
@glrhni
iAccount based inIndonesia
About this account
- Account based in
- Indonesia
- Connected via
- Indonesia App Store
Account-level information from X, not a live location or the device used for a specific post.
I'm a great liar. And if I tell you that I'm being honest about it, would you believe me? | He/Him/His Majesty
Between those li(n)es.
Joined April 2010
- Tweets128K
- Following2.1K
- Followers55.5K
- Likes8.6K
Pinned Tweet
There's bright side of becoming a parents. Say, you got unexpected responses/questions/statements. And here's what I got from the boys.
Galileo retweeted
Semakin yakin bahwa sebagian yang menyerang Budi, even di permasalahan KS ini itu pihak-pihak yang secara kurang ajar lebih berfokus ke balas dendam atau ke rasa senang akan kejatuhan. Ini orang saja malah fokus ke gotcha moment dangkal.
Replying to @vaneloody @BudiBukanIntel
Wkwkwk budi kemakan arti kata consent. Makan tuh consent, bisa backfire kan? Feel betrayed? Itulah kelemahan consent yg kalian puja2 itu. Pada saat itu sih consent, besoknya “hmm kayaknya yg kemarin ga jadi consent deh”
Rabbi. How did you get those questions always on point? Mind sharing us your sources?
Hey @Grok, concise, no spin.
Did an 𝗙𝗕𝗜 𝗥𝗘𝗣𝗢𝗥𝗧 on the 𝗙𝗜𝗩𝗘 𝗗𝗔𝗡𝗖𝗜𝗡𝗚 𝗜𝗦𝗥𝗔𝗘𝗟𝗜𝗦 detained on 9/11 record a 𝗪𝗜𝗧𝗡𝗘𝗦𝗦 claiming they said:
“Give us twenty years and we’ll 𝗧𝗔𝗞𝗘 𝗢𝗩𝗘𝗥 your media and 𝗗𝗘𝗦𝗧𝗥𝗢𝗬 your country”?
Yes or No only
Saksi Yehovah.
Honestly speaking, secara keimanan, mereka ini lebih dekat ke Islam dibandingkan Kristen. Kenapa? Karena buat mereka, Yesus hanya sebatas nabi dan mesias, bukan Tuhan. Saksi Yehovah tidak menganut Trinitas dan by definition, ya bukan Kristen.
Lebih mudah bagi teman-teman Muslim untuk berdialog dengan mereka karena tujuan SY ini umumnya adalah untuk meyakinkan orang bahwa Yesus bukan Tuhan. Sudah ada common ground jadi harusnya tak perlu takut.
Yang bisa berakhir debat panjang ya justru kalau bertemu dengan orang yang mengimani Trinitas. Bisa panjang itu. Been there done that.
SY ini bukan "Sales" Yesus. They are The Watchtower and they sometimes can be pain in the ass. Nyegatnya ga kenal waktu, ga kenal tempat. Nyebelin. 🫠
Galileo retweeted
Gara2 rame masalah kemiskinan struktural, gw jadi pengen ikutan cerita dan berpendapat.
Dulu kampung gw ada satu tetangga yg cukup deket sama keluarga gw. Kalau dilihat dari kondisinya, sebenarnya kehidupan kami nggak jauh beda, sama2 kismin 😭🙏🏻. Tapi ternyata kmi punya satu perbedaan pandangan. Yaitu tentang pendidikan.
Kebetulan, di keluarga mereka masih ada pemikiran, “Anak perempuan ngapain sekolah tinggi-tinggi? Nanti juga nikah, ngurus rumah tangga.” Dan ini bikin efeknya panjang banget. Karena dianggap pendidikan tinggi nggak terlalu penting buat perempuan, akhirnya sekolah anak perempuannya berhenti lebih cepat.
Nah, dari sini gw baru sadar, masalahnya bukan sekadar “dia nggak lanjut sekolah”. Ada persoalan gender juga di belakangnya.
Bayangin aje dah, belum apa2, pilihan hidupnya udah dipersempit duluan cuma gara-gara dia perempuan. Bukan karena dia nggak pinter, dia 3 besar terus kok, bukan karena nggak mampu, wong sekolah gratis kok sampe SMA, tapi karena keluarganya seolah2 bilang, “Segini aja cukup.”
Padahal menurut gw, pendidikan itu kan bukan cuma urusan dapet ijazah terus pajang gelar di belakang nama. Pendidikan bisa ngebuka banyak pintu juga itu, nambah skill, memperluas pilihan pekerjaan, memperbesar peluang punya penghasilan yang lebih baik, sampai bikin seseorang lebih mandiri secara ekonomi.
Kalau akses pendidikan perempuan dibatasi dari awal, menurt gw otomatis pilihan hidupnya juga bisa makin sempit. Pilihan kerja lebih sedikit, kesempatan ningkatin ekonomi makin susah, dan akhirnya ketergantungan ekonomi ke orang lain juga bisa makin besar. Nah, di sinilah pendidikan, gender, dan kemiskinan struktural nyambung.
Kadang orang gampang banget ngomong, “Ya kalau miskin tinggal kerja lebih keras.” Padahal kenyataannya nggak sesimpel itu, weh. Ada orang yang dari garis start aja jalurnya udah dibatesin. Kesempatan sekolah dibatasi, pilihan kerja sempit, akses buat berkembang juga nggak sebanyak orang lain.
Dan kalau terus kejadian, polanya bisa muter terus, anak perempuan kaga dapetin pendidikan yg cukup, pilihan kerja makin terbatas, penghasilan susah naik, kondisi ekonomi keluarga tetap terbatas, generasi berikutnya berisiko ngalamin hal yang sama.
Itulah kenapa pendidikan untuk semua gender penting banget. Bukan berarti semua orang harus kuliah setinggi-tingginya supaya dianggap sukses yak, Bukan itu poinnya. Poinnya adalah setiap gender harus punya kesempatan yang sama buat milih jalan hidupnya sendiri.
Mau lanjut sekolah, kerja, berkarier, berkeluarga, atau kombinasi semuanya, harusnya itu lahir dari pilihan dirinya sendiri, bukan karena dari awal pilihannya udah dipotong cuma gara-gara dia perempuan.
Karena kadang, cara paling kuat buat mutusin rantai kemiskinan bukan cuma ngasih bantuan uang, tapi ngasih kesempatan. Dan salah satu kesempatan terbesar itu adalah pendidikan.
Tapi sayangnya ya tau sendiri lah sekarang….
The baby died. Gw baru baca tadi dari akun tante dan mamanya. The baby died because of ignorance. The baby died.
YAALLAH ASTAGHFIRULLAH BAYI 24 HARI DI CEKOKIN TELUR MENTAH SAMA NENEK NYA A.K.A MERTUA
guys minta tolong doain supaya adik bayi bisa bertahan, kondisi nya sekarang sudah masuk NICU dan kabar terakhir mau di pasang cvc, katanya doa dari 40 orang insyaAllah terkabul
semenjak jadi ibu, kalo ada berita sensitif soal bayi, ikut sakit hati banget yaAllah😭
I have never seen a man called Lil' Dick and proud of it.
You got no shame but the dick size.
A fat man called himself FAT JOE.
A skinny ugly man called himself SNOOP DOGG.
A FAT street dude called himself
NOTORIOUS B.I.G.
A small man called himself LIL WAYNE.
Feminists have called us rape apologists, INCELS, misogynists, rapists, predators, abusers, creeps...
And you think calling men "MALES" is going to piss us off? lol.
Men invented body positivity.
You cannot shame the shameless, my dear.
Galileo retweeted
"bini lo awet muda"
Lah iya dong, kan anak2 gue gak fatherless
Teori dari mana? Penelitiannya udah banyak.
Nyari di google dengan keyword: "women high domestic burden stress aging" lo akan nemu banyak hasil riset. Salah satunya ini:
pmc.ncbi.nlm.nih.gov/article…
Mengisi kepala. Selama di perjalanan pulang dari kantor ke rumah cukup untuk dengerin audio book atau video YouTube.
Sesampainya di rumah, cuci muka, duduk lalu minta semua anggota keluarga menceritakan hari mereka.
Gw berharap perempuan juga berani mengambil langkah seperti ini ketika diselingkuhi oleh pasangannya.
terus kalo ada cewek bo diperkosa, berarti boleh gitu maksud lu? paham consent ga si amjir?!
even suami maksa istri berhubungan seksual, tanpa consent dari istrinya, itu tetep pemaksaan seksual. nikah ga berarti tubuh perempuan jadi hak mutlak suaminya.
TUBUH KITA BUKAN MILIK SIAPAPUN!
heran deh gue, bahas pelaku pemerkosaanpun malah sibuk nyari perempuan mana yg bisa disalahin.
POKOKNYA SEMUA PEREMPUAN DISALAHIN KECUALI PELAKU, DONGO!
Replying to @avoccdo
Kak, di x kayaknya lebih banyak cewek yang open BO deh, lu ceramahin merekaaja dulu
Galileo retweeted
(((Ada orang Thai)))
Red Bull itu brand Thailand aslinya kakakkkk
Nama aslinya Krating Daeng, lahir dan berkemnang di Thailand, saat ada businessman Austria datang ke Thailand dan merasakan greng, dia meminang Krating Daeng untuk dipasarkan secara International dan dinamai Red Bull (terjemahan nama aslinya).
Saat joinan buat Red Bull International dan formila sedikit disesuaikan
Yoovidha keep 51% (Chalerm udah gen 2, foundernya Chaleo Yoovidha dah meninggal)
Partner orang Austria sdh meninggal juga namanya Dietrich Mateszith (mkn salah spelling) keep 49% skr diwarisin anaknya Mark
Bener. Kalau baru shortlisted di level HR, cukup online aja. Toh selama interview tidak akan banyak pertanyaan teknis yang ditanyakan.
Kalau sama user, ya wajar kalau ada yang minta offline. Biasanya diminta offline ya untuk check chemistry antara kandidat dan user. Ini krusial banget, makanya kalau udah begini kadang ada kandidat yang skillnya dewa tapi ga keterima karena ga ada chemistry sama user.
Beberapa recruiter di perusahaan besar udah menerapkan model gini kok. Semoga nanti semua perusahaan bisa menerapkan gini.
100% agree, interview onsite kalo masih step 1/2 kalo bisa hindarin deh.
Kalo final interview boleh bgt.
Paling asik itu interview kerja remote, full online, kalo ada onsite interview pun biasanya interview tahap akhir.
Jadi efisien secara cost and time.
Please hrd kalo bisa yaa online ajaa jaman skrg mah, kasian soalnya.





























