YOONJAE, 권. retweeted
HELP REPOST.
MENCARI PENGGUNA RUPA 𝙇𝙉𝙂𝙎𝙃𝙊𝙏 sebagai abang-abangan yang doyan MANGGUNG & PARTY tiap weekend dan bersedia ngenalin dunianya pada si bungsu di sini.
SL masih sangat terbuka untuk dikembangkan bersama. ⠀⠀⠀⠀ (...click below)
Replying to @hcipnotis
ㅤ
“Hmm? Menginap?” Beberapa detik Yoonjae terdiam, sementara matanya mengedarkan pandangannya di sekitar kamar tidurnya. Sebab, apartemen yang kini ia tinggali hanya memiliki satu kamar tidur saja. “Boleh, tapi nggak ada kamar tamu di sini,” sambungnya.
ㅤ
ㅤ
“Kamu mau kalau tidur bersamaku?” Yoonjae bergerak sedikit untuk duduk dan menyandarkan punggungnya pada kepala kasur. “Tapi kalau lapar, aku ada beberapa stok makanan kalau kamu mau makan di sini malam ini. Kamu masih ingat di mana alamat apartemenku, 'kan?” | @hcipnotis
ㅤ
ㅤ
Yoonjae beranjak menuju kasur, merebah di empuknya selimut yang masih terbentang sementara ponsel masih bertengger di atas nakas.
“Shiwoo yang kukenal sepertinya nggak akan mudah menyerah, deh.” Ia berkata sembari menepuk-nepuk pelan masker wajah yang menempel.
ㅤ
ㅤ
Tentu supaya essence yang ada dapat terserap merata pada kulit wajahnya.
“Aku belum mengantuk, kenapa? Kamu sepertinya sedang di luar ya? Mau mampir?” Yoonjae menebak berdasarkan suara-suara asing yang terdengar di belakang Shiwoo dalam panggilan. | @hcipnotis
ㅤ
ㅤ
Tepat ketika Yoonjae mendengar candaan dari Shiwoo sahabatnya. “Sial, nggak mungkin aku membayangkan wajahmu, Moon Shiwoo. Yang benar saja.”
Beberapa saat ia terdiam mendengarkan cerita singkat dari Shiwoo di seberang sana.
ㅤ
ㅤ
Ia mengangguk, “sudah rilis? Boleh tolong kirimkan lagunya? Aku juga mau dengar.” Namun, tak lama, Yoonjae ikut terdiam.
“Apa maksudmu menyerah? Kamu sudah sejauh ini.” Yoonjae menarik napas dalam-dalam. “Kalau kamu menyerah, lalu kamu mau melakukan apa?” | @hcipnotis
ㅤ
Replying to @hcipnotis
ㅤ
Telah mengeringkan badan, Yoonjae meraih ponselnya dan keluar menuju kamar. “Sangat sangat membantu! Itulah gunanya teman, bukan?”
Ia meletakkan kembali ponselnya kali ini di atas nakas dekat dengan lemari pakaiannya. “Oh ya, bagaimana proses debutmu?”
ㅤ
ㅤ
Selagi menanti jawaban dari Shiwoo, Yoonjae menanggalkan handuknya dan mulai kenakan piyama tidurnya. Hari sudah malam, ia tak ingin tidur terlalu larut sebab esok hari ada jadwal pemotretan untuk poster drama yang akan ia bintangi. | @hcipnotis
ㅤ
ㅤ
“Tapi, ada manfaatnya juga kamu mengajariku bagaimana caranya berciuman,” imbuh Yoonjae, dengan bilasan terakhir pada tubuhnya sebelum kedua kakinya melangkah keluar bilik shower dan meraih kain handuk berwarna putih miliknya. Yoonjae mengeringkan rambutnya lebih dulu.
ㅤ
ㅤ
“Jadi, terima kasih ya? Aku nggak akan merasa kaku nantinya saat beradegan ciuman dengan aktor lain.” Mudah Yoonjae mengucapkannya, tanpa ada rasa bersalah jika saja perkataan tersebut membuat pria di seberang sana meremang. | @hcipnotis
ㅤ
ㅤ
“Aku?! Menawarkan?! Aku menawarkan telepon, TELEPON BIASA. Bukan telepon video!” Yoonjae agak kesal, tapi hanya bisa merutuki kesalahpahaman ini. Lalu, dia coba ingat-ingat, bukankah memang dia hanya menawarkan untuk teleponan? Bukan video call, 'kan?!
ㅤ
ㅤ
Kedua telapak tangan yang telah penuh dengan sabun cair, diusapkannya perlahan pada tubuh, mulai pundak, hingga abdomen seraya mendengar suara Shiwoo. “Mmm. Ada, itu nanti akan muncul di episode pertengahan. Tapi latar tempatnya di kamar,” jawab Yoonjae santai. | @hcipnotis
ㅤ
Replying to @hcipnotis
ㅤ
Yoonjae tercekat, untuk detik berikutnya ia berlari kecil menuju rak dekat wastafel di sudut kamar mandinya, mengganti opsi panggilan video pada panggilan biasa. “Kenapa video call?! Sengaja ya?!” Nada bicaranya meninggi, tapi jauh di dalam lubuk hatinya ia sangat malu.
ㅤ
ㅤ
Sungguh sangat malu, mengetahui bahwa ini kali kedua Shiwoo melihatnya telanjang. Meski kejadian waktu di kafe itu Yoonjae anggap bukan sebuah keisengan. Wajahnya bersemu, panas, hingga merah padam. Ini bukan karena marah, ya. “Ada apa meneleponku?” | @hcipnotis
ㅤ
Replying to @hcipnotis
ㅤ
Kebiasaan Yoonjae tiap kali membasuh diri adalah membawa serta ponselnya ke dalam kamar mandi untuk mendengarkan musik. Ketika ia baru membilas diri di bawah guyuran shower, musik terhenti, diganti nada dering panggilan telepon masuk. Ingin marah, ternyata itu Shiwoo.
ㅤ
ㅤ
“Shiwoo-ya, ada apa?” sapanya tanpa mengetahui kalau itu adalah panggilan video sebab kini Yoonjae masih menutup separuh matanya karena tengah keramas, yang ia pikir itu adalah panggilan telepon biasa. | @hcipnotis
ㅤ
YOONJAE, 권. retweeted
𝓜𝑎͟𝑟͟𝑘 your 𝗰𝗮𝗹𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿, or ...
𝑠𝘩𝑜𝑢𝑙𝑑 𝓘 𝓶𝙖͟𝙧͟𝙠 you? 💗 #PROMPTIDEASKINKTOBER
SMUT WRITING CHALLENGE by @promptideas.
CW: SEXUAL EXPLICIT / SMUT / NSFW / 18+
YOONJAE, 권. retweeted
It's 𝙖𝙡𝙢𝙤𝙨𝙩 𝓗𝐚͟𝐥͟𝐥͟𝐨͟𝐰͟𝐞͟𝐞͟𝐧 ...
... and something 𝐞𝐯𝐢𝐥 is lurking in the 𝐝͟𝐚͟𝐫͟𝐤͟. 🎃
Writers, grab your pen for #SPOOKYPROMPTIE,
HORROR WRITING CHALLENGE by @promptideas
🏆 with prizes!
CW: HORROR AND SPOOKY THEMES / DEATH AND GHOSTS
ㅤ
Pandangannya kembali diarahkan pada buku menu, mencoba mencari makanan penutup mana yang belum pernah ia coba di sini. “Yang mana ya… ini? Bukan bukan,” ucapnya pelan.
Pilihan jatuh pada strawberry shortcake. “Caramel macchiato dan strawberry shortcake, terima kasih.”
ㅤ
ㅤ
Yoonjae menutup buku menu, menyerahkannya pada sang pramusaji sesaat setelah pesanan keduanya dicatat.
Kembali Yoonjae arahkan perhatiannya pada sahabatnya yang duduk di seberang. “Wah… Shiwoo-ya. Sudah berapa lama sih kita nggak bertemu? Lima belas tahun?” | @hcipnotis
ㅤ












