Pinned Tweet
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠᅠᅠᅠᅠ𝐑̹͈̦̈̓̏̀𝐎͈̩̜̩́̈̍𝐌̛̤̐͒̒𝐀̏̈́͒̐𝐍̤̤̹̈̎́̇ 𝐏̦̋̋̓̍̀𝐈̖̦̦̔́̈̀̏𝐂̤̖̖̈̋̈́̏𝐈̛̦̀́́𝐒͈̹̦̍͒𝐀̛̤̜́̀𝐍̗̣͒̀̇͒̓
Sajak-sajak tua berparade melintasi halimun purba nan tak berdaya terpasung penantian.
Kisah-kasih, dongeng MAHA MULIA, tertelan naifnya zaman.
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Memang dalam sekarat yang mendadak datang ini daging-daging tak mampu menahan lebih banyak sakit, dingin yang menusuk masuk jua menjadi tak tahu diri. Namun, bagaimana mungkin engkau mengetahuinya? Mengetahui lirih yang hanya kutitipkan pada sunyi.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
RANUM HAWA. retweeted
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Kutuntun ragamu untuk melekatkan diri pada sepotong kain penghangat ini. Kira-kira mulai dari tangan kanan menuju tangan kiri.
"Hujannya udah terlanjur besar, lo kompres dulu aja sampai agak mendingan. Gue tungguin, kok."
@Timajat
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
RANUM HAWA. retweeted
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
"Sebentar," cegahku ketika kau hendak beranjak dari ranjang itu. "Sebentar dulu."
Aku lepaskan sebentar genggamanmu, Hawa. Biar tangan ini membawa sesuatu yang bisa redakan sakitmu itu karena khusus untuk yang satu ini aku tak bisa berbuat banyak
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
RANUM HAWA. retweeted
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ketika kenyataan bahwa aku belum cukup mampu untuk menjadikanmu sebagai gadisku dan aku belum cukup mampu menjadi Adam untuk seorang Hawa sepertimu.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
RANUM HAWA. retweeted
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Walau aku bukan Adam, Hawa. Tapi aku mengerti mengapa ia rela dikeluarkan dari surga karena aku pun sudi memindahkan langit ke bumi, bumi menuju kehancurannya hanya demi engkau. Inilah sihir yang mengukutukku, membuat batinku kian menderita
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
untuk bersamamu. Hal-hal yang menyusahkanmu sejatinya di luar kendaliku. Kadangkala, mengoyak hancur naskah buatanku.
Aku menoleh, hujan memang masih begitu setia memahat jendela. Rintik-rintiknya dihempaskan sebagai air mata langit nan bermuram.
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Dan semoga kau terjaga dari muramnya ia, @Wajaranah. Semoga yang memenuhi hatimu hanya ketenangan dan kebahagiaan. Biar badai yang gaduh hanya memenuhi inti jiwaku.
"Yuk, pulang. Nanti keburu sore terus hujannya makin besar."
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Kak Nawang pastiiii cucu kesayangan, ya? Kegemarannya... tidur! Hehehe. Pokoknya aku suka dan cinta mati sama kasurku.
Oh iya, aku Ranum Hawa, Ranum. Salam kenal, Kakak!
ᅠᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
Replying to @TamagoPost
️️ ️️
️️
️️
️
Nawang Wulan, 2002.
Gemar mendengar cerita pewayangan dari eyang kakung.
Calon kawan, punya kegemaran?
️️ ️️
️️
️️
️️













