
Head Media & Broadcast @asiangames2018 | Ex Journalist | Writer | Founder HereWeGrow
Jakarta Selatan
Joined November 2009
- Tweets212K
- Following11.8K
- Followers112K
- Likes71.4K
Pinned Tweet
Handphone meledak di tas milik penumpang KRL di Stasiun Rawa Buntu, tadi pagi.
Sempat bikin heboh dan ada yang mengira asapnya dari KRL. Ternyata dari kedua handphone ini.
Pemiliknya begitu sadar tasnya berasap langsung melemparnya ke luar kereta.
Mereka yang berilmu, kehidupan hewan pun tak lepas dari perhatian.
Mereka yang meremehkan ilmu, angka kematian makhluk apa pun hanya dilihat sebagai angka.
Tadi memulai pagi dengan durasi. Maksud saya, mulai dengan jalan kaki.
Walaupun cuma 5 km, setidaknya durasi terjaga. Bagaimana durasimu?
Zulfikar Akbar retweeted
Damnnnn
Kelakuankhhh dungukhhh itukh
Seorang komedian mengaku dicela habis-habisan karena bicara tak sesuai kemauan Rocky Gerung.
Kali lain dipuji habis-habisan saat ia bicara sesuatu yang sesuai kemauan Rocky.
Sekarang Rocky seperti ini terhadap wartawan, tak heran lagi. Ia sudah merasa di atas. Siapa pun yang dinilainya masih di bawah adalah ancaman.
Ia cerdas, tapi pelupa. Setinggi-tinggi pencapaian, berakhir juga ke bawah. Bahkan lebih rendah dari tanah yang sudah jarang dipijaknya.
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
Udah lama gak ngejar monet krn susah dan sepertinya gak cocok sama aku. Langganan 85rb/bln gak masalah buat bayar hiburanku bermain disini, tapi 2 bulan ini sdh mulai bosan. Jadi oktober ini sdh berhenti langganan, krn sepertinya gak akan terlalu aktif disini seperti sebelumnya.
Zulfikar Akbar retweeted
Jangan pada galak-galak kepada ilmuwan dan akademisi.
Kadangkala gelombang emosi massa di twitter memang mau membumihanguskan siapapun yang dianggap sedang bersalah atau tidak sesuai harapan kebanyakan.
Demo di Prancis sudah luar biasa membesar. Gedung yang berusia 140 tahun pun jadi korban.
Saat satu pihak berunjuk rasa untuk masalah pendidikan hingga ekonomi, pihak lainnya menodai dengan kerusuhan.
Dari Paris sampai Bordeoux terjadi bentrokan parah.
Zulfikar Akbar retweeted
Tulisan yg menginspirasi dan mencerahkan. Saya merasa tulisan ini dekat dgn apa yg saya yakini selama ini. Saya cenblu tetapi bkn berarti dollar harus menjadi tujuan utama saya di X. Meski mungkin ada yg menilai ini munafik, cenblu kok nggak pingin monet. No problem.. Krn menurut saya munafik itu soal ketidaksesuaian antara perbuatan & perkataanl bukan soal perbedaan tujuan.
Jujur dgn akun saya yg msh receh ini, saya tdk ngoyo mengejar 5 juta impresi, krn itu msh terlalu jauh. Saat ini saya sedang membangun jejak. Kalau suatu hari angka2 itu datang, anggap saja itu sbg bonus.
Namun memilih tetap menjadi diri sendiri : menulis apa yg saya pikirkan, belajar dr proses, memperluas pertemanan dan membiarkan gagasan berjalan sejauh yg ia mampu.
Jadi, apakah saya punya rencana untuk pensiun? Sampai saat ini belum.
Selama masih ada pikiran yg ingin saya tuangkan, keresahan yg ingin saya suarakan dan gagasan yg mungkin bermanfaat bg orang lain, saya akan tetap menulis, meski dgn segala keterbatasan saya... Waktu, kemampuan menulis, ide..dst.
Jadi karena kepala saya msh terlalu ramai utk pensiun dan saya belum kehabisan napas, maka saya akan terus berlatih agar bisa bernapas panjang dan terus berjuang. 😆
Banyak centang biru yang memilih pensiun.
Pemicunya, mulai dari alasan susahnya mencapai target, sampai dengan alasan memang tak berniat memonetisasi.
Syarat 5 juta impresi terasa terlalu berat bagi sebagian orang. Belum lagi karena harus mendapat 500 pengikut terverifikasi.
Sebagian melakukan segala cara untuk menembus itu.
Mulai dari melakukan kontroversi hingga yang benar-benar berusaha tampil selayaknya kreator konten.
Ada juga yang memilih jalan paling enteng: tinggal mencomot apa yang sedang viral di media sosial lain. Bukan hanya satu dua kali, tapi bahkan berulang kali.
Ingin cepat membuahkan hasil. Ini yang sering jadi alasan hingga sebagian memilih melakukan segala cara demi mimpi menangguk dollar dari media sosial.
Sedikit yang benar-benar membekali dengan kemauan mengikuti proses, dan siap menghadapi semua tantangan.
Ibarat tinju, ingin menang hanya dengan satu ronde pertandingan, tidak siap jika harus menghadapi jika harus menjalani setiap ronde. Napas dan kekuatan hanya disiapkan untuk satu ronde.
Saat harus menghadapi ronde lebih panjang, napas tak cukup panjang.
Di era media sosial, menjadi kreator konten butuh napas panjang. Napas untuk belajar, berlatih, hingga terjun sepenuhnya. Berharap hasil cepat dengan melompati proses, takkan membuahkan hasil apa-apa.
Bukan hanya di X, media sosial manapun membutuhkan napas panjang itu. Tanpa napas panjang tak ada yang bisa tumbuh besar, apalagi menuai hasil besar. Mati sebelum tumbuh.
Ada satu hal kerap dilupakan bahwa selayaknya media tidak lepas dari pekerjaan marketing. Butuh insting marketing yang bisa tumbuh karena terus diasah.
Mengutip Seth Godin, "Marketing is no longer about the stuff that you make, but about the stories you tell."
"Story" menurut Godin tentu bukan sekadar cerita seperti kata kamus. Tapi, nilai apa yang Anda bawa, hingga bagaimana sentuhan emosional bisa terbangun dengan jutaan pengguna media sosial.
Di dunia marketing, itu kekuatan mereka hingga mampu bikin banyak produk tidak dibutuhkan pun terasa seperti tak bisa hidup tanpa produk itu.
Apple sampai Samsung di dunia gadget punya kemampuan membangun kekuatan itu. Alhasil, orang-orang tak punya duit pun bersedia berutang hanya demi mendapat produk mereka.
Tiba ke titik itu tak lepas dari napas panjang dimiliki orang-orang di balik produk itu.
Napas panjang ini juga dibutuhkan sampai ke ranah apa pun yang berkaitan dengan "jualan" yang tak hanya menjual produk tapi mengikat emosi siapa pun. Tak terkecuali bermedia sosial di X.
Bagaimana dengan napas kalian yang masih bertahan sejauh ini, apa yang bikin kalian mampu bertahan? Atau, juga sudah punya rencana pensiun?
Mereka inilah tokoh bangsa yang mampu membuktikan diri tidak silau dengan popularitas atau bau lantai istana.
Mereka mampu menangkap keresahan anak-anak negerinya.
BREAKING NEWS
GERAKAN NURANI BANGSA MINTA PEMERINTAH UNTUK TETAPKAN KARHUTLA SEBAGAI BENCANA NASIONAL
Gerakan ini diprakarsai dan digerakkan oleh sejumlah tokoh moral bangsa, antara lain:
• Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid
• Prof. Quraish Shihab
• Romo Franz Magnis-Suseno SJ dan sejumlah tokoh lainnya
mereka juga minta berhenti menyalahkan faktor alam semata dan memperbaiki komunikasi publik
Dari kecil ia dibiasakan akrab dengan transportasi umum.
Setelah dewasa, masih setia ke mana-mana dengan transportasi umum.
Tidak ada transportasi umum yang belum dijajalnya di Jakarta. Dari angkot sampai LRT, MRT, dan Commuter Line.
Ketemu di stasiun, kulik deh ceritanya.
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
Aku juga selalu menganggap sistem monetisasi di X ini seperti lomba marathon. Ini bukan perlombaan lari 100 meter yang harus ngegas dari awal sampai akhir. Jadi harus pintar atur ritme dan napas (kualitas konten), sampai dapat momentum untuk sprint ke garis finish.
Satu bukti: jangankan untuk hidup, mati pun butuh duit tidak sedikit.
Bukan hanya di kota, di kampung pun tak ada bedanya.
Saat bapakku sendiri berpulang, masih ada yang bikin pendekatan, "Bayar sekian juta, bisa didoakan sekian hari."
Zulfikar Akbar retweeted
Jeje dan Blonteng, kocheng dhuafa gang kami pagi-pagi udah nyadong breakfast aja.
Zulfikar Akbar retweeted
Yang gua bingung, modelan kocak gini dapat jabatan melulu.
nanik cerita dia bingung karna kondisi yang diakui
- rupiah sudah lewat 18.000
- ihsg melorot ke sekitar 5.200
- bbm antre di bali dan manado
- listrik mati di batam beberapa hari lalu
yang bikin dia bingung
- antrean beli iphone 18 di hotel bintang lima
- blok m penuh, tempat kuliner dan roti ramai
- katanya ekonomi susah tapi resto tetap penuh, ia sebut “anomali”
pembelaan untuk prabowo
dua tahun memang belum pulih ekonominya, tapi ada harapan untuk anak cucu
ia bilang oligarki dibabat, mafia disikat, koruptor dilibas
mbg bikin anak orang tidak mampu tidak kelaparan, sekolah rakyat bikin mereka bisa sekolah bagus
ia bilang bbm bermasalah karena dunia luar, bukan salah prabowo
soal tni di kementerian: polisi dan profesional juga banyak, tni punya jaringan sampai desa jadi cepat atasi masalah
ia bilang prabowo satu-satunya presiden yang tulus ingin sejahterakan rakyat, dan tanya “kalau bukan prabowo, siapa lagi”
ia merasa kasihan prabowo selalu disalahkan, dan bilang medsos kejam sampai ada yang doakan beliau mati di hari ulang tahunnya
Zulfikar Akbar retweeted
Replying to @zoelfick
Siapa yang berjuang sampai titik darah penghabisan, dia lah yang berhak mendapatkan
Banyak centang biru yang memilih pensiun.
Pemicunya, mulai dari alasan susahnya mencapai target, sampai dengan alasan memang tak berniat memonetisasi.
Syarat 5 juta impresi terasa terlalu berat bagi sebagian orang. Belum lagi karena harus mendapat 500 pengikut terverifikasi.
Sebagian melakukan segala cara untuk menembus itu.
Mulai dari melakukan kontroversi hingga yang benar-benar berusaha tampil selayaknya kreator konten.
Ada juga yang memilih jalan paling enteng: tinggal mencomot apa yang sedang viral di media sosial lain. Bukan hanya satu dua kali, tapi bahkan berulang kali.
Ingin cepat membuahkan hasil. Ini yang sering jadi alasan hingga sebagian memilih melakukan segala cara demi mimpi menangguk dollar dari media sosial.
Sedikit yang benar-benar membekali dengan kemauan mengikuti proses, dan siap menghadapi semua tantangan.
Ibarat tinju, ingin menang hanya dengan satu ronde pertandingan, tidak siap jika harus menghadapi jika harus menjalani setiap ronde. Napas dan kekuatan hanya disiapkan untuk satu ronde.
Saat harus menghadapi ronde lebih panjang, napas tak cukup panjang.
Di era media sosial, menjadi kreator konten butuh napas panjang. Napas untuk belajar, berlatih, hingga terjun sepenuhnya. Berharap hasil cepat dengan melompati proses, takkan membuahkan hasil apa-apa.
Bukan hanya di X, media sosial manapun membutuhkan napas panjang itu. Tanpa napas panjang tak ada yang bisa tumbuh besar, apalagi menuai hasil besar. Mati sebelum tumbuh.
Ada satu hal kerap dilupakan bahwa selayaknya media tidak lepas dari pekerjaan marketing. Butuh insting marketing yang bisa tumbuh karena terus diasah.
Mengutip Seth Godin, "Marketing is no longer about the stuff that you make, but about the stories you tell."
"Story" menurut Godin tentu bukan sekadar cerita seperti kata kamus. Tapi, nilai apa yang Anda bawa, hingga bagaimana sentuhan emosional bisa terbangun dengan jutaan pengguna media sosial.
Di dunia marketing, itu kekuatan mereka hingga mampu bikin banyak produk tidak dibutuhkan pun terasa seperti tak bisa hidup tanpa produk itu.
Apple sampai Samsung di dunia gadget punya kemampuan membangun kekuatan itu. Alhasil, orang-orang tak punya duit pun bersedia berutang hanya demi mendapat produk mereka.
Tiba ke titik itu tak lepas dari napas panjang dimiliki orang-orang di balik produk itu.
Napas panjang ini juga dibutuhkan sampai ke ranah apa pun yang berkaitan dengan "jualan" yang tak hanya menjual produk tapi mengikat emosi siapa pun. Tak terkecuali bermedia sosial di X.
Bagaimana dengan napas kalian yang masih bertahan sejauh ini, apa yang bikin kalian mampu bertahan? Atau, juga sudah punya rencana pensiun?
orang klo nyawanya banyak gini, gk peduli nunggu kereta lewat bbrp menit.






















