Shailendra. (@soinorous) header
Shailendra. (@soinorous) profile picture

1997. π“π‘πž π‡πšπ«ππžπ¬π­ π“πžπ¦π©π­πšπ­π’π¨π§. Where desire defies fate.

S-IC. ND.
Joined August 2016
Photo by Shailendra. (@soinorous)Photo by Shailendra. (@soinorous)Photo by Shailendra. (@soinorous)Photo by Shailendra. (@soinorous)Photo by Shailendra. (@soinorous)Photo by Shailendra. (@soinorous)Photo by Shailendra. (@soinorous)Photo by Shailendra. (@soinorous)Photo by Shailendra. (@soinorous)Photo by Shailendra. (@soinorous)
It's been... a long time.
1
172
Hanya tawa, anggukan, dan rasa sayang yang mengalir dalam percakapan sederhana mereka. β€” THE END.
1
183
Aroma herbal dan masakan rumahan langsung menyebar ke seluruh ruangan, mengundang perut lapar bergemuruh makin keras. Dan di meja makan yang hangat itu, untuk sesaat, waktu seolah melambat. Tak ada kesibukan, tak ada tuntutan dari dunia luar.
1
1
138
Sebelum menambahkan sambil melirik Grisla sekilas, β€œAnd Grizz, don’t provoke him too much. You know your brother gets dramatic when hungry.”
1
1
75
Disatu sisi Yuxuan berdiri, mengambil piring dan mulai menyusun lauk. β€œYou’re almost thirty, Shao, but still act like three in front of Ma,” gumamnya, lalu menoleh ke Tan Yue. β€œMa, faster serve him food, if not he keep whining like baby.”
1
1
77
Tan Yue hanya tertawa pelan melihat ketiga anaknya, lalu menepuk tangan dengan gaya khasnya. β€œAiyo, my son come back only few minutes already say tired lah, hungry lah,” katanya sambil membuka tutup panci dan mulai menyendokkan makanan ke piring besar.
1
1
63
Ia menyesap sedikit, lalu menunjuk wajah sang tuan. β€œWrinkles because you frown all the time. Next time wear more face mask, I’ll send you some from my brand.”
1
1
59
Ketika Shailendra menuangkan wine ke gelasnya, Grisla hanya mengangkat alis. β€œOne glass only ah? You think that’s enough to bribe me?” Tapi nada suaranya tetap jenaka.
1
1
54
Replying to @soinorous
Grisla menyandarkan punggung ke kursi, menggoyangkan gelas wine di tangannya. Ia mendengus kecil mendengar ocehan manja sang kakak. β€œSayang betul, fly all the way back just to complain,” katanya sambil melirik Shailendra dengan senyum licik.
1
1
58
Shailendra kemudian menoleh ke arah Noah. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana hitam panjangnya. Posturnya terlihat lebih rileks dibandingkan sebelumnya. Mungkin karena kehadiran Noah di sini memberi semacam ketenangan dan dukungan yang tak perlu banyak kata.
1
26
β€œSo, kalau lo tanya inspirasinya… maybe it’s her. Or maybe it’s the version of me that died with her. I’m not sure anymore.” tukasnya kepada @Vercshlossen.
43
β€œNggak, gapapa. Sekalian nyapa. Udah lama juga nggak ketemu,” jawab Shailendra. Ia lalu memberikan gestur agar Noah berjalan bersamanya untuk mengitari pameran. Kedua tungkainya terus bergerak, sedikit gugup karena bagaimana pun Noah adalah seorang pebisnis.
1
37
Ia khawatir jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan hati kawannya tersebut. β€œHow is it? I need your opinion. Soalnya mau buat bigger scale,” celetuk Shailendra pada @Vercshlossen dengan tangan yang bertautan di belakang punggung untuk berikan kesan santai.
44
β€œKejebak macet, ya?” tanya Shailendra kepada @thechronichlez saat pria itu akhirnya tiba di kafe tempat pertemuan mereka hari ini. Keduanya seharusnya bertemu pukul 10 tepat, tapi Yudhistira baru muncul 30 menit kemudian.
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
169
Shailendra terkekeh mendengar omelan dari Yudhistira. Ia kemudian menggeleng sembari menyenderkan punggungnya pada bantalan kursi sofa. β€œNggak, sih. Kebetulan tadi gue meeting di sekitar sini. Tapi, pas pagi tadi macet banget. Kayaknya karena jam sibuk.”
1
58
β€œLo mau pesen apa? My treats karena lo udah melewati macet,” tawar Shailendra dengan tangan yang menyodorkan buku menu pada @thechronichlez.
48