Adit (@yourfavemeat) header
Adit (@yourfavemeat) profile picture

A decent reader | A bashful speaker | A great listener | An unpredictable writer | An informative story teller~ πŸ”ž

Houston, TX
Joined November 2025
Photo by Adit (@yourfavemeat)Photo by Adit (@yourfavemeat)Photo by Adit (@yourfavemeat)Photo by Adit (@yourfavemeat)Photo by Adit (@yourfavemeat)Photo by Adit (@yourfavemeat)Photo by Adit (@yourfavemeat)Photo by Adit (@yourfavemeat)Photo by Adit (@yourfavemeat)Photo by Adit (@yourfavemeat)
"Kutempuh sebelas ribu kilometer Menyusul dirimu Yang pernah berjanji pulang kepadaku Setelah menyelesaikan urusanmu Kutekatkan diriku Meski belum pernah merasakan dinginnya minus satu Masa tidak ditemui Aku nekat hanya ingin melihatmu Terpisah benua negara orang Menggapai cintamu rasanya sudah tak mungkin..."
20
7
1
186
35,276
Pas kecil mamah selalu pakein piyama sebelum aku tidur. Sekarang udah gede tidur telanjang bulat kek anak lutung.
9
4
51
2,557
(Terapis Pijat) Pak Syarif -part 2 TW, CW// πŸ”žπŸ³οΈβ€πŸŒˆ "Nu, cepet banget itu bicep udah gede aja. Gym dimana?" Aku ngomentarin story WhatsApp Wisnu. Dia salah satu temen baik tapi ngokop. Udah, jangan ditanya ya gimana ceritanya aku punya temen baik tapi ngokop. "Di xxxxx gym a. Ini aku udah mampu beli whey sama creatin haha, dulu mah susah banget nambah gede." "Ikut lah, bisa harian kan?" Aku memang gak bisa member bulanan karna mobilitasku sangat tinggi. Pernah member di tempat gym lama bareng Wisnu, bayar sebulan, aku cuma datang sekali. Daripada rugi terus mending bayar harian. * * * Selang tiga hari, aku ngegym bareng Wisnu. Dia yang jemput aku katanya habis anter makanan titipan ibunya. Gym majapahit ini diisi sama monster-monster. Wisnu paling cupu. Salah, aku paling cupu. Badanku yang paling kurus dari semua yang datang pagi itu. Dia salaman sama beberapa member yang gak lagi main alat. Ada satu yang menarik perhatianku, dia lagi Chest Fly. Dengan singlet yang ia pake, aku bisa liat otot bahu, bicep lengkap sama tricepnya, otot dada, dan...putingnya keluar satu. Kayak gak asing...oh, Pak Syarif! Wisnu juga nyalamin pak Syarif dan langsung ngobrol lumayan seru. Anjing, suasananya langsung canggung antara aku dan pak Syarif. Sebenernya aku yang takut. Aku dan Wisnu berteman, dia pernah ngokop aku sekali dan aku bilang gak nyaman. Lalu aku pernah dipijet telanjang bulat oleh pak Syarif. Pokoknya aku gak mau mereka ngebahas aku nantinya. "Oh ini yang kerja di perumahan xxx itu ya? Temennya Wisnu?" Pak Syarif tanyanya dengan nada ramah. Tapi aku gelisah. Takut ketauan. Untung Wisnu langsung sibuk pemanasan. Aku gak jawab pak Syarif, cuma senyum sambil manggut. Selama gym, aku liat betapa menariknya pak Syarif. Di umur 36, ototnya masih kenceng banget, kulitnya lumayan bagus. Dan aku baru bisa liat dia seterbuka ini di gym. Waktu dia memijatku, dia masih pake kaos. Erangan dan desahan tiap dia angkat beban, hmmm, kebayang gimana kalo dia lagi sesi bercinta dengan istrinya, atau juga customernya. * * * "Kapan pijet lagi a?" Pesan pak Syarif ku terima satu jam setelah kami berpisah di gym. Aku bilang badanku masih enakan, jadi belum bakal pijet. Seminggu kemudian dia tanya lagi, aku memang masih belum pengen pijet. Jeda seminggu dia tanya lagi, karna aku masih belum mau dipijat di rumah kalo ada orang tuaku, aku tanya lah, "Di tempat pak Syarif bisa gak?" "Wah gak bisa, saya gak ada tempat." Sampai sebulan dari pijet pertama, ada momen orang tuaku pergi, hanya menginap semalam sih. Di rumah ada akang-akang karyawan papa, ada juga mbak yang biasa bersih-bersih, gak apa lah. * * * Adekku masih kerja di Timur Tengah, kamarnya kosong. Itu kamar paling kecil yang ada di rumah. Dan karna dia kerja di luar lumayan lama, AC di kamarnya dicopot, gak ada satupun yang mau tidur disana. "Sekarang di kamar aja pak, ada temen-temen kerja yang lain, gak enak kalo di ruang tengah." Walaupun akang-akang itu kemungkinan kecil banget lewat area situ, dan si mbak juga jarang mau kesitu kalo udah malem, aku tetep takut aja ketauan pijet telanjang bulat sama terapis yang gagah berotot. Ku nyalakan kipas, dan ku lepaskan kaos serta boxerku, aku telanjang bulat lebih percaya diri dari sebelumnya. Pak Syarif udah keliatan salah tingkah. Tapi dia lepas celana panjangnya tanpa ijinku dulu. Ada satu bonus...dia lepas kaos lengan panjang dan ia sisakan singlet item yang ngepas di badannya yang berotot. "Eh, gak apa-apa kan a saya mijetnya kayak gini?" Ia memastikan aku gak keberatan karna dari tadi aku gak lepas mandangin tubuh indahnya. * * *
(Terapis Pijat) TW, CW// πŸ”žπŸ³οΈβ€πŸŒˆ Rumah kosong, orang tua lagi di kampung, kakak udah pindah karna tinggal bareng istri dan anaknya, adek lagi ada di timur tengah saat itu. Emang sendirian di rumah bikin pikiran jadi ada-ada aja. Aku buka aplikasi hornet, ubah nama pengguna jadi "Cari Pijat", gak lupa dijelasin di bio "Pijat yang beneran enak ya bro bro ku sekalian" Sengaja gak aku pasang foto sama sekali supaya yang chat adalah terapis beneran atau orang yang punya informasi tentang terapis. Beruntung aku, gak lama ada beberapa chat masuk. Yang menarik adalah chat dari akun bernama 'Massage Lover', "Aku punya daftar terapis, mau?" Ia gak basa-basi. "Boleh, yang deket lokasi kita aja yak." Balasku. "Cari yang bisa dipake gak?" "Enggak, cuma butuh pijet beneran." Aku tegas. "Oh ya ada namanya pak Syarif, dia satpam di xxx, teman gymku juga. Punya istri. Normal, jadi gak kasih plus-plus. Ini nomornya, bilang tau dari xxx temen gym dia, biar dia gak bingung." Waktu udah hampir maghrib tapi aku chat aja dulu pak Syarif. Katanya dia bisa datang setelah isya. Oh, waktu yang tepat. Bisa minta sekalian scrub, abis itu aku langsung tidur karna gak ada rencana keluar rumah. 19.30, pesan dari pak Syarif ku terima. Dia udah sampai katanya. Ku suruh langsung masuk karna pintu gerbang gak aku kunci. "Saya gak berani buka pintu, boleh dibukain a?" Pesannya setelah beberapa saat ku dengar motor terparkir. Sopan juga beliau. Aku pakai singletku dulu supaya gak telanjang dada saat keluar. Aku shock, orang yang disebut 'Pak' ini ternyata bisa dibilang masih mas-mas, abang-abang, aa-aa. Potongannya beneran kayak satpam. Badannya beneran keliatan rajin gym. Wajahnya belum keliatan bapak-bapak sama sekali. Rambutnya juga hitam dan lebat, cepak, khas satpam. Karna aku cuma seorang diri di rumah, aku pijat di ruang tengah rumahku. Di depan tv ku pasang kasur lipat yang gak terlalu empuk. Aku gak suka kalau kasurnya terlalu empuk, badanku bisa amblas ketika ditekan. Setelah mencuci tangan pak Syarif bertanya apakah aku udah siap pijat. Aku gak jawab tapi langsung melepas singletku, meninggalkan boxer donker merk cole yang beli di matahari. Celana untuk tidur emang yang penting nyaman. Boxer ini enak banget dipake malam hari tanpa celana dalam. Baru dipijet betisku, aku langsung kegirangan, "anjir pijetnya enak banget" ucapku dalam hati. Naik ke paha, pak Syarif gak ragu buat memijat sampai ke pantat bagian bawah. Boxerku longgar, dia bisa dengan mudah masuk ke dalam sana. Aku tau dia gak sengaja, tapi sekitar tiga kali jarinya nyentuh kantung biji zakarku. Yah walaupun dia gak niat gitu, namanya laki-laki, apalagi homo, berdesir lah darahku. Naik lagi, kali ini dia tanpa risih mijet pinggang bawah sambil memelorotkan boxerku sedikit. Pantat bagian atasku kena. Dasar aku si eksibisionis, padahal dia gak kesusahan mijet tapi tetap aku tanya "susah ya pak mijetnya? Apa saya lepas aja?" "Enggak susah sih a, tapi kalo aa nya mau lepas biar gak kotor gak apa-apa" nadanya polos banget. Aku lepas boxerku tanpa babibu lalu berbaring lagi di atas kasur yang udah di alasin kain yang dibawa oleh pak Syarif. "A, maaf banget yah. Apa saya boleh pake celana pendek mijetnya? Saya pake celana kain sampe agak kesemutan ini mijet di kasur lantai." Ia meminta ijin. Padahal ini yang aku harapkan dari saat pertama ketemu dia di pintu depan tadi. * * *
25
63
1
1,092
37,581
Guys titip tulisan aku yang lain yang sempet rame! Kalo ini dengan alur yang cukup lambat, ku ajak bernostalgia cinta masa SMA 🫢 Cocok dibaca buat ngisi weekend kalian hehehe Keknya aku enter wind dikit, tidur dulu yaw, ku lanjut besok ✌️
Apakah cinta masa SMA itu nyata? (Thread) Kumpulan cerita pendek ⬇️⬇️⬇️
7
2,527
"Emang beneran ya orang Jepang rata-rata mini juniornya?" Ijin menjawab berdasarkan pengalaman pribadi...melihat langsung juniornya orang-orang Jepang juga Korea. Jawabannya adalah: Iya. Kalau posisi lagi tidak ereksi. Kek titit orang Jepang pada tenggelam sama jembut bjir 😭 Tapi...itu kan aku liatnya kondisi tidak ereksi ya. Dan memang orang-orang dari Asia kek Jepang, Korea, Vietnam, itu tuh keliatan kecil. Apalagi pembandingnya kalo lagi di Jjimjilbang ini orang-orang Amerika asli, Latinos, European, African. Tim Asia jadi kek penjepit rambut doang titiwnya 😭 mungkin tipe grower kali ya kita-kita Asian ini. #MenghiburDiri
jujur ga ekspekπŸ™πŸ»πŸ€£ tapi emang beneran ya orang jepang rata-rata mini juniornya?
7
1
32
22,924
(Terapis Pijat) TW, CW// πŸ”žπŸ³οΈβ€πŸŒˆ Rumah kosong, orang tua lagi di kampung, kakak udah pindah karna tinggal bareng istri dan anaknya, adek lagi ada di timur tengah saat itu. Emang sendirian di rumah bikin pikiran jadi ada-ada aja. Aku buka aplikasi hornet, ubah nama pengguna jadi "Cari Pijat", gak lupa dijelasin di bio "Pijat yang beneran enak ya bro bro ku sekalian" Sengaja gak aku pasang foto sama sekali supaya yang chat adalah terapis beneran atau orang yang punya informasi tentang terapis. Beruntung aku, gak lama ada beberapa chat masuk. Yang menarik adalah chat dari akun bernama 'Massage Lover', "Aku punya daftar terapis, mau?" Ia gak basa-basi. "Boleh, yang deket lokasi kita aja yak." Balasku. "Cari yang bisa dipake gak?" "Enggak, cuma butuh pijet beneran." Aku tegas. "Oh ya ada namanya pak Syarif, dia satpam di xxx, teman gymku juga. Punya istri. Normal, jadi gak kasih plus-plus. Ini nomornya, bilang tau dari xxx temen gym dia, biar dia gak bingung." Waktu udah hampir maghrib tapi aku chat aja dulu pak Syarif. Katanya dia bisa datang setelah isya. Oh, waktu yang tepat. Bisa minta sekalian scrub, abis itu aku langsung tidur karna gak ada rencana keluar rumah. 19.30, pesan dari pak Syarif ku terima. Dia udah sampai katanya. Ku suruh langsung masuk karna pintu gerbang gak aku kunci. "Saya gak berani buka pintu, boleh dibukain a?" Pesannya setelah beberapa saat ku dengar motor terparkir. Sopan juga beliau. Aku pakai singletku dulu supaya gak telanjang dada saat keluar. Aku shock, orang yang disebut 'Pak' ini ternyata bisa dibilang masih mas-mas, abang-abang, aa-aa. Potongannya beneran kayak satpam. Badannya beneran keliatan rajin gym. Wajahnya belum keliatan bapak-bapak sama sekali. Rambutnya juga hitam dan lebat, cepak, khas satpam. Karna aku cuma seorang diri di rumah, aku pijat di ruang tengah rumahku. Di depan tv ku pasang kasur lipat yang gak terlalu empuk. Aku gak suka kalau kasurnya terlalu empuk, badanku bisa amblas ketika ditekan. Setelah mencuci tangan pak Syarif bertanya apakah aku udah siap pijat. Aku gak jawab tapi langsung melepas singletku, meninggalkan boxer donker merk cole yang beli di matahari. Celana untuk tidur emang yang penting nyaman. Boxer ini enak banget dipake malam hari tanpa celana dalam. Baru dipijet betisku, aku langsung kegirangan, "anjir pijetnya enak banget" ucapku dalam hati. Naik ke paha, pak Syarif gak ragu buat memijat sampai ke pantat bagian bawah. Boxerku longgar, dia bisa dengan mudah masuk ke dalam sana. Aku tau dia gak sengaja, tapi sekitar tiga kali jarinya nyentuh kantung biji zakarku. Yah walaupun dia gak niat gitu, namanya laki-laki, apalagi homo, berdesir lah darahku. Naik lagi, kali ini dia tanpa risih mijet pinggang bawah sambil memelorotkan boxerku sedikit. Pantat bagian atasku kena. Dasar aku si eksibisionis, padahal dia gak kesusahan mijet tapi tetap aku tanya "susah ya pak mijetnya? Apa saya lepas aja?" "Enggak susah sih a, tapi kalo aa nya mau lepas biar gak kotor gak apa-apa" nadanya polos banget. Aku lepas boxerku tanpa babibu lalu berbaring lagi di atas kasur yang udah di alasin kain yang dibawa oleh pak Syarif. "A, maaf banget yah. Apa saya boleh pake celana pendek mijetnya? Saya pake celana kain sampe agak kesemutan ini mijet di kasur lantai." Ia meminta ijin. Padahal ini yang aku harapkan dari saat pertama ketemu dia di pintu depan tadi. * * *
76
312
15
4,427
415,588
Stok cerita ku keluarin sebelum part 2 tayang πŸ€“ Yang ini rill eksibisionis, yang gak berkenan skip aja gusy! Heheheh
Oke aku ceritain ini deh dengan: Trigger Warning, Content Warning// lgbt, eksibisionis, nudity Homophobic dipersilakan skip ya. πŸ³οΈβ€πŸŒˆπŸ”ž
1
2
31
6,413
Nah ini part 2 nya ya gusy!
(Terapis Pijat) Pak Syarif -part 2 TW, CW// πŸ”žπŸ³οΈβ€πŸŒˆ "Nu, cepet banget itu bicep udah gede aja. Gym dimana?" Aku ngomentarin story WhatsApp Wisnu. Dia salah satu temen baik tapi ngokop. Udah, jangan ditanya ya gimana ceritanya aku punya temen baik tapi ngokop. "Di xxxxx gym a. Ini aku udah mampu beli whey sama creatin haha, dulu mah susah banget nambah gede." "Ikut lah, bisa harian kan?" Aku memang gak bisa member bulanan karna mobilitasku sangat tinggi. Pernah member di tempat gym lama bareng Wisnu, bayar sebulan, aku cuma datang sekali. Daripada rugi terus mending bayar harian. * * * Selang tiga hari, aku ngegym bareng Wisnu. Dia yang jemput aku katanya habis anter makanan titipan ibunya. Gym majapahit ini diisi sama monster-monster. Wisnu paling cupu. Salah, aku paling cupu. Badanku yang paling kurus dari semua yang datang pagi itu. Dia salaman sama beberapa member yang gak lagi main alat. Ada satu yang menarik perhatianku, dia lagi Chest Fly. Dengan singlet yang ia pake, aku bisa liat otot bahu, bicep lengkap sama tricepnya, otot dada, dan...putingnya keluar satu. Kayak gak asing...oh, Pak Syarif! Wisnu juga nyalamin pak Syarif dan langsung ngobrol lumayan seru. Anjing, suasananya langsung canggung antara aku dan pak Syarif. Sebenernya aku yang takut. Aku dan Wisnu berteman, dia pernah ngokop aku sekali dan aku bilang gak nyaman. Lalu aku pernah dipijet telanjang bulat oleh pak Syarif. Pokoknya aku gak mau mereka ngebahas aku nantinya. "Oh ini yang kerja di perumahan xxx itu ya? Temennya Wisnu?" Pak Syarif tanyanya dengan nada ramah. Tapi aku gelisah. Takut ketauan. Untung Wisnu langsung sibuk pemanasan. Aku gak jawab pak Syarif, cuma senyum sambil manggut. Selama gym, aku liat betapa menariknya pak Syarif. Di umur 36, ototnya masih kenceng banget, kulitnya lumayan bagus. Dan aku baru bisa liat dia seterbuka ini di gym. Waktu dia memijatku, dia masih pake kaos. Erangan dan desahan tiap dia angkat beban, hmmm, kebayang gimana kalo dia lagi sesi bercinta dengan istrinya, atau juga customernya. * * * "Kapan pijet lagi a?" Pesan pak Syarif ku terima satu jam setelah kami berpisah di gym. Aku bilang badanku masih enakan, jadi belum bakal pijet. Seminggu kemudian dia tanya lagi, aku memang masih belum pengen pijet. Jeda seminggu dia tanya lagi, karna aku masih belum mau dipijat di rumah kalo ada orang tuaku, aku tanya lah, "Di tempat pak Syarif bisa gak?" "Wah gak bisa, saya gak ada tempat." Sampai sebulan dari pijet pertama, ada momen orang tuaku pergi, hanya menginap semalam sih. Di rumah ada akang-akang karyawan papa, ada juga mbak yang biasa bersih-bersih, gak apa lah. * * * Adekku masih kerja di Timur Tengah, kamarnya kosong. Itu kamar paling kecil yang ada di rumah. Dan karna dia kerja di luar lumayan lama, AC di kamarnya dicopot, gak ada satupun yang mau tidur disana. "Sekarang di kamar aja pak, ada temen-temen kerja yang lain, gak enak kalo di ruang tengah." Walaupun akang-akang itu kemungkinan kecil banget lewat area situ, dan si mbak juga jarang mau kesitu kalo udah malem, aku tetep takut aja ketauan pijet telanjang bulat sama terapis yang gagah berotot. Ku nyalakan kipas, dan ku lepaskan kaos serta boxerku, aku telanjang bulat lebih percaya diri dari sebelumnya. Pak Syarif udah keliatan salah tingkah. Tapi dia lepas celana panjangnya tanpa ijinku dulu. Ada satu bonus...dia lepas kaos lengan panjang dan ia sisakan singlet item yang ngepas di badannya yang berotot. "Eh, gak apa-apa kan a saya mijetnya kayak gini?" Ia memastikan aku gak keberatan karna dari tadi aku gak lepas mandangin tubuh indahnya. * * *
10
1,654
(Depan Ruang Laboratorium Sekolah) Bel masuk jam pelajaran ke lima sudah berbunyi lima menit lalu. Aku dan dia, adik kelasku yang berbeda dua tingkat masih bercanda di depan ruang laboratorium IPA. "Buruan masuk kelas, dicari bu Ety nanti." perintahku khawatir dia akan kena marah. "Sebentar bang, kamu juga belum masuk." dia malah membalikannya kepadaku. Koridor sudah sepi, tapi suara bising dari dalam kelas belum reda, tandanya para guru belum masuk. Ah memang sama saja, murid ingin mengulur waktu, dan guru ingin mengajar lebih singkat. "Nanti makan ayam kremes yang di Metro lagi gak, sih?" tanyanya dengan wajah yang penuh harap. "Lagi? Baru kemarin kita makan itu." Aku berusaha menolak karna sudah tiga kali minggu ini kami makan di tempat yang sama sepulang sekolah. "Please?" Wajahnya yang maskulin dengan alis tebal, hidung mancung, dan bibir yang...uhm...seksi, berubah menjadi bocah manja yang memohon sesuatu. "Hmmm... gak ada pilihan lain?" Aku masih berusaha untuk gak makan menu yang sama ke empat kalinya minggu ini. Dia, terus memohon, mendekatkan badannya padaku, bukan hanya badannya, tapi wajahnya sudah sangat dekat dengan wajahku. Jantungku berdebar gak karuan, walaupun itu adalah hal yang aku inginkan, tapi sepertinya masih kurang pantas dilakukan oleh remaja seumuran kami, apalagi laki sama laki. Wajah kami hanya berjarak kurang dari sepuluh centi, aku tarik kepalaku ke belakang cukup keras. *BRAK* Kepalaku menghantam ujung jendela ruang laborat. Aku tak mengada-ada, itu sakit tak terkira. Dia, dengan wajah bersalahnya "bang, maaf bang maaf." Direngkuhnya kepala belakangku, ia usap-usap dengan tangan kirinya. Mataku fokus menatap lehernya yang dihiasi jakun yang naik-turun. Ditariknya kepalaku mendekati badannya. Tinggi kami berbeda dua centi, dia lebih tinggi. Ternyata dia ingin meletakkan kepalaku di bahunya. Rasa sakit karna benturan tadi hilang seketika. Entah karna usapan tangannya di kepalaku atau karna aroma tubuhnya yang kini ku hirup. Ku tolehkan kepalaku ke arah lehernya, makin jelas, aroma pakaian hasil laundry, ditambah parfumnya, juga keringat hasil belajar dari jam pelajaran pertama sampai ke lima. Beberapa saat dia memelukku sambil mengusap kepala belakang yang sudah hampir pasti benjol. Aku merasa begitu nyaman, kalau saja gak harus masuk kelas, aku akan berusaha agar momen itu gak berakhir. "Kita harus masuk kelas!" otak warasku sudah memutuskan apa yang seharusnya kami lakukan sekarang. "Jadi, nanti beli ayam kremes di metro ya?" Sial, bukannya memastikan kepalaku gak kenapa-kenapa, ia malah masih ingin aku mengiyakan permintaanya. "Iyaaa." Aku gak pernah bisa menolak keinginannya. Dia, dengan senyum yang sama dari pertama jumpa, tangannya mengacak rambutku, "oke, makasih bang" lalu berbalik arah memunggungiku, berjalan seperti bocah TK yang berhasil mencapai keinginannya. Aku, di depan ruang laboratorium, memegang kepala belakangku, benjolnya cukup besar. Sambil mengaduh saat ku tekan, sambil tersenyum mengingat apa yang baru aku lakukan, dengan dia.
9
4
1
104
49,122
Adit retweeted
abis baca ini, jujur rasanya campur aduk banget, seneng sange sedih haha. semoga nanti dipertemukan sama yang se tulus mas adit meski gatau kapan.
(Thread) πŸ”ž lengkap jadi cogil ngejar mas Dimas si teller bank ⬇️⬇️⬇️
1
3
4,757
Mamah dulu kalo ditanya sodara kenapa aku item sendiri di rumah, jawabnya gini: "Si Adit mah item-item kereta api, Biarpun item banyak yang ngantri." Anjay, slebew mamah guehhhh πŸ€“
18
1
110
6,454
Se-gay ini diriku, pas kuliah pernah dideketin istri orang, dua kali. Jadi kalo kelen mikir laki doang yang gatel, salah! Tu buktinya buibu gatel banget, "Adit, aku masuk angin abis kerokan di dada merah banget" *ting* Bu Rahma mengirim foto. Anj di pap tet.........
kalian pernah dideketin suami/istri orang ga?
12
4
1
129
23,430
Ke ruangan kerja bu Rahma, dia duduk, aku berdiri tepat di depan meja kerjanya pake seragam, warna treningku abu muda. "A Adit kalo pake celana itu kaosnya di keluarin aja, kalo pada pengen gara-gara liat gimana?" Brrrr merinding banget bro digodain ibu-ibu wkwkwk 😭
13
5,385
Adit retweeted
Kalo gak dicerita-ceritain sebelum tidur, manusia bulu ini suka berkeliaran sampe tengah malem guys πŸ₯Έ Ini kalo kelewat dikit aja, dia udah ngegym sampe subuh di weekday...........
Sebelum tidur, dia menceritakan geopolitik, hukum, filsafat, sains, sejarah, seni, keilmuan asing beserta semua fantasi liar yang akan kami realisasikan 🀣. Isi kepalanya melebih palung mariana, sampai aku pasrah atas daya tekan miliaran ton air diatas demi menyentuh dasar nya.
20
11
258
15,876
Adit retweeted
(Terapis Pijat) TW, CW// πŸ”žπŸ³οΈβ€πŸŒˆ Rumah kosong, orang tua lagi di kampung, kakak udah pindah karna tinggal bareng istri dan anaknya, adek lagi ada di timur tengah saat itu. Emang sendirian di rumah bikin pikiran jadi ada-ada aja. Aku buka aplikasi hornet, ubah nama pengguna jadi "Cari Pijat", gak lupa dijelasin di bio "Pijat yang beneran enak ya bro bro ku sekalian" Sengaja gak aku pasang foto sama sekali supaya yang chat adalah terapis beneran atau orang yang punya informasi tentang terapis. Beruntung aku, gak lama ada beberapa chat masuk. Yang menarik adalah chat dari akun bernama 'Massage Lover', "Aku punya daftar terapis, mau?" Ia gak basa-basi. "Boleh, yang deket lokasi kita aja yak." Balasku. "Cari yang bisa dipake gak?" "Enggak, cuma butuh pijet beneran." Aku tegas. "Oh ya ada namanya pak Syarif, dia satpam di xxx, teman gymku juga. Punya istri. Normal, jadi gak kasih plus-plus. Ini nomornya, bilang tau dari xxx temen gym dia, biar dia gak bingung." Waktu udah hampir maghrib tapi aku chat aja dulu pak Syarif. Katanya dia bisa datang setelah isya. Oh, waktu yang tepat. Bisa minta sekalian scrub, abis itu aku langsung tidur karna gak ada rencana keluar rumah. 19.30, pesan dari pak Syarif ku terima. Dia udah sampai katanya. Ku suruh langsung masuk karna pintu gerbang gak aku kunci. "Saya gak berani buka pintu, boleh dibukain a?" Pesannya setelah beberapa saat ku dengar motor terparkir. Sopan juga beliau. Aku pakai singletku dulu supaya gak telanjang dada saat keluar. Aku shock, orang yang disebut 'Pak' ini ternyata bisa dibilang masih mas-mas, abang-abang, aa-aa. Potongannya beneran kayak satpam. Badannya beneran keliatan rajin gym. Wajahnya belum keliatan bapak-bapak sama sekali. Rambutnya juga hitam dan lebat, cepak, khas satpam. Karna aku cuma seorang diri di rumah, aku pijat di ruang tengah rumahku. Di depan tv ku pasang kasur lipat yang gak terlalu empuk. Aku gak suka kalau kasurnya terlalu empuk, badanku bisa amblas ketika ditekan. Setelah mencuci tangan pak Syarif bertanya apakah aku udah siap pijat. Aku gak jawab tapi langsung melepas singletku, meninggalkan boxer donker merk cole yang beli di matahari. Celana untuk tidur emang yang penting nyaman. Boxer ini enak banget dipake malam hari tanpa celana dalam. Baru dipijet betisku, aku langsung kegirangan, "anjir pijetnya enak banget" ucapku dalam hati. Naik ke paha, pak Syarif gak ragu buat memijat sampai ke pantat bagian bawah. Boxerku longgar, dia bisa dengan mudah masuk ke dalam sana. Aku tau dia gak sengaja, tapi sekitar tiga kali jarinya nyentuh kantung biji zakarku. Yah walaupun dia gak niat gitu, namanya laki-laki, apalagi homo, berdesir lah darahku. Naik lagi, kali ini dia tanpa risih mijet pinggang bawah sambil memelorotkan boxerku sedikit. Pantat bagian atasku kena. Dasar aku si eksibisionis, padahal dia gak kesusahan mijet tapi tetap aku tanya "susah ya pak mijetnya? Apa saya lepas aja?" "Enggak susah sih a, tapi kalo aa nya mau lepas biar gak kotor gak apa-apa" nadanya polos banget. Aku lepas boxerku tanpa babibu lalu berbaring lagi di atas kasur yang udah di alasin kain yang dibawa oleh pak Syarif. "A, maaf banget yah. Apa saya boleh pake celana pendek mijetnya? Saya pake celana kain sampe agak kesemutan ini mijet di kasur lantai." Ia meminta ijin. Padahal ini yang aku harapkan dari saat pertama ketemu dia di pintu depan tadi. * * *
76
312
15
4,427
415,588
Kalo gak dicerita-ceritain sebelum tidur, manusia bulu ini suka berkeliaran sampe tengah malem guys πŸ₯Έ Ini kalo kelewat dikit aja, dia udah ngegym sampe subuh di weekday...........
Sebelum tidur, dia menceritakan geopolitik, hukum, filsafat, sains, sejarah, seni, keilmuan asing beserta semua fantasi liar yang akan kami realisasikan 🀣. Isi kepalanya melebih palung mariana, sampai aku pasrah atas daya tekan miliaran ton air diatas demi menyentuh dasar nya.
20
11
258
15,876
Termyata LDR pait tenan.......
"Kutempuh sebelas ribu kilometer Menyusul dirimu Yang pernah berjanji pulang kepadaku Setelah menyelesaikan urusanmu Kutekatkan diriku Meski belum pernah merasakan dinginnya minus satu Masa tidak ditemui Aku nekat hanya ingin melihatmu Terpisah benua negara orang Menggapai cintamu rasanya sudah tak mungkin..."
8
5,368
Hidup layak dan nyaman di jakarta itu di range gaji 7-8jt. Tapi kita dipaksa percaya UMR 5,7jt itu cukup. Ngga, itu pas-pasan bgt apalagi buat yg berkeluarga. Dan jeleknya lagi, realitanya masih banyak yg di bawah itu.
32
316
71
2,348
87,161
KAMU AKAN MENYENTUH Rp100 JUTA PERTAMAMU DI 2027. CLAIM IT.
115
2,504
127
23,110
218,445
Adit retweeted
one day kita akan menikmati suasana jalan sore di edinburgh sambil minum kopi.
27
9
2
34
1,994
Replying to @yourfavemeat
Emosi dibikin naik turunπŸ˜–πŸ˜–πŸ˜– Endingnya bikin nyesek
1
694
Replying to @yourfavemeat
Jangan banyak bacot dit, kelanjutannya banyak yg nunggu tuh.
1
1
811
Adit retweeted
Replying to @yourfavemeat
Sial, part ini sukses bikin jatuh air mata 😭
1
3
1,234