Daniel H.T. retweeted
Bahlil Bersembunyi, Koster yg Dihakimi: Siapa Sebenarnya Biang Antrean BBM di Bali?
Pengalihan isu terjadi di Bali. Dari isu utama krisis BBM menjadi video viral Gubernur Bali I Wayan Kosten ribut dgn petugas SPBU.
Saya tidak sedang ingin membela ucapan Pak Koster. Membentak petugas SPBU bukan cara yg baik, dan petugas itu juga rakyat kecil yg sedang bekerja di bawah tekanan. Tapi mari kita lihat peristiwa ini secara utuh.
Siapa yang seharusnya berdiri di SPBU itu? Pasokan BBM bukan kewenangan gubernur. Itu tanggung jawab Pertamina dan Kementerian ESDM. Tetapi justru Pak Koster yg menanggung amarah di lapangan, sementara Bahlil dan Dirut Pertamina tak terlihat, mereka bisa terus bersembunyi.
Lalu video itu digoreng. Buzzer bekerja keras membelokkan cerita: penderitaan warga Bali tenggelam, yg tersisa hanya potongan detik bentakan seorang gubernur.
Anjing sok galak menggonggong terus menerus. Begitu dikasih tulang langsung mengeong menjilat-jilat tuannya. Lebih menjijikkan daripada dungu!
Kronologi MK mengusir ahli yang diajukan relawan Militan Gibran 08 Nusantara dari ruang sidang perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, Kamis (1/10/2026) malam.
Pakar bernama Muhammad Rullyandi tersebut diusir dari sidang karena menyatakan sidang perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 'ilegal'. Pernyataan ini disampaikan Rullyandi dalam sebuah acara televisi nasional sebelum sidang.
Arsul Sani pun meminta penjelasan dari Rullyandi mengenai pernyataan tersebut. Pasalnya, 'ilegalitas' sidang 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tidak disertakan dalam keterangan tertulis yang dikirimnya.
Daniel H.T. retweeted
SUMPAH SAYA SEDIH membaca tulisan teman saya yang tinggal di Barito Kuala, Kalsel. Punya usaha toko baju dan distribusi bumbu dapur wilayah Kalsel sampai Kalteng.
Dia cerita tentang kondisi ekonomi secara umum yang sungguh tidak adil bagi rakyat Kalimantan ditambah harus mengalami kebakaran lahan yang parah sekali terjadi saat ini. Iya, detik ini.
Sungguh saya sedih. Duka saya untuk warga Kalimantan. 😭🙏
#PrayForKalimantan
Pemerintah kalau nggak segera mengatasi masalah di Kalimantan ini, saya sulit membayangkan gejolak dari masyarakat Kalimantan ke depan. Celakalah negara kita.
Note;
Video berikut adalah kiriman sales team-nya yang terjebak di jalan raya. Kejadian SEKARANG INI.
Diacara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Presiden Prabowo bilang:
“Jangan percaya isu-isu jelek pemerintahan di sosmed. Mereka antek-antek asing. Mereka punya uang bisa bayar buzzer di sosmed”
Alamak, disangkanya kita buzzer 😳😴
Daniel H.T. retweeted
"Indonesia mau dibawa kemana oleh presiden yan g tak punya visi", kata Dr. Syukur Mandar
Daniel H.T. retweeted
Indonesia kapan bisa punya mental begini?
Bukannya buang sampah dapat uang, mesin bakal dipotong dan dijual ke penadah rongsokan atau tukang butut.
Di halaman muka haruan Kompas hari ini (2/9) menulis: “Gara-gara harga dan biaya sewa rumah melonjak, sementara pasar saham bergejolak, penasihat presiden mundur. Wujud tanggung jawab dan pengakuan tidak bisa bekerja untuk rakyat.”
Saya terkejut mengira itu terjadi di Indonesia. Ternyata di Korea Selatan.
Presidennya koq belum ke NTT sejak gempa pertama pd 15/8 sampai sekarang? Jangan cuma omon2 terus, nye2 terus!
Daniel H.T. retweeted
"Membangun kultus individu dalam kekuasaan adalah indikasi menuju otoritarian. Pemimpin digambarkan sempurna dan tidak pernah salah. Caranya: media dikontrol utk menutupi kelemahannya dan kritik dianggap pengkhianatan kepada negara."
Ditulis oleh Graeme Gill (1984).
Mantap....!!
Inilah detik² polisi mencegat bus yg ditumpangi komplotan pembegal. Nah begini harusnya polisi tegakkan kebenaram dan keadilan. Bravo Polisi.🙂👍👍👍
.
.
.
Malming Malam Minggu Xabi Alonso Ngupas Slip Pray for NTT Aceh Nusa Tenggara Flores dirumah
Kalau pengetahuan dan logika Presiden Prabowo berjalan normal tidak mungkin salah baca itu terjadi. Tentu otomatis otaknya sekejap akan memberitahu dia bahwa upah Rp.700rb/kg untuk jasa pengupas bawang adalah amat sangat tidak masuk akal. Otomatis tidak mungkin salah baca tersebut terucap begitu saja tanpa menyadari dan segera mengoreksinya pada saat itu juga. Alasan salah baca itu sama tidak masuk akalnya. Qodari mengira rakyat begitu naifnya sehingga percaya dgn alasan karangannya itu. Yang lebih masuk akal jika mengaku bahwa pengetahuan dan otak Presiden tidak bekerja normal. Sebagaimana berkali-kali kesalahan konyol itu dilakukan, sebagai contoh, menyebut 10+6=17, pengusaha penggilingan padi untung Rp 2 triliun/bulan. Juga, korupsi per tahun Rp. 100 triliun, jadi kalau 5 tahun = Rp. 1000 triliun.
Bagaimana dgn kesalahan tentang profesi Susana sebagai pengupas bawang padahal yg benar sebagai pegawai dapur MBG, sebagaimana pengakuan keluarganya, menurut Kompas.com? Dalih konyol apalagi yg mau dikemukakan?





















