feminazi yg alergi bgt belain cowo, kalo gabisa berempati ke pak Kodir minimal ke ibunya, dia juga cewe yg kena dampak gara2 fitnah Shifani
paham bgt kalo punya bad experience ttg catcalling tp Shifani ini GA DI CATCALL ya, jgn geser gawang jd "gue pernah blabla" "me me me" BEDA
SHIFANI LU BENERAN JAHAT !!!!!!
BILA PERLU SUJUD KAMU DI KAKI IBUNYA PAK KODIR 🥲💔
PEREMPUAN JAHAT @SistersInDanger !!!
Unpopular opinion: Pak Kodir nyata merawat & menghidupi 5 cwk, itu lb feminis drpd akun2 performatif X. Feminisme soal bgmn wanita diperlakukan d dunia nyata
===
Unpopular opinion: Feminism is measured by how u treat women when no one's watching, not how loud u are on socmed
Replying to @zoelfick @SistersInDanger
Sempat saya datangi juga rumahnya, kontrakan berukuran 3×6 meter yang ditempati oleh enam penghuni: Pak Kodir, istri, ibunya, dan ketiga anaknya.
as a woman, i agree. bela sesama perempuan itu bukan berarti harus selalu nyalahin laki-laki. feminisme itu untuk perjuangin hak perempuan, bukan ego untuk merasa lebih tinggi sampai merendahkan gender lain. we're all human beings, sama-sama makhluk Tuhan yang berhak dihargai. 🤍
♔ retweeted
Kalau perempuan melakukan salah ya terima aja sih, ga usah ngeles "there is a man behind her".
With or without men, women can be evil too.
ga semangat mah wajar, tapi inget cari kerja sekarang susah. ingetnya ke rasa syukur aja sih nder, soalnya ada di fase nganggur beneran hopeless sama segalanya. aku ga mau lagi kayak gitu ;____;
♔ retweeted
Pelecehan/Catcalling membuat korban trauma, membuat rasa ga aman ketika di tempat umum itu betul dan gerakan against it wajib didukung.
Tapi..
Fitnah juga bisa membuat korban trauma, kehilangan pekerjaan, dihina dan dibully oleh sekitarnya.
"Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan."
Info!!!!🔥🔥
ponakan dari salah satu bapak2 yang kemarin dikatain musang udah mulai spekup mslah kmrin yg sempat ramai di x dan sosmed lainya. ponakan begitu gak terima dan keluarga besar nya, dikarenakan bapak itu emang nyatanya baik dan ramah ke siapapun cewe/cowo.
heyy @SistersInDanger kasih tau tmen lu itu si shifani alias daus mini atau shifani juga megang ini akun ditunggu lu itikad baikny sama ybs.
after @SistersInDanger got exposed, i decided i’m done praising modern feminists. most of y’all are mentally unstable, antisocial, can’t take criticism, n always wanna be right even when u’re wrong. y’all ain’t feminists, u’re feminazis. y’all are ruining real feminism.
♔ retweeted
war gender ngga ada habisnya. padahal cowo-cewe sama. sama-sama bisa jadi korban, sama-sama bisa jadi pelaku. coba 2 gender ini damai. kalau ada masalah ya memang fokus di masalahnya, jangan digeser ke arah yang berujung ke persaingan gender
kebayang aja kalo misal itu babeh gue. soalnya kadang babeh suka cerita, "tadi bapak di jalan ketemu gadis perempuan baru pulang kerja kayaknya, jadi inget kamu." mungkin babeh gue bakal manggut atau sapa dia karena dia emang inget anak ceweknya huhu, sedih..
♔ retweeted
hi, in my opinion, there are a few things we need to separate when talking about this situation.
gue percaya setiap perempuan berhak merasa aman di ruang publik, dan gue nggak akan meremehkan rasa takut yang dirasakan shifa. kita nggak pernah benar-benar tau apa yang dialami seseorang, apa yang membuatnya merasa terancam, atau pengalaman apa yang mungkin memengaruhi caranya merespons suatu situasi.
but at the same time, gue juga percaya kalau ramah tamah dan catcalling itu dua hal yang berbeda. nggak semua sapaan dari laki-laki stranger otomatis termasuk catcalling, dan menurut gue, kita tetap perlu liat konteks sebelum narik kesimpulan tentang tindakan seseorang.
dalam kasus ini, gue nggak ada di sana. gue cuma ngeliat video yang beredar dan membaca penjelasan shifa setelahnya. gue bisa memahami kenapa dia memilih merekam karena merasa takut dan mau berjaga-jaga, tapi gue juga nggak punya cukup informasi untuk memastikan intensi orang-orang di video itu.
buat gue, memahami kenapa seseorang merasa perlu merekam bukan berarti kita otomatis harus membenarkan keputusan orang tsb untuk mengunggah wajah orang lain ke publik dengan dugaan bahwa mereka melakukan sesuatu yang salah.
ada persoalan lain tentang privasi, proporsionalitas, dan dampak yang mungkin muncul setelah sebuah video tersebar. menurut gue, hal-hal itu tetap boleh dipertanyakan tanpa harus meremehkan perasaan orang yang merekamnya.
i think we can acknowledge someone's fear without automatically confirming our assumptions about someone else.
menurut gue, kita boleh punya pandangan berbeda, boleh mempertanyakan apakah suatu tindakan termasuk catcalling, dan boleh mengkritisi cara sebuah kejadian dipublikasikan. tapi semua itu nggak mengharuskan kita mempermalukan orang lain.
gue nggak mau menormalisasi catcalling, tapi gue juga nggak mau menganggap setiap sapaan sebagai catcalling. gue bisa memahami rasa takut shifa tanpa harus memastikan orang-orang di video itu bersalah, dan gue bisa mempertanyakan tindakannya tanpa harus menganggap perasaannya berlebihan.
maybe that's the point we can be empathetic without blindly agreeing, and we can be critical without being cruel. ♡
Kasus catcalling Shifa
Konteks: laki2 itu sudah jelalatan matanya ke tubuh Shifa ketika dia menuju warteg, dia toel2 temennya untuk ikutan. Mata mereka ga kedip sama sekali. Shifa ga videoin karena mendadak, takut, freezed. Shifa keluar dari warteg, bersiap video dengan ketakutan, untuk jaga2, sebagai bukti kalau kenapa2. Mereka masih jelalatan lalu ngomong "halo/kemana kak". Setelah video off masih mastiin mereka ga ngejar dia. Shifa udah tulis soal mata & berangkat ke warteg di postingannya.
Intensi: objektifikasi karena mata jelalatan sebelum & sesudah warteg.
Penyampaian: intimidatif karena tone (bagi Shifa), terjadi sebelum & sesudah warteg.
Dinamika kuasa: timpang & dominan karena mereka 2 orang laki2 dewasa, Shifa perempuan sendirian.
Reaksi penerima: merasa ga nyaman, ga aman, takut, terancam.
Kenapa Shifa bisa setakut, separno, bersiap video kayak itu? kenapa intensi, dllnya seperti itu?
KARENA CATCALLING SUDAH SERING TERJADI KEPADA SHIFA (& PEREMPUAN LAINNYA). Ucapan "halo/kemana kak" dari laki2 stranger itu beda maknanya bagi perempuan yang sering kena catcalling dengan orang yang ga pernah alami/pelaku/enabler. Jadi jangan seenaknya bilang itu hanya sapaan biasa. Shifa videoin itu ada sebabnya, baik saat kejadian & karena trauma. Dia yang merasakan sendiri tone, suasana, dll saat itu.
So, fuck you cowo2 yang ga pernah ngalamin itu semua tapi sotoy, bacot, & hujat. And fuck you cewe2 yang ikut hujat. 🖕🤬
(Thanks @karinyoo untuk penjelasan elemen2 ini)
YaAllah makasih aku cuma kpop casual listener, look how messy kpopers are, ruining someone’s life through cyber bullying and baseless accusations. GLAD I’m not part of the reason someone is sad and losing their appetite today
kan.. makannya jangan asbun buat spreading hate segitunya. jadinya fitnah, bikin malu negara aja.
♔ retweeted
Thailand punya Lisa. Filipina punya Sophia Katseye, Bini, SB19. Mereka ada dan bisa berhasil sampe dikenal dunia karena full support dari orang orang di negaranya. Indonesia? Ada Niki dijulidin, no na dijulidin, Agnezmo dihate, Carmen pun dihate habis habisan. Emang SDM setan
♔ retweeted
hiduplah selama mungkin pak. sampai usia tak lagi menjadi kebanggaan, melainkan saksi atas segala yg pernah kau lakukan dan kesengsaraan yg kau tinggalkan.
hiduplah engkau, hidup sampai tiba hari ketika keputusasaan memenuhi dada dan tak ada lagi yg kau panjatkan selain kematian.


































