Matt Rodjack retweeted
Ini Indonesia, Bung. Bukan negara bapaknya Jokowi.
Gerakan tolak Jokowi di seluruh Indonesia.
Jokowi koruptor OCCRP.
Jokowi perusak hukum.
Jokowi gunakan ijazah palsu untuk nyapres
#2026GibranGameOver
#2026GibranGameOver
Matt Rodjack retweeted
Satu alasan mengganjal, apa alasan Fufufafa tidak melanjutkan ke A level, tdk masuk JC, IB, atau politeknik yg menjadi variasi umum bagi anak-anak di Singapura setelah menyelesaikan O level?
Tapi memilih ke UTS Insec ?
Sy jelaskan, ada banyak kemungkinan. Namun, kemungkinan besar ini terkait dengan “passing grade” atau kapasitas intelektual ybs. Karena untuk masuk A level (jalur yg dipakai utk mendapat bachelor dan inilah yg paling mendekati setara SLTA persyaratannya salah satunya TOEFL tinggi) atau jalur lain, nilai di O level sangat menentukan meskipun lulus. Ya istilahnya, mau masuk sekolah favorit tentu ada bar grade yg harus mencukupi. Apakah berarti gampang ke UTS nya dan ‘kapasitas’ Fufufafa cukup? Belum tentu, karena UTS Inset hanya program persiapan, jadi hanya pakai O level saja tak masalah karena nilai tdk menjadi acuan, karena yg akan jadi acuan adalah setelah rampungnya program foundation/pathway itu. Nah dari Hakim Saldi Isra kita mendengar ada nilai nilai Fail, meski ada HD dan D dari transkrip nilai. Di sinilah letak alasan Fufufafa kembali lagi ke Singapura, lagi-lagi terbentur dgn kapasitas intelektualnya dan gagal masuk UTS yg mana mgkn tidak ‘menerima’ nilai nilai Fail (untuk mendapatkan Bachelor). Terus kok bisa ke diploma di MDIS?
Bisa, di Singapura, jika usia sudah mencukupi (kemungkinan Fufufafa 20an tahun) modal O level saja cukup. Jadi jeda 1-2 thn ini dianggap gap year, dan sekolah spt MDIS, SIM, Kaplan atau private education dll ‘tidak butuh syarat lain’ selain O level, usia cukup, dan tentu saja duit🙏. Nah di sinilah kemudian Fufufafa mendapatkan angin surga untuk mengkarbit kapasitas intelektualnya. Di titik inilah, 10 tahun kemudian, riwayatnya yg ‘hilang’ selama 2 tahun dipertanyakan, mana ijazah mu? —— setara SLTA nya ia pakai loncat2 itu.
Namun satu hal yg ganjil adalah, tidak ada—-hingga sekarang, satu pun orang Indonesia yg bersaksi pernah ‘berinteraksi’ dgn Fufufafa dalam rentang waktu 2007-2010 saat dia menyelesaikan program adv diploma + bachelor. Padahal, saat itu dia anak seorang walikota yg jaya-jayanya. Tidak perlu satu kelas pun, anak-anak Indo disana biasa muncul saat solat Ied, natal, 17 an, atau sekedar main futsal, makan bareng usai jumatan, dan saling mengenal satu sama lain atau paling tidak mendengar bisik-bisik oh ada anaknya pejabat itu dll. Istilahnya ‘ngeblend’. Selesai program sekolah pun, biasanya mereka lapor ke KBRI (untuk mendapatkan surat keterangan yg dibutuhkan untuk misalnya penyetaraan) atau ya sekedar main aja ke KBRI lah. Itu kan ‘rumah’ kita selama di luar negeri. Pamit gitu sama mas dan mba local staff di sana. Yaaa istilahnya unggah-ungguh lah.
Tapi dimana Fufufafa?
Pembelanya pasti akan jawab: Ooh tentu saja Fufufafa selama sekolah belajar terus di kamar, di perpustakaan, menyiksa diri agar mendapatkan nilai ujian terbaik.
Tapi jika melihat perangainya, gaya komunikasinya, jawaban kemungkinan besarnya: ia kuper, di kamar terus, buka laptop, lalu masuk akun Kaskus dan melakukan hobinya: membully.
Inilah, kegiatan satu-satunya org bernama Fufufafa selama sekolah. Ya … karena memang kapasitasnya serendah merisak dan merundung orang.
Gibran tidak naik kelas saat SMP makanya pindah ke Singapura, nilai bahasa inggrisnya juga dibawah 50.
Bukannya pindah ke daerah lain agar bisa naik kelas, malah pindah ke negara yang kesehariannya gunakan bahasa inggris, jadi bertakon-takon, benarkah dia juga lulusan SMP, atau hanya surat keterangan perna sekolah?
Matt Rodjack retweeted
BREAKING!
Mulai ada pergerakan pemakzulan wapres di DPR
Diinisiasi oleh Tony Tesar dari Nasdem
Matt Rodjack retweeted
Terima kasih Yang Mulia Para Hakim @officialMKRI. Meski kami kecewa putusan kalian yang menolak gugatan keberadaan dan keabsahan ijazah atau sejenisnya Sdr @gibran_tweet yg membuatnya jadi Wapres, namun bangsa ini akhirnya tahu SECARA SAH DAN MEYAKINKAN bahwa dia telah BERBOHONG memiliki ijazah SMA sbg syarat pencalonannya sbg Cawapres saat itu. Dan kepada anak-anak bangsa, catatlah hari ini sbg hari pembuktian bahwa kebohongan yang sempurna sekalipun akan terbongkar pada saatnya. @prabowo @DPR_RI @mprgoid
Matt Rodjack retweeted
Akhirnya terjawab kekepoan saya koq bisa gak punya ijazah SMU tp kuliah S1.
Nah kan... @officialMKRI @InaLiem @dennyindrayana
Matt Rodjack retweeted
Klarifikasi Mantan Penyidik KPK @KPK_RI Tentang Kasus Hukum @dennyindrayana Yg Ramai Diperbincangkan.
Matt Rodjack retweeted
Terima kasih Pak Ridwan Sank atas usulannya. Saya hanya sekrup kecil dalam ikhtiar besar ini. Semoga ada kekuatan bersama yang bisa membantu mewujudkan usulan tersebut.
Silakan semua membantu tulisan apik dari Pak Ridwan Sank di atas. Mari bersama berjuang melaksanakannya.
Salam Integritas!
INILAH USULAN STRATEGI UNTUK PROFESSOR DENNY INDRAYANA, AGAR MK MENDISKUALIFIKASI GIBRAN
Oleh Ridwan Sank (Founder Niteni Serat Diri)
Sobat, saya bukan penasihat hukum Profesor Denny Indrayana. Saya bukan bagian dari tim kuasa hukum pemohon. Saya bahkan tidak mengenalnya secara pribadi. Tapi sebagai founder ilmu Niteni Serat Diri, saya membaca tanda-tanda esoterik. Dan saya melihat satu hal yang belum dilakukan oleh siapa pun dalam gugatan ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi ini: strategi yang benar-benar menusuk jantung persoalan, bukan hanya menyentuh kulitnya. Maka izinkan saya menyampaikan usulan ini, bukan untuk menggurui, tapi sebagai pembaca tanda esoterik. Karena yang kita hadapi bukan sekadar sidang hukum biasa. Yang kita hadapi adalah pertarungan antara kebenaran dan kekuasaan.
Pertama, hentikan strategi menyerang dari luar. Mulailah membangun dari dalam. Selama ini, gugatan ini bergerak dengan logika hukum: KPU melanggar, Bawaslu dilarang, ijazah tidak sah. Semua itu benar. Tapi MK bukan pengadilan biasa. MK adalah mahkamah konstitusi yang pertimbangannya tidak hanya yuridis, tapi juga sosiologis dan filosofis. Maka Denny harus mengubah pendekatan. Bukan lagi bertanya "apakah KPU melanggar?" Tapi bertanya: "Apa dampak dari pembiaran ini terhadap masa depan demokrasi Indonesia?" MK harus melihat bahwa membiarkan cacat ijazah ini berarti membiarkan preseden bahwa syarat konstitusional bisa dilanggar oleh kekuasaan. Itu bukan pelanggaran administratif. Itu ancaman terhadap konstitusi itu sendiri.
Kedua, libatkan kekuatan akademik secara masif. Profesor Denny adalah akademisi. Ia punya jaringan di kampus-kampus. Maka dalam 14 hari ke depan, ia harus menggerakkan amicus curiae , sahabat pengadilan dari para guru besar hukum tata negara, pakar pendidikan, dan tokoh masyarakat. Bukan satu atau dua orang. Tapi puluhan. Ratusan. Karena MK tidak bisa mengabaikan suara kolektif para ahli. Ketika 100 guru besar menandatangani pernyataan bahwa cacat syarat ini serius, MK akan berada di posisi yang sulit untuk menolak. Bukan karena tekanan. Tapi karena kebenaran yang disampaikan secara kolektif adalah kekuatan yang tidak bisa dibendung.
Ketiga, gunakan momentum Harvest Moon dan pergantian bulan. Sobat, ini terdengar mistis. Tapi dalam ilmu falak, ada momentum yang tidak bisa diabaikan. Tanggal 26 September 2026 adalah Harvest Moon, purnama terdekat dengan ekuinoks. Ini adalah waktu ketika getaran alam mencapai puncaknya. Saya tidak menyarankan Denny memakai kekuatan gaib. Tapi saya menyarankan ia memilih momentum yang tepat untuk menggelar konferensi pers besar-besaran, mengumumkan pembuktian baru, atau mempublikasikan temuan tambahan. Karena publik akan lebih sensitif, lebih terbuka, dan lebih mudah tergerak pada momentum-momentum tertentu.
Keempat, siapkan "bom waktu" kedua. Dalam 14 hari ini, Denny harus memastikan ada satu pengungkapan baru yang belum pernah dibuka. Misalnya: siapa pejabat Kemendikbud yang menandatangani Surat Keterangan Penyetaraan dalam 24 jam? Siapa yang memerintahkan percepatan? Siapa yang mengubah norma PKPU 19/2023? Jika satu nama saja bisa diungkap, dan jika orang itu bisa dihadirkan di persidangan, maka gugatan ini bukan lagi soal administrasi. Ini soal pidana. Dan MK tidak bisa mengabaikan pidana yang terselubung di dalam gugatan konstitusi.
Matt Rodjack retweeted
Untuk warga X kami dari org Kalimantan minta tolong di up di setiap pemberitaan yg kami posting karna itulah yg terjadi sekarang ini.
KAMI CAPEKKKK kasian petugas pemadam sampai bbrp org yg meninggal 😭🏳️
Matt Rodjack retweeted
Sempat Terpisah! Bayi Orang Utan langsung Peluk Erat Induknya saat Diselamatkan di Tengah Karhutla
Di tengah karhutla yang melanda Desa Medang Sari, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, induk orang utan yang diberi nama Sari memeluk erat anaknya sambil bergelantung di salah satu pohon tandus.
Saat diselamatkan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun bersama mitra Orangutan Foundation International (OFI), induk orang utan itu sempat terpisah sebentar dari anaknya yang bernama Sara.
Tak berselang lama, tim membawa Sara kepada induknya. Sara langsung memeluk erat induknya dan tidak mau melepaskannya. Di tengah habitatnya yang hangus terbakar, sang induk tetap menjaga bayinya meski sang induk harus menahan rasa sakit akibat luka bakar pada kaki dan tangannya.
Saat ini bayi orang utan yang berusia sekitar 1–2 bulan itu dan induknya berada di Klinik Orangutan Care Center & Quarantine (OCCQ) untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Naskah & Editor Video: MI/Nike Amelia Sari
#orangutan
#karhutla
#rescueorangutan
#indukorangutan
#asapkarhutla
Matt Rodjack retweeted
Kalau cerita soal “banting setir” mungkin Ricky Elson salah satu yang cukup gila.
Udah mapan kerja di Jepang, malah balik buat bantuin pemerintah Indonesia, trus lanjut jadi peternak.
Matt Rodjack retweeted
Senayan City kalau nggak transparan soal kejadian mbak-mbak disaduk pria berkemeja hitam pas antre Bakso afung, berarti sebagai mall elite dia ga bisa ngasih jaminan rasa aman nyaman ke pengunjungnya. Mari kita lihat gimana mereka bertindak.
Akbar Faizal menyoroti kunjungan kerja Wapres Gibran Rakabuming Raka di sebuah SPBU yang ada di Palangka Raya. genpi.co/polhukam/288566/3-k…
Matt Rodjack retweeted
Kepada Sdr Wapres @gibran_tweet, berkunjung ke lokasi problem spt dalam video ini sama sekali tak membantu. Ini gaya politiknya Bapakmu. Anda khan milenial. Masak gini? Kuajarkan caranya: Panggil Menteri @KementerianESDM, Kapolri, Menteri @KemenkeuRI dan K/L terkait. Tanyakan, Kenapa masalah ini berulang, apa jalan keluarnya, dimana hambatannya, siapa bertanggungjawab apa, mana skala prioritas, dll. Lalu, buat skenario jangka pendek sambil merancang skenario menengah panjang. Lalu laporkan ke Presiden. Kawal skenario dgn ketat. Jika berhasil, jadikan skenario baku jika peristiwanya berulang. Jika gagal, cari cara baru. Reaksi yg cepat harus diutamakan sebab warga makin tersiksa. Catatan: jadikan kejadian ini bahan utk mengukur kinerja menteri. Usulkan ke Presiden utk ganti menteri gombal. Begini cara Wapres yg bisa membantu. Berkunjung tanpa agenda penyelesaian spt ini hanya menyenangkan kelompok pendukung Anda yang tak sabar menunggu 2029.
Matt Rodjack retweeted
Tega bgt mobil ugal-ugalan di pik 2 nabrak ojol tapi kabur.
Bantu viralin biar cepet ketangkap🙏
Matt Rodjack retweeted
Ada gerakan baru untuk melawan MBG!
“GERAKAN BAWA BEKAL KE SEKOLAH”
Dari Buruh Perempuan, mereka mengajak ibu-ibu untuk menyiapkan bekal untuk anak-anak mereka supaya tidak perlu mengonsumsi menu MBG di sekolah supaya terhindar dari keracunan.
Apakah gerakan ini akan berhasil dan menjadi tren nasional?
Matt Rodjack retweeted
Ayo Warga Slipi Petamburan, Pal Merah Dan Tanah Abang, Ormas Pro Demokrasi Dan Driver Ojol yang Menjadi Korban Pemukulan Serta Anak STM Dan SMA Bersatu Kawal Para Pendemo Lindungi Mereka Dari Intimidasi Ormas Preman GRIB JAYA
#Demo RUU Perampasan Aset DPR RI #WargaJagaWarga































