Orang yg tangki cintanya penuh:
Dipuji bilang "makasih"
Chat ga dibales mikirnya "lagi sibuk kali"
Ajakannya ditolak dijawab "oke, next time."
Orang yg lagi belajar ngisi tangkinya sendiri:
Dipuji refleks bilang "ah engga", abis itu diam2 latihan bilang makasih.
Chat ga dibales panik, terus nenangin diri.
Ajakannya ditolak baper, tp abis itu sadar yg ditolak ajakannya, bukan manusianya.
Dia keliatan dari caranya bertahan tanpa nyusahin siapapun, tanpa adu luka. Dia tetap jalan, meski gemetarnya masih ada.
Anyway, both are signs of growth. One shows peace, the other shows courage. Setuju?
Pernah baca buku yg isinya gini:
"Beberapa anak memang terlahir beruntung di tengah keluarga yg berkecukupan. Sisanya lebih beruntung karena diberi hati dan tulang yg kuat untuk berusaha sendiri." And until now that quote is what makes me able to accept the reality that i'm living now.
Orang yg tangki cintanya penuh:
Dipuji bilang "makasih"
Chat ga dibales mikirnya "lagi sibuk kali"
Ajakannya ditolak dijawab "oke, next time."
Orang yg lagi belajar ngisi tangkinya sendiri:
Dipuji refleks bilang "ah engga", abis itu diam2 latihan bilang makasih.
Chat ga dibales panik, terus nenangin diri.
Ajakannya ditolak baper, tp abis itu sadar yg ditolak ajakannya, bukan manusianya.
Dia keliatan dari caranya bertahan tanpa nyusahin siapapun, tanpa adu luka. Dia tetap jalan, meski gemetarnya masih ada.
Anyway, both are signs of growth. One shows peace, the other shows courage. Setuju?












