Pinned Tweet
ㅤ
6.3349° S, 106.8237° E
───────────
titik temu dari sebuah permulaan masa
lalu dan masa depan yang masih menjadi
sebuah misteri.
ㅤ
(...) “Maaf sayang, aku salah...”
Ucapannya terdengar pelan. Kedua telapak tangannya masih mengepal menahan rasa sakit yang dirasa.
“Maaf. Aku ga bermaksud ganggu kamu. Aku cuma khawatir.” (...)
(...) Walau ia tidak yakin kalimat terakhirnya akan didengar atau tidak.
— @masadyaksa
Arimbi Soeratmaja retweeted
WHILE I BREATHE, I HOPE.
🎬 𝗧𝗛𝗘 𝗚𝗔𝗟𝗔 𝗣𝗥𝗘𝗠𝗜𝗘𝗥𝗘: 𝗗𝗨𝗠 𝗦𝗣𝗜𝗥𝗢, 𝗦𝗣𝗘𝗥𝗢
A Night of Cinema, Glamour, and Immortality.
📍 𝘙𝘢𝘥𝘪𝘰 𝘊𝘪𝘵𝘺 𝘔𝘶𝘴𝘪𝘤 𝘏𝘢𝘭𝘭, 𝘕𝘦𝘸 𝘠𝘰𝘳𝘬 𝘊𝘪𝘵𝘺
📅 Friday , October 23, 2026
🕕 14.00 | 2 P.M
Your presence is a part of tonight’s history.
Arimbi Soeratmaja retweeted
ᅠ
⟟ Bromo Mountain, East Java.
Thu, 22 Oct ╱06.15 WIB.
Bromo was beautiful, but the girl beside me made the moment unforgettable. I hope to give her a love that feels like home, and to become someone she never has to doubt.
ᅠ
(...) Ia memberanikan diri menatap ke arah sang kekasih. Namun yang ia lihat hanyalah tatapan penuh amarah.
𝐼𝑛𝑖 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑅𝑎𝑑𝑒𝑛.
Sekuat tenaga Arimbi menahan diri. Ia mencoba melogikakan alasan kenapa Raden bisa sampai semarah itu. (...)
(...) “Sayang...maaf aku—”
Kalimatnya tidak bisa selesai, matanya mulai berkaca walau ia berusaha menahan air mata agar tidak jatuh.
“Mas, atur..nafas dulu ya?”
Ia melangkah pelan, berniat mendekat ke arah kekasihnya dengan sangat hati-hati.
— @masadyaksa
(...) Tunggu, ini sudah tidak benar.
Kekasihnya harus berhenti. Sesuatu yang dipaksakan hasilnya akan jauh lebih bahaya. Arimbi kembali mendekat, kali ini menyentuh lengan Raden pelan.
Ia hanya memberi sentuhan kecil, berharap hal itu tidak menganggu. (...)
(...) “Sayang, berhenti sebentar ya? Atur nafas dulu sebentar. Ya?”
Hanya itu permintaan Arimbi. Dan semua ia lakukan atas dasar khawatir.
— @masadyaksa
Arimbi Soeratmaja retweeted
ㅤ
ㅤ
!! HELP RT !!
📢 PENGUMUMAN!
Keluarga Prabaswara sedang dalam perombakan SL.
Untuk sementara, kami akan menjatuhkan pohon keluarga. Bagi yang tertarik, silahkan hubungi @aruspasang.
Mohon diperhatikan lagi bahwa yang kosong adalah yang tidak ada tahun lahirnya.
ㅤ
(...) Ia beranjak dari posisi duduknya, mendekat ke arah lelaki tersebut perlahan. Ia tidak menyentuh, berniat hanya memanggil pelan.
“Sayang, makan malam dulu yuk? Kamu dari tadi belum makan,” ucapnya pelan. (...)
(...) Hening.
Arimbi memberi jeda sejenak. Ia pun menghitung berapa lama lelaki itu tidak menjawabnya. Apakah suaranya tidak terdengar?
“Sayang...” panggil Arimbi sekali lagi.
“Makan dulu ya? Dilanjutin nanti kerjaan kamu.”
— @masadyaksa



















