Arta (@caqrawala) header
Arta (@caqrawala) profile picture

call me arta 👻

Joined September 2017
Photo by Arta (@caqrawala)Photo by Arta (@caqrawala)Photo by Arta (@caqrawala)Photo by Arta (@caqrawala)Photo by Arta (@caqrawala)Photo by Arta (@caqrawala)Photo by Arta (@caqrawala)Photo by Arta (@caqrawala)Photo by Arta (@caqrawala)Photo by Arta (@caqrawala)
Arta retweeted
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
5
7
12
Arta retweeted
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
5
11
4
34,425
Arta retweeted
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
5
7
18
Arta retweeted
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
5
6
95
Arta retweeted
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
5
6
87
Arta retweeted
Clean job by the expert
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
5
7
114
Arta retweeted
Smart carpenter should know this
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
5
6
261
Arta retweeted
Simple tricks to repairing wood
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
5
6
171
Arta retweeted
Briliant grafting technique
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
6
7
448
Dulu aku sering ditanya, “Apa yg kamu dapatkan dari mencintai orang dengan cara seperti itu?” Pertanyaan yg membuatku diam sejenak. Karena sebenarnya, aku tidak melakukannya demi sesuatu yang kembali. Bagiku, peduli, memperhatikan, dan mencurahkan perhatian kepada orang-orang yg kuhargai memang sudah semestinya. Seperti sesuatu yang tidak perlu dipaksa. Aku memberi karena memang begitu cara aku mencintai. Bukan karena ingin dibalas setimpal, bukan karena menghitung untung-rugi. Kalau kemudian tidak dibalas, aku tidak serta-merta menyesal. Aku hanya belajar menempatkan energiku di tempat yang lebih tepat. Ada orang yang memang tidak siap menerima dengan cara yg sama, dan itu bukan salahku karena sudah berusaha tulus. Pada akhirnya, yg tetap aku jaga adalah keaslian diriku. Aku lebih memilih tetap menjadi orang yg peduli dengan cara yg tenang, daripada memaksa diri berubah hanya agar terlihat lebih aman.
228
245
288
1,356
Arta retweeted
kenapa mangganya ga mau gede ya? apa emang bawaannya gitu
431
310
440
35,633
Dulu aku sering ditanya, “Apa yg kamu dapatkan dari mencintai orang dengan cara seperti itu?” Pertanyaan yg membuatku diam sejenak. Karena sebenarnya, aku tidak melakukannya demi sesuatu yang kembali. Bagiku, peduli, memperhatikan, dan mencurahkan perhatian kepada orang-orang yg kuhargai memang sudah semestinya. Seperti sesuatu yang tidak perlu dipaksa. Aku memberi karena memang begitu cara aku mencintai. Bukan karena ingin dibalas setimpal, bukan karena menghitung untung-rugi. Kalau kemudian tidak dibalas, aku tidak serta-merta menyesal. Aku hanya belajar menempatkan energiku di tempat yang lebih tepat. Ada orang yang memang tidak siap menerima dengan cara yg sama, dan itu bukan salahku karena sudah berusaha tulus. Pada akhirnya, yg tetap aku jaga adalah keaslian diriku. Aku lebih memilih tetap menjadi orang yg peduli dengan cara yg tenang, daripada memaksa diri berubah hanya agar terlihat lebih aman.
429
342
459
6,922
Arta retweeted
kucing kalo selain makan, apa lagi ya kerjaannya?
425
310
2
499
234,200
As we grow older and gain more experience, we often find ourselves longing for a quieter life—one free from the drama that drains so much of our energy. This is not because we have become weak or afraid to face challenges, but because we have come to realize that tranquility is the ultimate luxury. Unnecessary drama only consumes our time, mental space, and emotions. In contrast, life becomes far more meaningful when it is filled with genuine relationships, purposeful work, and simple moments that inspire gratitude. Peace does not mean living a life devoid of problems. Rather, it is the ability to discern what is worth fighting for and what is better left behind. Not every argument needs to be won, not every opinion from others requires a response, and not everything deserves to disturb the stillness of one’s heart. Ultimately, as we mature, we come to understand that happiness does not stem from a life filled with constant excitement, but rather from a calm heart, a peaceful mind, and an environment that fosters serenity. Choosing tranquility is not an act of surrender; it is proof that we have learned to value ourselves and have chosen to live with greater wisdom.
121
188
4
218
544,321
Hari ini sedikit sejuk Alhamdulillah😇
1
153
131
761
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
5
6
351
Arta retweeted
Briliant craft forming old bottle to be bird feeder
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
6
10
547
Arta retweeted
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
6
8
1,211
Arta retweeted
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
6
7
2,979
Arta retweeted
Kita sering mengira mencintai diri sendiri itu soal perawatan diri, beli barang yang kita suka, atau liburan sendirian. Padahal ada bentuk cinta yang lebih sunyi dan jauh lebih berat: berani pergi dari orang yang terus-menerus bikin kita kecewa. Karena nyatanya, meninggalkan itu nggak pernah gampang. Kita sudah telanjur punya kenangan, sudah telanjur sayang, dan sudah terlalu sering bilang ke diri sendiri, "mungkin nanti dia berubah." Kita bertahan bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena takut kehilangan, takut sendirian, dan takut harus memulai dari awal. Padahal setiap kali kita tetap tinggal di tempat yang melukai, sebenarnya ada bagian dari diri kita yang ikut dikorbankan. Rasa percaya diri pelan-pelan terkikis, hati makin lelah, dan kita jadi lupa seperti apa rasanya diperlakukan dengan baik. Lama-lama, kita menganggap kecewa itu hal biasa. Padahal kamu berhak mendapatkan lebih dari sekadar janji yang nggak ditepati dan usaha yang selalu datang dari satu pihak. Kamu berhak berada di tempat yang membuatmu merasa tenang, dihargai, dan nggak perlu terus bertanya-tanya. Jadi kalau hari ini kamu sedang ada di titik harus memilih, jangan takut. Pergi bukan berarti kamu jahat, bukan juga berarti kamu menyerah. Kamu cuma sedang berhenti menyakiti dirimu sendiri. Mungkin awalnya terasa kosong dan sepi. Tapi pelan-pelan, ruang yang kosong itu akan terisi oleh ketenangan, dan suatu hari kamu akan sadar bahwa keputusan itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah kamu lakukan untuk dirimu sendiri.
6
7
3,229