Pinned Tweet
Yuval Abraham mewawancarai dua lusin tentara IDF dalam Naza (2026) yang membuat kita makin mempertanyakan rasa kemanusiaan kita. Sebuah film dokumenter brilian lagi olehnya dan Rachel Szor yang membahas konflik di Palestina.
bit.ly/ulasNaza26
Pekan lalu kami diundang untuk menyaksikan pertunjukan drama "Home Sweet Loan The Musical" dari Visinema. Terasa megah, emosional, dan puitik berkat harmoni beragam aspek di dalamnya.
Kami ceritakan pengalaman kami ya!
Produksi desain dan suara drama ini juga tampak matang. Pengisahan kian atraktif karena ditopang properti artistik, dibarengi latar suara spesifik.
Kami hanyut dalam cerita.
Tidak hanya kepada penyintas kekerasan seksual, Empat Musim Pertiwi (2026) merupakan surat cinta juga buat kelompok marginal di tengah situasi sosial politik yang kusut. Sebuah magnum opus dari Kamila Andini.
bit.ly/ulasEmpat26
Memburu Pemangsa (2026) berani bermain di isu yang keras dan mencampurkan banyak genre. Namun, sulit untuk mengembangkan film matang saat skenarionya lemah.
bit.ly/ulasBurSa26
Setelah berbagai kegagalan yang ikonik pada tahun 90-an dan 2000-an, film-film adaptasi gim kembali menghiasi sinema pada tahun 2020-an ini.
Berikut 10 terbaiknya setelah kami rata-rata dari berbagai situs penilai film.
Setidaknya akhir-akhir ini, kita bisa menyaksikan film adaptasi gim dari sineas yang paham akan permainannya. Film-film ini menghadirkan keseruan yang sejalan dengan nuansa gimnya.
ulasinema retweeted
Replying to @ulasinema
sebelum scene dirumah pertama ketemu shotgun dan ada typewriter scene gudang jerami terasa sangat RE4😂
Zach Cregger mengambil jalan riskan dengan takmenggunakan protagonis atau cerita dari gim Resident Evil. Namun, mekanisme filmnya benar-benar terasa seperti gimnya.
bit.ly/ulasRE26
Hope (2026) karya Na Hong-jin menyajikan kejar-kejaran dan pertarungan menegangkan dengan alien. Di balik keseruan dalam dua setengah jam, terdapat banyak repetisi dan takbanyak progresi plot.
bit.ly/ulasHope26





















