Janggal Pada 22 Oktober 2025, Badan Gizi Nasional mencatat dua paket pengadaan besar: 1. Managed Service Sarana IT dan IoT di 5.000 lokasi dengan nilai: Rp665,4 miliar 2. Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional dengan nilai: Rp600 miliar Total anggaran: Rp1,265 triliun... Keduanya menggunakan metode PENUNJUKAN LANGSUNG — mekanisme yang dalam praktik pengadaan hanya diperbolehkan dalam kondisi terbatas, seperti keadaan darurat, kebutuhan khusus, atau ketika hanya ada satu penyedia yang mampu... Namun yang menjadi sorotan bukan sekadar metode, melainkan hasil kerjanya... Status “Selesai”, Tapi Tanpa Pelaksana Dalam tampilan sistem, kedua proyek tersebut tercatat “Paket Sudah Selesai”... Masalahnya, pada bagian “Pemenang Berkontrak”, gak tercantum identitas vendor: Gak ada nama perusahaan...! Gak ada alamat...! Gak ada NPWP...! Lebih janggal lagi, pada bagian nilai realisasi, tercatat: Rp0...! Kontradiksi ini memunculkan pertanyaan mendasar: Siapa yang mengerjakan proyek triliunan ini, dan bagaimana mungkin proyek selesai tanpa nilai realisasi...? 🤔 Produk Rp600 Miliar yang “Error” Penelusuran lebih lanjut mengarah pada portal sistem informasi yang diduga merupakan bagian dari proyek tersebut... Hasilnya jauh dari ekspektasi sistem bernilai ratusan miliar: • Data kosong atau nol • Fitur gak berjalan • Tampilan antarmuka sederhana dan gak stabil Dalam beberapa pengujian, sistem bahkan gak mampu untuk menampilkan data dasar untuk wilayah tertentu... Kalo ini benar bagian dari proyek Rp600 miliar, maka muncul pertanyaan berikutnya: Apakah ini hasil akhir, atau proyek belum benar-benar berjalan...? 🤔 Penunjukan Langsung untuk Proyek Raksasa Penggunaan penunjukan langsung dalam proyek bernilai kecil bukan hal baru, namun untuk nilai di atas Rp1 triliun, praktik ini jarang terjadi tanpa alasan kuat... Secara prinsip, pengadaan skala besar seharusnya melalui tender terbuka guna: • Menjamin kompetisi harga • Menjaga kualitas • Menghindari konflik kepentingan Ketika jalur kompetisi dilewati, publik berhak mengetahui dasar penunjukannya... Transparansi yang Dipertanyakan Sistem SPSE selama ini digadang sebagai simbol keterbukaan, namun kasus ini justru menunjukkan paradoks: • Data tersedia → tapi gak lengkap • Status jelas → tapi gak logis • Sistem terbuka → tapi menyisakan banyak celah pertanyaan Kalo data resmi aja menyimpan kejanggalan, maka transparansi gak lagi soal akses, melainkan soal kejujuran dan kelengkapan informasi... Dampak yang Belum Terlihat Proyek ini dikaitkan dengan program pemenuhan gizi nasional—program yang menyasar jutaan penerima manfaat, namun hingga kini, dampak konkret dari sistem tersebut belum terlihat jelas: • Apakah sistem benar-benar digunakan...? • Apakah membantu distribusi gizi...? • Atau hanya berhenti sebagai proyek administratif...? Pertanyaan yang Menunggu Jawaban Hal ini membuka sejumlah pertanyaan krusial: • Siapa vendor dari proyek Rp1,2 triliun ini...? • Mengapa data pemenang gak tercantum di sistem...? • Bagaimana proyek bisa dinyatakan selesai dengan realisasi Rp0...? • Apakah sistem yang ada merupakan hasil final dari proyek tersebut...? • Apa dasar penggunaan penunjukan langsung untuk nilai sebesar itu...? Ketika angka triliunan hanya hidup di layar, sementara hasilnya gak terasa di lapangan, publik berhak curiga: ini proyek pembangunan—atau sekadar ilusi...? 🤔
130
1,121
61
1,308
46,448
UhatTahu retweeted
Liat muka kepala BGN ko madesu yo Gedeg aku sama program yg di paksakan dan menganbil anggaran dari program2 yg lebih krusial seperti pendidikan dan kesehatan. Cuk lah em
121
511
16
1,143
42,506
Waka BGN, Nanik S Deyang MURKA "Acara di hotel mewah seperti ini berguna apa tidak sih?" Habisin uang rakyat tapi di lapangan banyak SPPG tidak layak beroperasi "6 juta/hari itu uang rakyat, mohon aparat daerah ikut mengawasi SPPG tidak layak dan rekom DITUTUP", tegasnya
153
485
30
1,918
271,839
UhatTahu retweeted
Kalau urusan administrasi dan acara aja harus diserahin ke vendor dari awal sampai akhir, mending namanya diganti jadi Badan Event Nasional aja sekalian! Rakyat butuh aksi nyata di piring, bukan pesta pora berselubung bimbingan teknis yang ditutup-tutupi! Wajar ngk sih lembaga baru langsung foya-foya pakai duit triliunan tanpa transparansi?
51
197
14
294
8,032
Whhahahhaa selon keneh seutik
@ladodeng pernah selon 🤣
79
terserah akuu yaa, syaratnya rt, like ama komen thr
1,505
1,003
24
2,887
505,105
UhatTahu retweeted
Aksi tolak program MBG di Papua terus berlanjut. “Kami pelajar, siswa dan siswi di Kabupaten Deiyai tidak membutuhkan makanan gratis, yang kami butuhkan adalah pendidikan yang memadai dan gratis" (Yohanis Kotouki) 27/2/2025 #MBGKorupsiMassal #MBGKorupsiMassal
176
3,493
97
9,045
117,759
UhatTahu retweeted
i lagi jadi pembentienya @eddibrokoli buat ngumpulin donasi untuk para korban banjir jangan lupis dateng ya 31 januari kita jalan jalan cantik di vlovver city donasinya kirim kesiniya bca 4491275833 Aryo Verdiantoro sampai 30 januari yaguyzya besarannya berapapun akan sangat meaningvull
15
115
2
267
181,629
UhatTahu retweeted
mitra iblis
49
33
2
235
55,133
UhatTahu retweeted
Cinta sejati tak kan mati❤ xitter.cf/i/status/2011082894186…
Laki laki sejati susah senang bersama pasangan bukan meninggalkannya🔥
3
21
4,768