Jenjang kakiku bergerak memasuki bangunan yang sudah kutinggalkan beberapa hari. Hangat langsung memeluk, tak ada lagi angin dingin menusuk dari arah luar.
Lantas tidak hanya itu, dari arah tangga sana, dapat kudengar suara jejak-jejak kaki ...
tak beraturan yang berlari menuruni tangga.
"Pamaaaan!!" ia memekik kegirangan, sebelum akhirnya salah melompat dan mendaratkan pelukan ke tubuh @BLUElSM_
pantas mendapatkan istirahat terbaik.
"oh, madam, tolong siapkan kamar dan air hangat untuk nona ini. aku tidak sempat memberi kabar akan membawa seorang tamu," lanjutku pada kepala pelayan, membuka jubahku untuk diberikan kepada wanita itu.
lantas netraku kembali jatuh padamu, mengode untuk mengikuti langkahku masuk ke dalam kastil besar.
"madam jane seharusnya bisa memberimu gaun ganti, jika tak mengapa itu milik mendiang adikku?" kataku pada @BLUElSM_.
kereta kuda berhenti setelah melewati lima hari perjalanan. aku turun, memberi usap berupa afeksi pada kuda-kuda yang telah mengantarku pulang. lantas dua tungkaiku berjalan menuju kereta belakang, mengetuk sebelum membuka untuk @BLUElSM_.
sunyi senyap. ditemani rintik-rintik hujan membasahi bumi. ku-lap surai emas dengan sebuah sapu tangan bersih. takut yang empunya masuk dingin bilamana lembab. "apa pakaianmu basah?" @sontanian
ㅤ
𝗕𝗔𝗛𝗔𝗚𝗜𝗔𝗡 𝟭.
Kita menari dan tertawa, pada lembar pertama kisah ini dimulai.
@sontanian
ㅤ
dibawa pulang ke kampung halaman." Berkelakar nampaknya sudah menjadi hobi ketika bersamamu.
Ditilik lembut bagaimana rupamu disana. Sebal yang malah membuat Maximilian mengurai senyum. Sepertinya tak tahan juga melihat rautmu yang demikian.
"Perhentian selanjutnya biar aku yang membayar," katanya dengan kekeh halus, "bergantian."
Tanah Sunin dan seisinya, tolong biarkan dua kaki ini melangkah lebih jauh untuk mengenalmu.
@sontanian
menyampirkan selubung itu pada ikat pinggangnya di sebelah. Menaruh kehormatan tertingginya sebagai ksatria tanah ini.
"Hujan tak akan mereda hingga esok. Memaksa untuk lanjut menuruni gunung tak mengapa, atau duduk sejenak untuk memberi ...
kudamu waktu untuk beristirahat juga tak masalah." Ia melirik pada kuda putih yang tengah kau elus.
"Ini kali pertamamu melewati wilayah ini?" tanyanya kemudian, didasarkan oleh rasa penasaran.
@dicakrauala
Maximilian merasakan rumah ketika Paman itu sodorkan dua buah roti panas yang baru dipanggang. Ada sedikit asap yang terkepul. Hangat. Juga membawa aroma nyaman yang jarang Maximilian hirup selama ini.
Ia sempat berdiri disana tanpa berujar, ..
menunggumu untuk bergerak lebih dulu.
Nona, katakanlah sesuatu.
@sontanian




