Jangan Menghukum Berdasarkan Asumsi!
Kasus kuota haji harus dibongkar sampai tuntas, tetapi hukum wajib berpijak pada bukti, bukan opini. Kebijakan yang dipersoalkan tak otomatis membuktikan korupsi. Gus Yaqut juga berhak atas asas praduga tak bersalah dan proses hukum yang adil.
Telusuri Siapa yang Menikmati Uang!
Jika ada fee, pungutan, atau jual-beli kuota haji, pertanyaan mendasarnya: siapa yang meminta, menerima, dan menikmati uangnya? Jangan berhenti pada tuduhan. Telusuri aliran dana dan buktikan keterlibatan setiap pihak secara terang!
Jangan Samakan Kebijakan dgn Penyimpangan Oknum!
Pernyataan Mellisa Anggraini, kuasa hukum Gus Yaqut, menegaskan pentingnya membedakan kebijakan kuota haji dgn dugaan permainan oknum. Kalau ada yg mencari keuntungan pribadi, bongkar pelakunya! Jgn buru2 menyimpulkan tanpa bukti.
Replying to @NayDonuts
Koordinator CERI sudah kasih tantang terbuka, masa Jampidsus ciut? 🤔
ᴅ ᴇ ɴ ᴊ ᴀ ᴠ ᴀ retweeted
TANTANGAN BUAT KEJAGUNG
Peralihan saham TPL dari Sukanto Tanoto (via RGE) ke Pinnacle Company yg bermuara di Allied Hill Limited menjadi soroton CERI.
Anwar Lawden sudah jadi tersangka, sekarang waktunya kejagung masuk ke hidangan utama: periksa Sukanto Tanoto & Joseph Oetomo😁
Jangan buru-buru menghakimi sebelum seluruh bukti diperiksa. Praduga tak bersalah bukan tameng bagi pelanggaran, tetapi prinsip agar hukum tidak berubah menjadi penghakiman. Jika bersalah, buktikan. Jika tidak terbukti, jangan paksa asumsi menjadi vonis!
Dukungan Ibrahim Arief dan Amsal Sitepu terhadap Gus Yaqut bukan berarti menghalangi hukum, melainkan mengingatkan bahwa keadilan tak boleh kalah oleh opini publik. Fakta persidangan harus diuji, keterangan saksi harus dikonfirmasi, dan dugaan aliran uang harus dibuktikan jelas.
ᴅ ᴇ ɴ ᴊ ᴀ ᴠ ᴀ retweeted
DUKA MENDALAM UNTUK SAUDARA KITA
Polda DIY beserta jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kecelakaan lalu lintas di Tol Madiun yang menimpa saudara-saudara kita, rekan-rekan suporter PSS Sleman. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Keadilan hukum jangan sampai terasa tajam ke satu pihak, tapi tumpul ke pihak lain. Kalau ada pejabat yg pemeriksaannya tertunda karena agenda lain.
Mengapa perlakuannya bisa berbeda? Gus Yaqut pun berhak atas proses hukum yg objektif, transparan, dan adil.
ᴅ ᴇ ɴ ᴊ ᴀ ᴠ ᴀ retweeted
Beda betul dengan perlakuan KPK terhadap Gus Yaqut!
Kiwari, tontonan kolosal operasi tangkap tangan dengan nilai sitaan fantastis tidak perlu dibanggakan.
Sejatinya, timbangan keadilan di negeri ini sudah kehilangan kewibawaannya sejak lama.
Seseorang bisa dengan leluasa menego hukum berulang kali hanya dengan berlindung di balik kedok agenda dinas.
Ironisnya lembaga penegak hukum justru menyambut alasan rendahan itu dengan karpet merah dan sikap yang sangat ramah.
Perlakuan istimewa ini berbanding terbalik secara brutal ketika aparat berhadapan dengan target lainnya.
Seorang tersangka yang sedang sakit pasca-operasi tetap diseret paksa tanpa nurani untuk memenuhi proses pemeriksaan.
Ketimpangan ini membuktikan sebuah fakta memalukan bagi tatanan negara.
Hukum dan keadilan bisa ditekuk dan diulur sesuka hati oleh mereka yang punya power dan relasi.
Penegakan hukum tidak lagi berlandaskan kebenaran dan kesetaraan melainkan bertumpu pada tawar-menawar kepentingan politik.
Realitas telanjang ini telah meruntuhkan sisa-sisa muruah hukum di hadapan publik.
Rakyat wajar merasa muak dan kehilangan harapan terhadap sistem peradilan yang hipokrit.
Keadilan secara terang-terangan berubah menjadi komoditas mewah yang tidak terjangkau oleh warga negara biasa.
Praktik tebang pilih ini mengonfirmasi bahwa hukum di negeri ini masih sangat murah bagi para elit namun luar biasa mahal bagi rakyat biasa.
Tak ada yang perlu dibanggakan dari wajah hukum yang masih mempertontonkan ketidakadilan.
ᴅ ᴇ ɴ ᴊ ᴀ ᴠ ᴀ retweeted
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Telah terjadi musibah kecelakaan rombongan suporter PSS Sleman di Tol Caruban saat perjalanan menuju Surabaya.
ᴅ ᴇ ɴ ᴊ ᴀ ᴠ ᴀ retweeted
Sebagai bentuk penghormatan kepada saudara kita yang telah berpulang, Brigata Curva Sud tetap memasuki stadion tanpa perayaan, tanpa miniflag, dan tanpa nyanyian.
Mari jaga sikap, tunjukkan empati, dan hormati saudara kita yang telah mendahului.
Duka kita bersama. Al-Fatihah
Dugaan aliran US$271.500 harus dibuktikan dengan alat bukti yang sah. Jabatan bukan bukti korupsi, asumsi bukan vonis! Bongkar aliran dana sampai tuntas, ungkap pelaku sebenarnya, dan tegakkan hukum tanpa tebang pilih.
Persidangan 15 Oktober justru membuka pertanyaan besar siapa yang meminta fee hingga US$4.000 per jemaah, siapa yang menampung, dan siapa yang menikmati uangnya? Jangan buru-buru menggiring semua kesalahan kepada Gus Yaqut hanya karena ia pernah menjabat Menteri Agama.


























