
「no system is safe.」|「#1312Forever」|「#WotaMelawan」|「#FufuritsuOUT」
Joined June 2015
- Tweets21.9K
- Following165
- Followers45
- Likes93.8K
Pinned Tweet
Aku sudah ikhlas atas apa yang akan terjadi, jadi jika memang sudah waktunya tolong disegerakan kalau memang belum tolong dikuatkan.
argo retweeted
Naaahhhh!!!!
Ada yg mewakili nih
Woiii Ky... Dapat salam dr masnya... 😏
Ga miris tuh smp sodara yg Di luar negeri aja risih sm cangkem loe?!
Makasih mas, udh sangat mewakili.
Tepuk tangan buat masnya dah 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Lagian aneh banget, anak mudanya lebih melek politik kok malah disinisin. Kalau ga melek sejak dini, takut pas tua malah kaya kalian, gampang kemakan janji palsu, disetir konten pencitraan, sama serangan fajar.
argo retweeted
"gw cewe, gw ngopi, gw baca buku, gw mens, gw jg beli pembalut. tapi gw gak berisik"
GOOD FOR U DEHH!!!!!! KALO MASIH ADA CEWE YANG BERISIK BERARTI MASIH ADA CEWE YANG PUNYA EMPATI!!!
argo retweeted
1.800 buat grebek kampung narkoba
14.000 buat ngehadang mahasiswa
jadi mahasiswa lebih berbahaya daripada kampung narkoba 😹
argo retweeted
Dapat informasi katanya Karhutla uda terjadi dari tahun 80an dan dianggap hal biasa, tapi kenapa ga mikirnya dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan harusnya bisa lebih dikurangi bahkan di stop ga sih? Bukan malah jadi hal yang dianggap biasa.
argo retweeted
"laki laki aja ga marah tuh harga rokok dinaikin, giliran pembalut dipajakin teriak teriak dimiskinkan pemerintah"
TF ARE U SAYING??!!! MEROKOK ITU PILIHAN BUKAN BASIC NEEDS, MENSTRUAL IS OUR BIOLOGICAL PHASE YAAA SHIBAL!….
argo retweeted
Sila kedua bukan pajangan konstitusional. Ia adalah tanggung jawab moral yang semestinya hidup dalam setiap kebijakan.
#INDONESIASADAR
argo retweeted
TURUT BERDUKA CITA ATAS BUNGKAMNYA MEDIA MASA🥀
3.560 KORBAN MENINGGAL AKIBAT KEBAKRAN HUTAN DAN LAHAN🥀💔
Thank you, Al Jazeera, for bringing this heartbreaking news to the world's attention.
argo retweeted
Publik itu pernah "ditipu" Polisi ketika seorang Kapolrestabes beserta jajarannya memberikan keterangan pers, menampilkan berbagai sajam hingga celurit yang panjang berwarna merah.
Kapolrestabes itu bilang bahwa salah satu anggotanya, Robig, hendak melerai tawuran antara Geng Seroja dan Geng Tanggul Pojok.
Robig diklaim diserang sehingga melepaskan tembakan dua kali untuk membela diri.
Jajaran Polisi, bersama Kapolrestabes itu, juga menampilkan rekaman kelompok remaja membawa celurit serta mengamankan senjata tajam sebagai barang bukti.
Saya akhirnya menonton video yang diunggah @TirtoID, sebuah rekaman CCTV yang ditemukan keluarga di depan Alfamart Jalan Penataran, Ngaliyan, Semarang.
Robig berhenti di jalan, mengadang tiga motor yang melintas, lalu menembak. Tidak terlihat tawuran atau pengacungan senjata tajam ke arahnya pada detik-detik penembakan.
Bahkan Robig terlihat sempoyongan dan sempat jatuh. Pengaruh alkohol? Polisi lagi-lagi membantah bahwa anggotanya ini dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan.
Memang, sejauh berita yang saya baca, tidak ada tes urin waktu itu. Akan tetapi, ketika Robig mau dipindahkan ke Nusakambangan, ternyata dia positif memakai narkoba.
Nah, siswa SMK yang ditembak Robig itulah yang dituduh Kapolrestabes itu sebagai anggota geng yang sedang tawuran. Namanya Gamma, dan pernah ada keramaian untuk menuntut keadilan untuk Gamma dengan tagline: Gamma Dibunuh Polisi.
Bayangkan jika tidak ada CCTV waktu itu? Bayangkan pula jika @TirtoID (maaf, saya hanya tahu dari @TirtoID, ya) tidak menyebarkannya? Bayangkan jika yang bersuara hanya polisi saja?
Tentu Gamma "dibunuh" dua kali. Pertama, dibunuh oleh Robig yang sempoyongan itu. Kedua, "dibunuh" narasi Polisi.
Peristiwanya masih terbilang baru, persis dua tahun lalu, di bulan yang sama, yaitu November 2024.
Kalian tahu nasib Kapolrestabes itu? Setahun kemudian, pada akhir 2025, ia naik pangkat menjadi Brigjen dan dipindahkan ke posisi Widyaiswara di Sespim.
Jadi, dari Kapolrestabes Semarang yang "menangani" penipuan kasus itu, kariernya justru naik ke jenjang perwira tinggi di lingkungan pendidikan Polri.
Maka ,wajar pasca pesantren di Sukoharjo digrebek Polisi (tengah malam dengan laras panjang!), banyak orang akhirnya tidak percaya. Kendati Kapoldanya memberikan keterangan pers bersama wakil gubernur yang tidak lain adalah putra kiai.
Saya juga tidak percaya. Lawong dalihnya cuma "tidak terdaftar di Kemenag". Sementara dalih pencarian DPO, yang tahu cuma Polisi.
Kasus Gamma juga yang tahu Polisi. Beruntung saja ada CCTV.
BEBASKAN MAHASISWA YANG DITANGKAP !!! BANTU REPOST
Budiman mingkem dikasih faham sama Fathimah.
Bayangin aja, janji kampanye disebut sebagai kewajiban konstitusional, sementara yg tercantum dalam UUD 1945 justru diabaikan.
Sudah jelas, 5 tahun dalam 1 periode tidak akan cukup. Makanya, lebih utama menunaikan kewajiban yg ada di UUD 1945 saja.
Budiman oh Budiman, malah jadi medioker di hadapan Fathiman.
Argumen Budiman sangat lemah. Mudah sekali dikunyah oleb Fathimah.
cc:kin.telbuwek



























