@textfor_i
iAccount based inIndonesia
About this account
- Account based in
- Indonesia
- Connected via
- Indonesia App Store
Account-level information from X, not a live location or the device used for a specific post.
but talk to who? | Kalo mau upload pic dr gw jangan crop watermark nya dong 🫵🏻
Joined October 2020
- Tweets341K
- Following814
- Followers12.4K
- Likes202K
Textfor retweeted
Otak kamu capek bukan cuma karena urusan sendiri. Capek karena ikut nanggung urusan orang. Pendapat dia, drama dia, ekspektasi dia, hidup dia yang sebenernya bukan tanggung jawabmu.
Makanya skill paling dasar buat tenang: bodo amat sama yang bukan urusanmu.
Bukan berarti jahat. Bukan berarti nggak peduli sama sekali. Cuma otakmu berhenti jadi tempat sampah pikiran orang lain.
Urusanmu: napasmu, kerjaanmu, batasmu, perasaanmu.
Bukan urusanmu: dia marah atau nggak, dia ngerti atau nggak, dia setuju atau nggak, dia ngomongin kamu di belakang atau nggak.
Psikologinya, makin sering kamu ngecek reaksi orang, makin gampang cemas. Soalnya kendalinya ada di luar. Dan yang di luar, nggak bisa kamu atur.
Yang bikin lega justru sebaliknya. “Ini bukan tugasku.” Lalu dilepas.
Nggak semua chat harus dibalas cepat. Nggak semua opini harus diladenin. Nggak semua kecewa orang harus kamu perbaiki.
Tenang itu sering mulai pas kamu berhenti jadi orang yang selalu available buat urusan yang bukan punyamu.
Cukup urus yang memang hidupmu. Sisanya, bodo amat.
Textfor retweeted
Otak kamu capek bukan cuma karena urusan sendiri. Capek karena ikut nanggung urusan orang. Pendapat dia, drama dia, ekspektasi dia, hidup dia yang sebenernya bukan tanggung jawabmu.
Makanya skill paling dasar buat tenang: bodo amat sama yang bukan urusanmu.
Bukan berarti jahat. Bukan berarti nggak peduli sama sekali. Cuma otakmu berhenti jadi tempat sampah pikiran orang lain.
Urusanmu: napasmu, kerjaanmu, batasmu, perasaanmu.
Bukan urusanmu: dia marah atau nggak, dia ngerti atau nggak, dia setuju atau nggak, dia ngomongin kamu di belakang atau nggak.
Psikologinya, makin sering kamu ngecek reaksi orang, makin gampang cemas. Soalnya kendalinya ada di luar. Dan yang di luar, nggak bisa kamu atur.
Yang bikin lega justru sebaliknya. “Ini bukan tugasku.” Lalu dilepas.
Nggak semua chat harus dibalas cepat. Nggak semua opini harus diladenin. Nggak semua kecewa orang harus kamu perbaiki.
Tenang itu sering mulai pas kamu berhenti jadi orang yang selalu available buat urusan yang bukan punyamu.
Cukup urus yang memang hidupmu. Sisanya, bodo amat.
Textfor retweeted
Otak kamu capek bukan cuma karena urusan sendiri. Capek karena ikut nanggung urusan orang. Pendapat dia, drama dia, ekspektasi dia, hidup dia yang sebenernya bukan tanggung jawabmu.
Makanya skill paling dasar buat tenang: bodo amat sama yang bukan urusanmu.
Bukan berarti jahat. Bukan berarti nggak peduli sama sekali. Cuma otakmu berhenti jadi tempat sampah pikiran orang lain.
Urusanmu: napasmu, kerjaanmu, batasmu, perasaanmu.
Bukan urusanmu: dia marah atau nggak, dia ngerti atau nggak, dia setuju atau nggak, dia ngomongin kamu di belakang atau nggak.
Psikologinya, makin sering kamu ngecek reaksi orang, makin gampang cemas. Soalnya kendalinya ada di luar. Dan yang di luar, nggak bisa kamu atur.
Yang bikin lega justru sebaliknya. “Ini bukan tugasku.” Lalu dilepas.
Nggak semua chat harus dibalas cepat. Nggak semua opini harus diladenin. Nggak semua kecewa orang harus kamu perbaiki.
Tenang itu sering mulai pas kamu berhenti jadi orang yang selalu available buat urusan yang bukan punyamu.
Cukup urus yang memang hidupmu. Sisanya, bodo amat.
Textfor retweeted
Yang sering jadi impian banyak cewek soal hidup setelah nikah, sebenernya bukan soal rumah mewah atau honeymoon terus-terusan. Lebih ke rasa aman yang bisa dipegang tiap hari.
Di psikologi, ini nyambung sama kebutuhan kelekatan aman. Otak butuh satu orang yang bikin sistem alarmnya turun. Bukan yang bikin was-was terus, “hari ini lagi baik nggak ya?” Pasangan yang konsisten, jujur, dan bisa diandalkan, fungsinya mirip secure base: kamu boleh capek, boleh bingung, boleh jelek, tapi tetap ada tempat pulang yang nggak ngejewer.
Beberapa yang biasanya dicari:
Didengerin dulu, bukan langsung dibenerin. Perasaan yang divalidasi bikin beban di kepala nggak numpuk sendirian. Kalau tiap cerita dibalas “lebay” atau “udah, jangan dipikir,” lama-lama kamu belajar diam. Diam itu bukan damai, itu jarak.
Kerja bareng, bukan nanggung mental load sendirian. Impiannya bukan suami yang “bantu”, tapi yang ikut mikir: belanja, jadwal, orang tua, tagihan, anak. Otak cewek sering lebih dulu nyala buat urusan rumah. Kalau itu dibagi, yang tersisa bukan cuma tenaga, tapi ruang buat napas.
Masih jadi diri sendiri. Nikah yang sehat nggak minta kamu menghilang jadi “istri siapa”. Self-determination theory bilang orang butuh tiga hal sekaligus: terhubung, mandiri, dan ngerasa kompeten. Jadi impiannya tetap punya hobi, teman, kerjaan, atau waktu sepi, tanpa dituduh egois.
Afeksi yang nggak hilang setelah status berubah. Bukan cuma pelukan, tapi sapaan, sentuhan ringan, cara dipanggil. Oksitosin kerja lewat kedekatan yang berulang. Tanpa itu, rumah bisa terasa lengkap tapi hati kosong.
Rasa dipilih tiap hari, bukan cuma di hari akad. Aman secara emosional artinya kamu nggak perlu bersaing sama HP, kerjaan, atau ego. Konflik boleh ada, tapi cara baliknya jelas: nggak diabaikan berhari-hari, nggak dijadikan bahan ledekan.
Intinya, impian itu sering sederhana: pulang dan badan langsung rileks. Bukan karena hidup tanpa masalah, tapi karena ada orang yang bikin masalahnya nggak harus ditanggung sendirian. Itu bukan manja. Itu kebutuhan sistem saraf biar bisa istirahat.
Textfor retweeted
Tetap menambah kesibukan dan belajar menambah skill walaupun udah sibuk demi bertahan hidup🙏🏻✋🏻
Apalagi kalo ditambah ngerangkap kerjaan temen yang cuti + dikejar deadline + juga harus nyelesein kerjaan sendiri yg juga dikejar deadline sampe bikin Ngga sempet buka hp apalagi WA, berangkat batre hp 100% pulang masih 95%, makan siang aja ngga mood dan ngga kerasa lapar karena dikejar deadline didepan mata😭✌🏻
Tanda tersibuk kalian apa guys?
Textfor retweeted
Apalagi kalo ditambah ngerangkap kerjaan temen yang cuti + dikejar deadline + juga harus nyelesein kerjaan sendiri yg juga dikejar deadline sampe bikin Ngga sempet buka hp apalagi WA, berangkat batre hp 100% pulang masih 95%, makan siang aja ngga mood dan ngga kerasa lapar karena dikejar deadline didepan mata😭✌🏻
Tanda tersibuk kalian apa guys?
Textfor retweeted
Kalau potongannya setebal ini, dimasak utuh dulu memang bikin bagian luar sempat bikin crust sementara tengahnya masih juicy.
Setelah diiris, tiap sisi potongan dibakar lagi sebentar supaya permukaannya ikut kecokelatan tanpa bikin bagian dalamnya kehilangan terlalu banyak moisture.
Makanya hasil akhirnya masih pink tapi bagian luarnya tetap smoky dan caramelized.