Hidup dan mati ibarat ditentukan oleh gurat kodrat, meski adanya potensi diubah pada beberapa saat. Saya, Johan Liebert, t'lah laksanakan “mandat” meski hanya sesaat. Semoga tak 'kan tersesat dan selamat.
Kalau ditanya saya manusia apa bukan, di situlah saya mau ngaku kalau saya umbi-umbian. Anyways, join CA uncanny-nya, guys!
T‘lah kulalui tujuh hari serangkaian ritual Ruwatan Sukma dengan sempurna. Kini aku, Donovan Soerjaboeana, merebah mati di tanah para pendosa dengan jiwa yang kekal abadi di dalamnya sebagai santapan sang pendusta.
Replying to @ManorOfLilies

















