vj 🦮🦭 retweeted
Aneh. Aneh banget. Udah segini doang perjuangan kita? PR kita masih banyak hey! Pemerintah bahkan enggak ngasih effort apa-apa untuk memenuhi tuntutan rakyat. Yang kita lawan itu ketidakadilan dan itu sistemis, it isn't a sprint, it's a WHOLE MARATHON!
vj 🦮🦭 retweeted
ANALISIS KRITIS ATAS PIDATO PRESIDEN PRABOWO 31 AGUSTUS 2025
youtube.com/watch?v=bD9v17Bj…
1. Dua wajah dalam satu pidato: Akuntabilitas minimal, koersi maksimal
Pidato Presiden berusaha tampil seimbang: mengakui hak berpendapat (mengutip ICCPR Pasal 19 dan UU No. 9/1998) sekaligus menegaskan perintah tindakan tegas bagi TNI dan Polri. Tetapi substansi menunjukkan asimetri: janji akuntabilitas hanya sebatas “pemeriksaan” aparat oleh Polri, tanpa komitmen investigasi independen. Sebaliknya, bagian yang paling kuat justru adalah instruksi koersif, dengan label makar dan terorisme. Ini membuka jalan kriminalisasi protes.
Dengan kata lain, pidato ini menegaskan prioritas: negara lebih fokus menjaga stabilitas daripada memulihkan trust publik. Ini khas pola authoritarian resilience (Diamond, 2002), di mana legitimasi formal (kutipan pasal hukum, komitmen demokrasi) ditampilkan, tetapi isinya kosong karena jalur koersif lebih dominan.
2. Pengorbanan politik: scapegoating DPR sebagai katup pelepas tekanan
Presiden menekankan bahwa partai-partai akan “mencabut keanggotaan” anggota DPR yang dianggap keliru, dan DPR akan mencabut tunjangan serta moratorium kunjungan luar negeri. Ini gesture politik yang dramatik, tetapi dalam analisis politik, ia lebih merupakan scapegoating untuk meredakan kemarahan publik. Beban dilempar ke legislatif, sementara eksekutif berperan sebagai penyelamat. Strategi ini bisa menenangkan sesaat, tapi tidak menyentuh akar problem: trust publik yang retak karena tindakan aparat.
3. Normalisasi pelibatan TNI dalam ranah sipil
Instruksi eksplisit kepada TNI untuk ikut menindak kerusuhan, disampaikan di forum resmi negara, adalah sinyal bahaya. Reformasi 1998 menegaskan pemisahan militer dari politik domestik, tetapi pidato ini memberi legitimasi baru atas kehadiran TNI di ranah sipil. Jika pola ini berlanjut, kita akan melihat normalisasi operasi gabungan TNI-Polri di ruang publik, yang secara de facto melemahkan prinsip civilian supremacy (supremasi sipil).
4. Pidato sebagai reposisi politik
Perlu dibaca bahwa Presiden menyampaikan pidato ini dengan didampingi seluruh pimpinan partai dan lembaga negara. Secara simbolis, ini adalah “show of force” politik: menegaskan bahwa seluruh elite berada di belakang Presiden. Dari perspektif politik kekuasaan, ini mengirim sinyal bahwa protes publik bukan hanya terhadap kebijakan, tetapi dianggap mengancam seluruh sistem. Di titik ini, peluang reformasi substantif semakin mengecil, sementara peluang konsolidasi otoritarian semakin terbuka.
APA YANG MASUK AKL (PLAUSIBLE) BISA TERJADI?
1. Skenario Stabilitas Koersif
Negara akan menurunkan eskalasi di jalan dengan kekuatan aparat, sementara memberi konsesi simbolik (pemotongan tunjangan DPR). Publik mungkin mereda sementara, tetapi trust tidak pulih. Kita akan masuk fase “stabilitas semu” dengan benih delegitimasi jangka panjang.
2. Skenario Normalisasi Militer
Instruksi Prabowo kepada TNI adalah turning point. Jika terus dipraktikkan, kita akan melihat TNI semakin rutin hadir dalam urusan sipil, dari pengamanan demonstrasi hingga pengendalian konflik horizontal. Ini menandai kemunduran langsung dari agenda Reformasi.
3. Skenario Demokrasi Prosedural tanpa Substansi
Jika konsesi simbolik DPR tidak menenangkan publik dan represi terus berjalan, Indonesia bisa tergelincir ke competitive authoritarianism (Levitsky & Way, 2010): demokrasi formal (pemilu, parlemen) tetap ada, tetapi ruang sipil terkooptasi. Supremasi sipil terkikis, logika keamanan menjadi norma.
4. Risiko Polarisasi dan Radikalisasi Sipil
Labelisasi protes sebagai makar dan terorisme bisa mendorong sebagian kelompok masyarakat kehilangan kepercayaan pada jalur demokratis dan beralih ke kanal radikal. Ini berbahaya, karena justru memperkuat narasi negara untuk memperluas mandat represif.
REFLEKSI
Pidato ini menandai titik persimpangan penting. Bukannya memulihkan trust publik dengan akuntabilitas, Presiden lebih memilih strategi koersif yang dibungkus legalitas dan simbol konsesi politik. Jika pola ini berlanjut, Indonesia bisa masuk ke fase resilience otoritarian: demokrasi tetap ada di kulit luar, tetapi kosong di dalam.
Dengan demikian, pertanyaan yang paling krusial: apakah masyarakat sipil mampu menahan arus ini dengan tekanan politik yang konsisten, ataukah kita akan melihat hasil Reformasi 1998, yakni supremasi sipil sebagai pondasi demokrasi, ditinggalkan lewat logika stabilitas ala Orde Baru?
YN, @nalarinstitute, 31/8/25
vj 🦮🦭 retweeted
Halo semuanya! Berhubung aku udah balik ke Jabodetabek dan technically masih belum ada kerjaan permanen, kalo ada temen-temen yang mau bikin kegiatan bareng soal isu gender dan seksualitas, kontak aku langsung aja ya!!
vj 🦮🦭 retweeted
All of my Chibi commissions update ✨
Makasih banget banget banget ya semuanya yg udh support dan commis 🙏🏽🙏🏽🙏🏽
buat yang mau commis Chibi untuk saat ini kebetulan sedang full dulu, tp semisal berkenan menunggu bisa ikut ke batch berikutnya ✨✍🏼
Thank youu!!!
vj 🦮🦭 retweeted
Halo guys, aku mau minta bantuannya nih untuk isi kuisioner penelitianku.
bit.ly/SurveiKebutuhandanPer…
Mohon bantuannya ya, terima kasihh🙏🏻
vj 🦮🦭 retweeted
Blood on your hands mulyono
Seorang pemuda ditemukan meninggal tergantung di dalam rumahnya di Kota Bogor, Jawa Barat. Korban diduga bunuh diri karena depresi lama menganggur. news.detik.com/berita/d-7527…
vj 🦮🦭 retweeted
Love when this legend makes an appearance. He’s such a loyal boy 😭 #HouseOfTheDragon
vj 🦮🦭 retweeted
“We’re off to battle again, old girl.” #RooksRest
vj 🦮🦭 retweeted
✅ Kemenhan: menterinya disebut-sebut bekerja sama dengan ahli agrikultur dari Israel
✅ Kemenag: pejabatnya bilang boikot produk Israel jangan digeneralisir
✅ Kemenperin: kurangi boikot produk pro Israel
Lama-lama tinggal Kemlu doang nih yang belain Palestina 😭
vj 🦮🦭 retweeted
but retno capek2 bela palestina di panggung internasional trs capresnya begini
I am honored to receive a congratulatory letter from the Prime Minister of the United Kingdom H. E. @RishiSunak, which was hand-delivered directly by the Ambassador of the UK H. E. @DomJermey.
My most sincere and heartfelt gratitude for the kind words.
vj 🦮🦭 retweeted
lu kesian ama ibu2 palestine anaknya meninggal, lu kaga kesian ama ibu2 kamisan anak nya jg ilang / meninggal.
lu double standard.
vj 🦮🦭 retweeted
Aku akan selalu mengingat masa-masa ini sebagai masa ketika di negeri ini suara yang lebih riuh didengar adalah suara Coki Pardede, Enzy Storia, Karin Novilda, dkk. ketimbang suara Koentjoro, Harkristuti Harkrisnowo, Franz Magnis Suseno, dkk.
vj 🦮🦭 retweeted
Salah tiga sebab stunting:
1. Pengetahuan gizi/nutrisi.
2. Kemiskinan.
3. Buruknya kualitas air, udara, dan makanan (kebijakan politik lingkungan).
Ngasih susu/makan gratis mungkin membantu 30% masalah. Yang 70% nya lagi membantu yang bikin proyek pengadaan.
vj 🦮🦭 retweeted
Ada juga negara yang terkenal buat event besar seperti itu:
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
vj 🦮🦭 retweeted
Lima wartawan @tempodotco yang setiap minggu siaran podcast “Bocor Alus” serta meliput dengan kritis berbagai usaha Presiden @jokowi konsolidasi kekuasaan, meraih Penghargaan @oktovianuspogau dari @Yayasan_Pantau untuk keberanian dalam jurnalisme 🇮🇩 pantau.or.id/liputan/2024/01…
vj 🦮🦭 retweeted
some share the same “ideology label” and yet they have differing opinions & reasoning for the same topic. This is why putting people under the same label and generalizing opinions is inherently incorrect.
vj 🦮🦭 retweeted
Jejaring Oligarki Tambang & Energi dalam Pemilu 2024
Situasi Pemilu 2024 tak jauh berbeda dengan pemilihan umum sebelumnya, terutama pada 2019. Di mana sebagian pasangan calon berlatar belakang pengusaha, sementara komposisi tim pemenangannya pun juga sebagian besar pengusaha.
Ritual elektoral lima tahunan ini justru menguatkan cengkraman oligarki yang pada akhirnya akan dengan mudah melakukan pembajakan hukum, menjarah kekayaan alam dan sumber-sumber agraria, hingga anggaran publik untuk mempertahankan dan atau mengekspansi kekayaannya.
Cek jejak mereka di sini: pemilu.jatam.org/








































