Tallulah. (@stringsorrow) header
Tallulah. (@stringsorrow) profile picture

Fictional character penned by 𝗟𝘂𝗻𝗲: Tallulah-Lisoletté Iridessaina, /təˈluː.lə/ — SL1MS4002, Potion, DADA, Herbology.

Joined February 2012
Photo by Tallulah. (@stringsorrow)Photo by Tallulah. (@stringsorrow)Photo by Tallulah. (@stringsorrow)Photo by Tallulah. (@stringsorrow)Photo by Tallulah. (@stringsorrow)Photo by Tallulah. (@stringsorrow)Photo by Tallulah. (@stringsorrow)Photo by Tallulah. (@stringsorrow)Photo by Tallulah. (@stringsorrow)Photo by Tallulah. (@stringsorrow)
Include

Only show posts containing:

Exclude

Hide posts containing:

Time range
-
Minimum likes
️ㅤ ️ㅤ ㅤㅤ⠀┄────── ⋆ ──────┄ ‍ ️ㅤ ️ㅤ ️ㅤ
14
️ㅤ ️ㅤ Tallulah merapikan perkamen, lalu menunduk santun sebelum beranjak. “Terima kasih atas ilmu malam ini, Professor. Selamat malam dan semoga sisa harinya berjalan menyenangkan!” Ia pun melangkah pulang, ditemani temaram Hogwarts. ️ㅤ ️ㅤ
1
24
️ㅤ ️ㅤ Tallulah menatap perkamen dengan takzim, membiarkan makna itu bersemi dalam benaknya. “Rupanya bukan hanya raga yang meninggalkan jejak, melainkan jiwa pun punya aksaranya sendiri.”. ️ㅤ ️ㅤ
Replying to @ProfsKai
"Fenomena alam dan satwa sudah, apakah cukup sampai disitu?" Kairi menatap murid-muridnya dengan senyum lebar. "Ternyata pengalaman fisik dan sosial sehari-hari juga tercatat dengan jelas, lho! Bahkan pengalaman emosional dan abstrak manusia pun mendapatkan tempatnya dalam rune."
1
57
️ㅤ ️ㅤ Tallulah memandangi catatannya, membayangkan butir-butir es meruntuhkan harapan para petani. “Barangkali Hagalaz mengajarkan bahwa tak semua badai datang untuk berlalu tanpa jejak; ada yang hadir demi mengubah segalanya dalam semalam.” ️ㅤ ️ㅤ
Replying to @ProfsKai
"Selain hewan, fenomena cuaca dan elemen lingkungan fisik juga tidak luput dari penamaan rune. Hagalaz misalnya, berarti badai es (hail). Bagi masyarakat pertanian dan peternakan kuno, badai es merupakan ancaman tak terprediksi yang dapat menghancurkan hasil panen dalam sekejap."
1
75
️ㅤ ️ㅤ Tallulah menyimak sembari menorehkan catatan, seolah merangkai serpihan semesta ke dalam perkamen. “Rupanya kehidupan tak pernah benar-benar bisu; alam, satwa, dan manusia mewariskan kisahnya melalui lambang yang abadi.” ️ㅤ ️ㅤ
1
57
️ㅤ ️ㅤ Tallulah menautkan jemari di atas perkamen, matanya menyimpan takjub pada rahasia yang diwariskan zaman. “Barangkali alam ialah kitab pertama yang dibaca para penyihir; setiap lambangnya menyimpan kisah yang enggan dilupakan waktu,” bisiknya. ️ㅤ ️ㅤ
Replying to @ProfsKai
Senyum tipis dibuat saat melihat beberapa dari mereka bersiap mencatat. "Dan karena semuanya berawal dari simbol, inspirasi awal penamaannya diambil langsung dari lingkungan sekitar masyarakat pada masa itu, yang kemudian diabadikan menjadi nama-nama rune tradisional."
1
77
️ㅤ ️ㅤ Tallulah menunduk, mencatat dengan jemari lembut, seakan tiap aksara menyimpan denyut rahasia semesta. “Jadi, sebelum menjadi bahasa, mereka adalah sihir itu sendiri. Betapa indahnya sesuatu yang mampu bermakna tanpa sepatah kata.” ️ㅤ ️ㅤ
Replying to @ProfsKai
"Pada awalnya, rune sama sekali bukan diciptakan sebagai huruf untuk merangkai kalimat atau surat seperti yang kalian kenal sekarang, melainkan sebagai simbol-simbol yang murni membawa makna dan daya magis." Ia berhenti di dekat meja murid-murid tahun pertama.
1
48
️ㅤ ️ㅤ Tallulah merapatkan jubahnya, sementara binar peri dalam dirinya berpendar lirih di bawah temaram obor. “Selamat malam, Professor. Terima kasih sambutannya. Senang berkenalan dengan Profesor.” ️ㅤ ️ㅤ
Replying to @ProfsKai
"Selamat datang di Hogwarts, dan selamat datang di kelas Ancient Rune! Untuk yang baru masuk, saya Takahashi Kairi, pengampu mata pelajaran ini." "Saya tahu di luar sana udara Oktober mulai menusuk, jadi mari kita buat ruangan ini tetap hangat... secara harfiah dan metaforis."
1
1
97
️ㅤ ️ㅤ Langkah kecilnya menyusuri koridor batu yang temaram, ditemani cahaya obor dan bayang-bayang yang memanjang. Setibanya di ruang kelas Potion, Tallulah menarik napas pelan, bersiap menyambut malam yang mungkin menyimpan keajaiban. ️ㅤ ️ㅤ
1
69
️ㅤ ️ㅤ Malam merayap di antara menara Hogwarts, menyulam dingin pada jendela asrama. Tallulah merapikan jubahnya, lalu menggenggam buku ramuan. Ada sesuatu tentang malam yang membuat rahasia terasa lebih dekat daripada biasanya. ️ㅤ ️ㅤ
1
59
🤖 Made with AI
1
209
️ㅤ ️ㅤ ㅤㅤ⠀┄────── ⋆ ──────┄ ‍ ️ㅤ ️ㅤ ️ㅤ
19
️ㅤ ️ㅤ Tallulah membalas lambaian Maverick dengan senyum lembut. “Terima kasih atas kebaikan Tuan. Semoga malam senantiasa menaungi dengan damai.” Ia berpaling menuju kastel, membawa kenangan hangat di antara dinginnya angin dan temaram rembulan. ️ㅤ ️ㅤ
Replying to @ProfsHarlow
Maverick melambaikan tangan dengan senyum hangat ke arah para murid yang bersiap kembali. ​“Buat bekal kembali ke Kastel. Terimakasih banyak ya, Kids, sudah berkenan untuk membantu Saya dan datang ke Hogsmeade Valley hari ini! Hati-hati saat kembali ke Kastel!”
1
30
️ㅤ ️ㅤ Tallulah menatap rimbun pepohonan tempat Porlock menghilang. “Barangkali, tak semua keajaiban sudi didekati; ada yang hanya ingin dipahami dari kejauhan,” lirihnya, membiarkan sunyi menjadi ruang aman bagi sang penjaga mungil. ️ㅤ ️ㅤ
1
36
️ㅤ ️ㅤ Tallulah menahan langkah, memandang Porlock dengan takzim yang lembut. “Rupanya, penjaga tak harus bertubuh perkasa; bahkan yang mungil pun mampu menyimpan kesetiaan seluas semesta,” bisiknya, enggan mengusik sang pelindung kuda. ️ㅤ ️ㅤ
1
35
️ㅤ ️ㅤ Tallulah berlutut, menelusuri jejak itu dengan pandang penuh takzim. “Dua belahan kecil di tanah, bagai bisikan yang tertinggal,” gumamnya. “Barangkali sang pemilik jejak tengah mencari sesuatu—atau sekadar bertamu pada malam.” ️ㅤ ️ㅤ
Maverick mengajak Alexius serta muridnya mendekati tanah di jalan setapak. “Tadi pagi, saya menemukan jejak kaki.” ​Ia menunjuk jejak kecil di sana. “Polanya unik, telapaknya terbelah dua. Saya yakin ini bukan jejak kuda di sini karena bentuknya sangat berbeda.” (@ProfsHarlow)
1
55
️ㅤ ️ㅤ Tallulah menautkan jemari di hadapan dada, lalu mengangguk santun dengan senyum sehangat pendar kunang-kunang. “Salam kenal, Tuan Maverick. Semoga perjumpaan ini menjadi awal kisah elok yang kelak dikenang.” ️ㅤ ️ㅤ
Replying to @ProfsHarlow
Wira yang dipanggil menoleh dan tersenyum. “My Brother! And Hello, kids! Welcome to Hogsmeade Valley. I'm Alexius's cousin, you can call me Maverick.” ​Maverick menepuk bahu Alexius santai. “No problem, Lex. Justru Saya berterimakasih kamu dan muridmu mau datang ke sini!”
1
54
️ㅤ ️ㅤ Tatkala penangkaran itu tersingkap di hadapannya, mata Tallulah berbinar bagai kunang-kunang di ambang malam. “Ah, betapa eloknya mereka,” bisiknya, terpikat pada kuda-kuda yang berdiam di bawah selimut rembulan. ️ㅤ ️ㅤ
Replying to @ProfsHarlow
ᅠ Keramaian desa perlahan tertinggal di belakang mereka. Di hadapan rombongan, terbentang kawasan rerumputan yang lebih tenang, dengan sebuah penangkaran kuda yang berdiri di antara pepohonan.  Pagar kayu putih membatasi area tersebut, sementara beberapa ekor kuda terlihat di dekat kandang dan tumpukan jerami.  ᅠ
1
44
️ㅤ ️ㅤ Tallulah menyusul dengan jemari merengkuh ujung jubahnya, matanya meronce rasa takjub pada padang rumput yang terbentang. “Ke mana gerangan langkah ini bermuara, Profesor? Malam seolah menyembunyikan rahasia yang hendak berbisik.” ️ㅤ ️ㅤ
Replying to @ProfsHarlow
ᅠ Setibanya di kawasan Hogsmeade, Alexius memimpin rombongan melewati jalan yang diapit bangunan-bangunan dengan atap curam dan cerobong yang mengepulkan asap tipis. Namun, alih-alih berhenti di High Street, ia terus melangkah melewati pusat desa, kemudian mengambil jalur yang mengarah ke hamparan padang rumput. ᅠ
1
55
️ㅤ ️ㅤ Tallulah meniti jalan setapak dengan langkah seringan desir angin, sayap faerinya seolah bergetar dalam temaram. “Kiranya lembah ini menyimpan keajaiban yang belum pernah disaksikan mata,” tuturnya, menatap pepohonan yang merunduk dalam sunyi. ️ㅤ ️ㅤ
Replying to @ProfsHarlow
ᅠ “Senang mendengar kabar kalian baik. Mari berangkat.” Profesor Harlow memimpin perjalanan meninggalkan kawasan kastel. Mereka melewati gerbang yang menghubungkan Hogwarts dengan jalur di luar area sekolah, kemudian menyusuri jalan setapak yang menurun di antara perbukitan hijau dan pepohonan. Langkah mereka perlahan membawa rombongan menuju Hogsmeade Valley. ᅠ
1
66