Abdul Basith Fithroni retweeted
Ricardo Kaka tak kuasa menahan air mata saat namanya secara resmi masuk dalam jajaran Hall of Fame AC Milan.
Upacara penyerahan diadakan sebelum kick-off Derby Della Madonnina tadi. ❤️🖤
At just 8 years old, an young Harry Kane was 𝐑𝐄𝐋𝐄𝐀𝐒𝐄𝐃 by Arsenal after being labelled “a bit chubby” and “not very athletic.” 💔
They didn't believe he had what it took.
Before becoming a superstar at Tottenham, he was sent out on 𝗙𝗢𝗨𝗥 loan spells:
🇬🇧 Leyton Orient — League One
🇬🇧 Millwall — Championship
🇬🇧 Norwich City — Premier League
🇬🇧 Leicester City — Championship
Four loan spells. Countless setbacks. Years of being doubted.
He went on to become Tottenham's 𝗔𝗟𝗟-𝗧𝗜𝗠𝗘 leading goalscorer, England's 𝗔𝗟𝗟-𝗧𝗜𝗠𝗘 leading goalscorer and one of the deadliest strikers in world football. ⚽
But despite all those goals, records and individual awards, one thing kept eluding him...
𝗔 𝗧𝗥𝗢𝗣𝗛𝗬. 🏆
He had to wait until he was 𝟯𝟭 𝗬𝗘𝗔𝗥𝗦 𝗢𝗟𝗗 to finally lift the first major trophy of his career.
From being rejected as an 8-year-old to becoming a champion at 31.
𝟮𝟯 𝙔𝙀𝘼𝙍𝙎 𝘽𝙀𝙏𝙒𝙀𝙀𝙉 𝙍𝙀𝙅𝙀𝘾𝙏𝙄𝙊𝙉 𝘼𝙉𝘿 𝙍𝙀𝘿𝙀𝙈𝙋𝙏𝙄𝙊𝙉.
He never stopped working.
He never stopped believing.
He 𝗡𝗘𝗩𝗘𝗥 gave up.
𝐇𝐀𝐑𝐑𝐘 𝐊𝐀𝐍𝐄. 𝐓𝐇𝐄 𝐃𝐄𝐅𝐈𝐍𝐈𝐓𝐈𝐎𝐍 𝐎𝐅 𝐏𝐄𝐑𝐒𝐄𝐕𝐄𝐑𝐀𝐍𝐂𝐄. ❤️👏
Abdul Basith Fithroni retweeted
Ya Allah... tempo lalu gunung berapi meletus, asapnya ditiupkan ke samudra bukan daratan... sekarang taifun mengisap polutan karhutla... Manusia memang makhluk tidak pernah bersyukur & merasa paling entitled. 😭
Abdul Basith Fithroni retweeted
Noussair Mazraoui reciting the Holy Qur’an. ❤️🤲🏼
Allahumma Baarik. May Allah keep the Qur’an firm in his heart and bless him always. Ameen.
Abdul Basith Fithroni retweeted
Ingat Indonesia, mereka juga layak dirayakan dan mendapat apresiasi dari kita:
Tim Putra Bulutangkis
Leo Carnando / Daniel Marthin
Nurisa Dian Ashrifah
Rahmat Erwin Abdullah
Desak Made Rita Kusuma Dewi
Peraih medali emas Asian Games 2026
🏆 Two trophies. Two firsts 🏆
Congratulations to Indonesia and Hong Kong, China – winners, respectively, of the inaugural FIFA ASEAN Cup and FIFA ASEAN Challenge Cup.
Abdul Basith Fithroni retweeted
🥹🇧🇦 An emotional farewell for Edin Džeko, who played his final game for Bosnia after 19 years representing his country.
As he left the pitch, his teammates formed a guard of honour, Sweden’s players applauded and even the referee joined in as Džeko fought back the tears. ❤️
Bosnia’s all-time record goalscorer and the man who helped take his country to the World Cup for the first time.
A true legend of Bosnian football and a beautiful farewell that was much deserved. 👏
Abdul Basith Fithroni retweeted
📸 Potret para fans senior Como yang menempati kursi VIP yang diberikan oleh para petinggi Como.
"Mereka telah menemani Como melewati setiap divisi, setiap musim, setiap momen dan tadi malam mereka kembali berada di sana, menyaksikan sebuah kompetisi yang dulunya mustahil untuk dibayangkan." 💙🤍🥹
Abdul Basith Fithroni retweeted
Together with our loyal fans, here to witness a historic night at the Sinigaglia.✨🏟️
Abdul Basith Fithroni retweeted
Dalam wawancaranya dengan UFC, Bilal Hasan secara eksplisit menyatakan bahwa ia secara pribadi ingin membawa dan mewakili nama Indonesia. Proudly represent Indonesia, katanya.
Salah satu keinginannya adalah menginspirasi anak muda di Indonesia dan Asia Tenggara. Dgn kesadaran penuh, Bilal ingin membangun warisan atau legacy atas kiprahnya di UFC. Bukan krn paksaan, tekanan, atau manipulasi dari pihak atau lembaga manapun di luar dirinya.
Bilal ingin memakai panggung besar UFC sbg alat dan sumber daya utk mencapai visi pribadinya yakni mengembangkan olah raga MMA di Indonesia.
Apakah Bilal lantas menjadi korban atau berpotensi menjadi korban eksploitasi?
Tentu tidak!
Eksploitasi terjadi ketika satu pihak memanfaatkan pihak lain tanpa memberikan manfaat balik.
Dlm soal ini, posisi Bilal di UFC justru ia pakai sbg platform sukarela dgn cita2 besar memberikan inspirasi dan dampak positif bagi komunitas2 tarung di Indonesia.
Berkali2 Bilal mengatakan bahwa keberhasilannya dibangun atas pengorbanan keluarganya, pendidikan formal, ia meraih gelar sarjana Health Studies dari University of Washington Bothell, serta kerja keras finansial mandiri.
Bilal pernah bekerja sebagai resepsionis, security guard, sampai pramusaji.
Bilal ingin terus menunjukkan bahwa pencapaiannya adl buah perjuangan pribadi dan keluarga. Bilal lantas secara bebas memilih identitas kulturalnya sbg manusia Indonesia. Identitas itu, ia dibagikan secara luas kpd publik tanpa merasa ditunggangi oleh kepentingan pihak luar manapun.
Bilal sendiri ingin menampilkan dirinya sbg individu yang utuh dan berwarna. Ia menyukai musik, bikin konten, fokus juga pd akademik, sampai melakukan banyak kegiatan sosial.
Bilal tidak ingin sekadar menjadi komoditas bertarung atau objek pemasaran. Ia punya keinginan dikenal secara autentik. Seperti kata Bilal, more than just wins.
Abdul Basith Fithroni retweeted
Ngeliat semua komen ttg keputusan famima mengizinkan hijab bikin aku mikir apa ya yang bikin islamophobia bisa sesistemis ini di SNS Jepang? Siapa yang mendanai? Sejak kapan? Apakah pure unadulterated hatred, atau money oriented? Ini orang juga stubborn banget di akun gue 🤡
Jejak digital istri gw yg jadi model hijab resmi FamilyMart di Jepang. Alias, Famima secara resmi udah memperbolehkan staff berhijab. Sebelumnya hanya individual case aja.
Kumpulan video yg bisa gw dapet di YouTube 👇🏼
Aparat bisa suruh blokir rekening Mandiri masa blokir promosi pinjol nggak bisa ~~~ – at Hirakata-shi, Osaka
Abdul Basith Fithroni retweeted
Wah, izin nambahin fun fact yang agak nyesek soal anggur sultan ini ya bang😅
Shine Muscat ini aslinya murni hasil riset ilmuwan Jepang selama lebih dari 30 tahun. Tapi ada plot twist tragis sih menurutku , jadi Jepang telat mendaftarkan hak paten internasionalnya.
Akibat kelalaian ini, bibitnya secara legal melenggang bebas ke Korea Selatan dan China. Kedua negara itu langsung gaspol budidaya massal dan ekspor ugal-ugalan ke seluruh dunia dengan harga yang jauh lebih murah.
Hasilnya? Jepang cuma bisa gigit jari kehilangan potensi royalti triliunan rupiah karena varietas masterpiece-nya 'dirampok' secara legal wkwkwk. Ilmuwan yang neliti 30 tahun pasti nangis di pojokan sih ini😭😭
Abdul Basith Fithroni retweeted
المصور الإيطالي دانييلي ماسكولو، الذي وثّق لحظات وداع فرانكو باريزي،
جاءت هذه الكلمات:
"من بين كل الأشياء التي منحتني إياها حياتي المهنية، امتياز أن أرويها، بالنسبة لشخص وُلد وهذه الألوان مطبوعة في قلبه وفي زمن ذلك الميلان، فإن هذا اليوم سيبقى واحدًا من الأيام التي سأحملها معي إلى الأبد.
أنت الذي قدتهم دائمًا، هم اليوم من قادوك.
هذا اسمه الانتماء.
اسمه المشاعر.
اسمه الحب.
اسمه الميلانيزمو.
وداعًا يا فرانكو. ❤️🖤
Abdul Basith Fithroni retweeted
Di Jerman ada sekitar 12 match yang dianggap sebagai match high risk. Misalnya Revierderby, Nordderby, Derby Berlin, dll
Biasanya DFL, klub, polisi dan pemerintah kota, kerja sama buat bikin langkah preventif bentrok. Mulai dari nurunin 1000 lebih personil, bikin tim anti-kerusuhan, metain buffer zone, jagain stasiun & jalur long march
Walaupun masih suka ada bentrok tp cukup terminimalisir. Yang jelas solusi & langkah preventifnya bukan ngelarang suporter tandang, apalagi main tanpa suporter sama sekali 😅
Abdul Basith Fithroni retweeted
Banyak yang bertanya kenapa Luis de la Fuente tetap mempercayai Unai Simón sebagai kiper utama, padahal Spanyol juga punya David Raya dan Joan García.🇪🇸
Jawabannya ada di cara bermain Spanyol.
Dengan garis pertahanan yang sangat tinggi, kiper tidak hanya dituntut bisa melakukan penyelamatan. Ia harus berani keluar dari kotak penalti, membaca bola-bola terobosan lebih cepat dari penyerang, dan menutup ruang di belakang lini belakang. Peran seperti inilah yang dikenal sebagai sweeper keeper, dan Unai Simón melakukannya dengan sangat baik.
Selain itu, kualitas distribusi bolanya juga menjadi alasan penting. Ia nyaman menerima bola di bawah tekanan, mampu mengalirkan bola ke kedua sisi, dan ikut menjadi bagian dari fase build-up. Hal-hal seperti ini sangat dibutuhkan dalam sistem permainan Luis de la Fuente.
Itulah mengapa, meski David Raya dan Joan García sedang menjalani musim yang bagus di level klub, Unai Simón tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Spanyol. Dalam sistem ini, yang dicari bukan hanya kiper terbaik, tetapi kiper yang paling sesuai dengan kebutuhan tim.
#FIFAWorldCup









































