tangerine kid retweeted
turunkan biaya hidup berarti kendaliin harga basic needs kek beras, telur, ayam, dan sayur supaya lebih terjangkau sm yg brpenghasilan rendah
kalo disuruh turunin 'gaya' hidup, orang yg makan beras mesti makan apa lg? makan lbh dkit atau ngurangin gizinya?
hadeh
tangerine kid retweeted
kenapa dah orang sini terjebak pada romantisme hidup susah.
seneng banget pada struggle, frugal dan hustle. 🥱
Disaat normalnya lu cukup satu kerjaan bisa hidup dengan baik dan normal serta bercukupan.
tangerine kid retweeted
lucu, mahasiswa demo dipersoalkan etikanya, sementara pemimpin bercanda di tengah penderitaan rakyat, gubernur bilang “bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi” dan presiden melontarkan kata “goblok”. jadi, etika cuma berlaku buat mahasiswa? para penguasa free style aja?
bersyukur dan berterima kasih ke Tuhan hari ini berjalan lancar, masih bisa hidup dengan sehat itu namanya bersyukur.
kalo nuntut dapet faskes yg layak, transum memadai di setiap kota, kestabilan harga pangan, udara dan air yg bersih, NAH YA INI HAK KITA SBG WARGA DONG YAAAA
APBN tu salah satu sumbernya dari pajak warga, gasalah dong ya kalo warga nuntut kehidupan yg layak??? jaman udah maju, negara lain aja bisa kok memberi kehidupan yg layak masa indo dr segi apapun zonk sih
JUJURRRRR gue tu sedikit banyak muak sama statement org yg “yaudah bersyukur namanya hidup”, “disyukuri aja sama yg Tuhan kasih”. LIKE BROOOOO????? tolong bedain bersyukur ke Tuhan sama menuntut kehidupan kayak ke pemangku kebijakan
tangerine kid retweeted
hebat juga greenpeace punya akses buat masang spanduk ini dan polisi kecolongan.
bukannya ada pos polisi terus yaa di sekitar situ yang menuju menteng?
terlebih ini kan jadwal demo
tangerine kid retweeted
Alasan nurunin spanduk: merusak cagar budaya
Trussssss merusak hutan SEPULAU buat nyawit alasannya apaaaaa tuhhhhh kiraaaaa kiraaaaaaaa????? (Bertanya dengan nada marah banget anjing)
tangerine kid retweeted
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, bencana makin parah, biaya hidup makin mahal.
Dari banjir, karhutla, sampai cuaca ekstrem, krisis iklim makin terasa di kehidupan sehari-hari. Tapi, apa kerja pemerintah?
tangerine kid retweeted
#intinyadeh Kemenkes catat 277.075 (DUA RATUS TUJUH PULUH TUJUH RIBU TUJUH PULUH LIMA) kasus ISPA di 7 provinsi terdampak karhutla sampai 12 Okt 2026.
62.400 kasus atau 22,5% di antaranya dialami balita.
Paparan kabut asap terus menerus jg berpotensi ganggu kesehatan jiwa.
Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara kumulatif di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 12 Oktober 2026. Sebanyak 62.400 kasus atau 22,5 persen di antaranya dialami anak usia 0–5 tahun.
Angka tersebut menjadi perhatian karena bayi dan balita termasuk kelompok rentan terhadap paparan kabut asap.
Partikel halus dalam asap karhutla dapat memicu gangguan pernapasan hingga memperburuk penyakit paru yang sudah diderita.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan kasus untuk mendeteksi peningkatan penyakit sekaligus memperkuat respons kesehatan di wilayah terdampak.
Menurut dia, Kemenkes bersama pemerintah daerah telah memperkuat pemantauan penyakit, pelayanan kesehatan, kesiapan fasilitas kesehatan, dan distribusi logistik.
Hingga 12 Oktober 2026, pemerintah melaporkan mobilisasi 2.106 tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Dukungan logistik juga mencakup lebih dari 2,8 juta masker yang didistribusikan melalui berbagai sumber pemerintah pusat dan daerah.
"Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan zat berbahaya lainnya yang dapat memicu ISPA, batuk, sesak napas, serta memperburuk asma. Bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit paru kronis termasuk kelompok rentan," kata Aji.
Kemenkes mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan pada anak selama paparan asap karhutla berlangsung.
Anak yang mengalami sesak napas, bernapas lebih cepat, atau kesulitan menyusu dan minum harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Penggunaan nebulizer juga harus berdasarkan indikasi dan petunjuk tenaga medis, bukan dilakukan sembarangan secara mandiri.
Selain gangguan fisik, paparan kabut asap berkepanjangan berpotensi memengaruhi kesehatan jiwa masyarakat.
Gangguan aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan dapat memicu stres maupun kecemasan.
Untuk mengurangi paparan asap, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
Jika harus keluar, penggunaan respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat dapat membantu menyaring partikel halus.
Apabila respirator tersebut tidak tersedia, masyarakat dapat menggunakan masker medis atau masker kain secara berlapis.
Namun, bayi dan balita sebaiknya dilindungi dengan mengurangi paparan asap, bukan mengandalkan penggunaan masker.
Jadikan Suara.com sumber berita:
Klik google.com/preferences/sourc… & centang sebagai referensi pilihan.
#ISPA #karhutla #KementerianKesehatan RF
tangerine kid retweeted
Pemerintah benerann gilaa dan yg komen disini juga banyak yg gilaa. Coyyy ayoolahh masa gaji umr buat lulusan sarjana ajaa dianggep udh gede sih
soalnya golongan mereka nggak ada yang desak-desakan naik transum buat menghemat uang transportasi
kalau bisa naik mobil seharga ratusan juta bahkan milyaran, kenapa harus repot-repot ngurusin transum? (mungkin itu yg di pikiran mereka)
selagi kehidupan mereka nggak kesenggol, kayaknya mereka nggak akan pernah sadar 🥲





























