Dipper retweeted
Replying to @intinyadeh
bangsattt yg bilang gegara udang kejunya diabisin si cewe siapahhhh wkwkwk
Makin OP telusuri soal sisi gelap festival danjiri di Jepang, makin banyak aja hal mengejutkan yang ditemukan.
Katanya, ada toko yang baru buka tapi langsung dimintai uang sponsor dalam jumlah besar. Kalau menolak, tokonya bisa dikucilkan warga setempat, bahkan sampai festival danjiri sengaja dibuat rusuh di depan toko buat mengganggu pelanggan.
Belum lagi praktik pemalakan di kalangan anak SMA dengan dalih uang sumbangan festival. Ada yang sampai berani buka loker orang, ngambil uang dari dompetnya, terus seenaknya bilang kalau uang itu sudah diambil buat hanadai alias sumbangan danjiri.
OP juga menyoroti kebiasaan minum alkohol di bawah umur yang katanya sudah dianggap biasa, sampai politisi pun tunduk sama petinggi danjiri demi mendapatkan suara pemilih. Saking kesalnya, OP sampai menyindir apakah masyarakat di wilayah Senshu memang mendidik anak-anak sejak kecil supaya kelakuannya mirip yakuza. Beberapa daerah yang disebut secara khusus adalah Izumiotsu, Tadaoka, Kishiwada, Kaizuka, Izumisano, dan Tajiri. Sementara itu, Kumatori disebut-sebut masih lebih baik.
Hmm menurutku klo memang benar terjadi, ini udah bukan sekadar masalah tradisi yang kebablasan, tapi udah menyangkut pemerasan, intimidasi, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Tradisi seharusnya jadi sesuatu yang dibanggakan dan diwariskan, bukan dijadikan alasan buat memaksa orang lain, apalagi sampai merugikan masyarakat. Jangan sampai sesuatu yang katanya demi menjaga tradisi malah dipakai buat melindungi perilaku buruk dari generasi ke generasi 😮💨
Dipper retweeted
Bayi berinisial A yang masih berusia 24 hari meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.10 WIB setelah tiga hari menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
“Bayi tersebut tiga hari di rawat di RSUD Dr. Soetomo. Pasien bayi tersebut meninggal dunia tadi pagi pukul 07.10 WIB. Kami turut berduka cita mendalam kepada pihak keluarga atas meninggalnya pasien bayi tersebut,” kata Adin Niken Humas RSUD Dr. Soetomo, Minggu.
Calista, pihak keluarga bayi A, mengatakan bayi tersebut sebelumnya mengalami demam. Menurutnya, nenek bayi diduga memberikan telur mentah dengan harapan dapat menurunkan demam, tanpa sepengetahuan ibunya.
“Mungkin kepercayaan dia ya, kalau dikasih telur mentah bisa turun demamnya. Padahal ya harusnya kan dikasih obat ya. Cuma namanya orang itu pasti ada hal-hal mitos yang mereka percaya dan masih dilakuin sampai sekarang,” katanya dihubungi suarasurabaya.net.
Bayi A sempat dibawa ke Puskesmas. Karena kondisinya belum membaik, bayi kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit di Waru, Sidoarjo. Dari keterangan keluarga, pemeriksaan di rumah sakit itu menemukan kondisi serius pada usus bayi hingga harus menjalani operasi.
Setelah itu, bayi A dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapat perawatan intensif di ruang NICU.
“Rujukannya sempat penuh. Nah, ibunya ini minta tolong buat di Thread dengan harapan dapat ruang NICU. Akhirnya dapat ruang NICU. Tadinya mau ke rumah sakit lain, tapi ternyata di RSUD Dr. Soetomo dapat karena bantuan dari Wakil Gubernur Jatim,” jelasnya.
Calista menyebut selama dirawat, bayi masih membutuhkan penanganan intensif, termasuk transfusi darah berulang kali.
Setelah tiga hari dirawat, bayi A meninggal dunia pada Minggu pagi.
Hingga berita ini ditulis, dugaan pemberian telur mentah dan kondisi medis bayi berasal dari keterangan keluarga. Belum ada keterangan medis, termasuk dari RSUD Dr. Soetomo, yang menjelaskan hubungan antara pemberian telur mentah dan kondisi bayi hingga meninggal dunia.
Baca selengkapnya di suarasurabaya.net
#newSS
Dipper retweeted
Yang pernah bikin kliping covernya ada garis tiga juga mulai dijaga ya persendiannya
Dipper retweeted
Ada orang salah kirim uang 50rb ke shopee-pay gw semalem. Real, bukan scam confirmed.
Bapaknya salah kasih nomer ke alfamart buat dikirim ke anaknya, buat uang makan.
Yaudah gw balikin semalem. Terus 2 nomor bilang terimakasih krn udh dibalikin.
Dipper retweeted
💔😭
Innalillahibwainna ilaihi rojiun.
Murid SD di Pemalang MD setelah dipukul dan ditendang kakak kelasnya 🥀🥀🥀
- Korban: MHAQ (7), murid kelas 2 SD Negeri 01 Kebondalem, Pemalang
- 3 terduga pelakunya merupakan kakak kelasnya sendiri, murid kelas 5 dan 6
- Korban sempat mendapat perawatan di RSUD selama 9 hari, namun wafat pada 30/9/26
- Setelah mendapat perawatan di RSUD, korban memsng sempat diperbolehkan pulang, namun keadaannya semakin memburuk. Saat mau dibawa balik ke RS, korban wafat
- Sebelumnya, korban mengaku dipukul pada bagian perut dan ditendang menggunakan sepatu
- Keluhan korban: sakit perut, muntah", BAB berdarah, serta kesulitan makan dan buang air.








































