Shailendra. retweeted
Hanya tawa, anggukan, dan rasa sayang yang mengalir dalam percakapan sederhana mereka.
β THE END.
Shailendra. retweeted
Aroma herbal dan masakan rumahan langsung menyebar ke seluruh ruangan, mengundang perut lapar bergemuruh makin keras. Dan di meja makan yang hangat itu, untuk sesaat, waktu seolah melambat. Tak ada kesibukan, tak ada tuntutan dari dunia luar.
Shailendra. retweeted
Sebelum menambahkan sambil melirik Grisla sekilas, βAnd Grizz, donβt provoke him too much. You know your brother gets dramatic when hungry.β
Shailendra. retweeted
Disatu sisi Yuxuan berdiri, mengambil piring dan mulai menyusun lauk. βYouβre almost thirty, Shao, but still act like three in front of Ma,β gumamnya, lalu menoleh ke Tan Yue. βMa, faster serve him food, if not he keep whining like baby.β
Shailendra. retweeted
Tan Yue hanya tertawa pelan melihat ketiga anaknya, lalu menepuk tangan dengan gaya khasnya. βAiyo, my son come back only few minutes already say tired lah, hungry lah,β katanya sambil membuka tutup panci dan mulai menyendokkan makanan ke piring besar.
Shailendra. retweeted
Ia menyesap sedikit, lalu menunjuk wajah sang tuan. βWrinkles because you frown all the time. Next time wear more face mask, Iβll send you some from my brand.β
Shailendra. retweeted
Ketika Shailendra menuangkan wine ke gelasnya, Grisla hanya mengangkat alis.
βOne glass only ah? You think thatβs enough to bribe me?β Tapi nada suaranya tetap jenaka.
Shailendra. retweeted
Replying to @soinorous
Grisla menyandarkan punggung ke kursi, menggoyangkan gelas wine di tangannya. Ia mendengus kecil mendengar ocehan manja sang kakak.
βSayang betul, fly all the way back just to complain,β katanya sambil melirik Shailendra dengan senyum licik.
Shailendra kemudian menoleh ke arah Noah. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana hitam panjangnya. Posturnya terlihat lebih rileks dibandingkan sebelumnya. Mungkin karena kehadiran Noah di sini memberi semacam ketenangan dan dukungan yang tak perlu banyak kata.
βSo, kalau lo tanya inspirasinyaβ¦ maybe itβs her. Or maybe itβs the version of me that died with her. Iβm not sure anymore.β tukasnya kepada @Vercshlossen.
βNggak, gapapa. Sekalian nyapa. Udah lama juga nggak ketemu,β jawab Shailendra. Ia lalu memberikan gestur agar Noah berjalan bersamanya untuk mengitari pameran. Kedua tungkainya terus bergerak, sedikit gugup karena bagaimana pun Noah adalah seorang pebisnis.
Ia khawatir jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan hati kawannya tersebut.
βHow is it? I need your opinion. Soalnya mau buat bigger scale,β celetuk Shailendra pada @Vercshlossen dengan tangan yang bertautan di belakang punggung untuk berikan kesan santai.
βKejebak macet, ya?β tanya Shailendra kepada @thechronichlez saat pria itu akhirnya tiba di kafe tempat pertemuan mereka hari ini. Keduanya seharusnya bertemu pukul 10 tepat, tapi Yudhistira baru muncul 30 menit kemudian.
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
Shailendra terkekeh mendengar omelan dari Yudhistira. Ia kemudian menggeleng sembari menyenderkan punggungnya pada bantalan kursi sofa.
βNggak, sih. Kebetulan tadi gue meeting di sekitar sini. Tapi, pas pagi tadi macet banget. Kayaknya karena jam sibuk.β
βLo mau pesen apa? My treats karena lo udah melewati macet,β tawar Shailendra dengan tangan yang menyodorkan buku menu pada @thechronichlez.





