Gelombang demonstrasi mengguncang Brasil, Albania, Prancis, dan India. Rakyat turun ke jalan menyuarakan kekecewaan, menuntut keadilan, melawan kebijakan yang dianggap merugikan. Ketika suara tak lagi didengar, jalanan menjadi panggung perlawanan & simbol harapan akan perubahan.
Arogansi membuat seseorang merasa tak terkalahkan, hingga ia lupa bahwa kehancuran sering kali dimulai ketika seseorang merasa dirinya tidak mungkin dihancurkan.
Kita lihat dan tunggu saja.
HP gratis hanyalah umpan untuk menyeret kita ke sistem digital. Tujuannya agar semua serba digital dan mudah dikontrol. Ini adalah kunci agar setiap orang, bahkan yang paling miskin, terhubung ke sistem. Kita dipaksa masuk jebakan digitalisasi total.
Kita seperti wayang yang digerakkan sistem. Dulu dipaksa pindah dari minyak tanah ke elpiji, kini dari bensin ke Pertalite. Tanpa sadar, kita telah kehilangan pilihan. Mau tak mau, kita harus menelan kebijakan itu dan terus mengikuti arus yang mereka atur.
Tidak semua orang yang hidup bersama telah menemukan rumah di hati satu sama lain. Ada yang disatukan oleh janji, tetapi tetap terpisah oleh ruang sunyi yang tak mampu dijangkau oleh kata-kata.
“Hewan liar apa,Pak …yg bisa bikin blackout satu kota Batam ?..katakan padaku,Pak.
Beruang ? Gajah ? Celeng ? atau apa?”
“Ngga usah takut apa itu,deforestasi..namanya sawit kan pohon ada daunnya juga”
—ujar pemimpin di suatu negara
Sawit dapat menghasilkan keuntungan tunai yang besar bagi pelaku usaha. Namun, apabila hutan yang dibuka merupakan hutan alam bernilai ekologis tinggi, keuntungan tersebut bisa dibayar dengan kerugian jangka panjang yang jauh lebih luas.
Jgn bilang sama-sama pohon ya.
Persoalan utamanya bukan semata-mata pemberian HP, melainkan siapa yang mengadakan, siapa yang menerima keuntungan dari pengadaan, bagaimana rekening dikelola, dan bagaimana data penerima bansos diverifikasi.
Wis kuwi..
Hutan rusak: kondisi hutan mengalami kerusakan akibat pembakaran, penebangan, pertambangan, atau aktivitas manusia lainnya.
Hutan terdegradasi: hutan masih ada, tetapi kualitas dan fungsi ekologisnya menurun.
Tau kan,gengs
Kan bisa ditanami pohon lagi..kenapa harus sawit.
Bukankah masih mungkin dipulihkan melalui regenerasi dan restorasi?








