k retweeted
Alternatif, bisa dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja!
Saatnya Reklaim Ruang Publik Kita!
k retweeted
Tuntutannya demo kali ini apa? Berhenti meminta kebaikan hati pemerintah. Berhenti berharap penjahat akan mengabulkan permintaan kita. Pemerintah sendiri yang mengajarkan kalo nyampein aspirasi dengan sopan itu tidak efektif. Fak. Peduli setan tuntut-menuntut. Kita rebut!
sopir-sopir becak mulai akeh sek mbajing njaluk diobong becak e, ket mau benggi melu melu ngepruk i ro provokasi. tujuan pusat ngawe konflik horizontal i cen bajingann tenann. matioo kabeh setan-setaan pemangku kebijakan.
k retweeted
EKSKLUSIF MBOT JEMBOT. SESUK NEK DIKUBUR ORA NGANGGO ALMET RO GENDERO ORMEK MBOTTTTT
k retweeted
Pada #PMS malam ini kami coba sajikan beberapa paragraf tulisan sebagai respon atas kejadian belakangan. Harap dibaca dengan perlahan dan tetap mengutamakan kontrol emosional. Sleman till i die!🌻
#ForeverPSS
—
Sumber foto : @PSSleman & @BCSxPSS_1976
k retweeted
Menarik ketika Herry Sutresna alias Ucok Homicide, Morgue Vanguard, atau Lord Kobra menuliskan 10 lagu perlawanan terbaik versi lokal sekitar 12 tahun lalu. Daftar ini menarik karena perlawanan tidak selalu harus disuarakan lewat musik punk, hardcore, atau metal yang penuh distorsi dan teriakan. Ada folk, rock, hingga balada yang sama-sama menyimpan kemarahan, kritik sosial, dan keberanian melawan kekuasaan. Dari Swami dengan “Bongkar”, Efek Rumah Kaca dengan “Di Udara”, Puppen dengan “Sistem”, sampai Rotor dengan “Pluit Phobia”, semuanya punya cara sendiri untuk menggugat keadaan.
Namun, pilihan nomor satu, “Mentari” karya Iwan Abdurrahman atau Abah Iwan, justru menjadi bagian paling menarik dari daftar ini. Di tengah lagu-lagu yang identik dengan musik keras dan lirik frontal, Ucok menempatkan sebuah balada melankolis sebagai lagu perlawanan terbaik. Ini pilihan yang kuat, sebab perlawanan tidak selalu lahir dari amarah yang meledak-ledak. Kadang, ia tumbuh dari kesedihan, kehilangan, dan keyakinan bahwa ketidakadilan tidak boleh dibiarkan begitu saja. “Mentari” punya kekuatan emosional yang berbeda: bukan sekadar mengajak orang marah, melainkan menguatkan mereka yang sedang menghadapi represi dan ketakutan.
Buat saya, penempatan “Mentari” di posisi pertama seperti menegaskan bahwa musik perlawanan bukan soal seberapa keras suara yang dikeluarkan, melainkan seberapa dalam lagu itu menancap di kesadaran orang yang mendengarnya. Lagu ini mengingatkan kita pada sejarah gerakan mahasiswa dan represi politik Orde Baru, ketika keberanian untuk bersuara saja sudah menjadi tindakan perlawanan. Pilihan Ucok terasa istimewa karena ia tidak terjebak pada romantisme musik keras atau kemarahan yang terdengar gagah. Ia justru memilih lagu yang menyimpan kekuatan dalam kesederhanaan dan kesedihannya. Sebab pada akhirnya, perlawanan bukan cuma tentang merobohkan sesuatu, tetapi juga tentang menjaga harapan agar tetap menyala ketika keadaan berusaha memadamkannya.
Yaudehlah ini dia lagu dari Abah Iwan - Mentari dikasi footage kejadian kemarin. Sing sarehat, bahagia, salamet dunya dan aparat!
*dibagian akhir vidio lucu juga,,, tuluuung!!!
k retweeted
Ini salah satu anggota ormas anjing, dia tiba-tiba dateng ke mahasiswa sambil bilang "Aku wong asli jogja, kowe meh ngopo?" Terus anarkis habistu temennya pada muncul bawa senjata anjing, bangsatt lo
k retweeted
Membayangkan ada keajaiban Istanbul United di sini. Garis depan jalanan di Yogyakarta berbaris massa terorganisir dengan zirah kebesaran PSS, PSIM, Persiba dsb. Di belakang teman-teman dari seluruh Universitas dengan pelindung lengkap khas gerakan Hongkong saling melengkapi.
k retweeted
JAGA O DEWE!
Jaga warga kok nggepyoki warga sing memperjuangkan kepentingan rakyat!
Keduman piro e bang, nganti semonone? 😕
1 tewas. 347 terluka sampai ada pelajar tangannya putus & matanya buta. 2400 ditangkap & anggota DPR sana minta partai oposisi LFI dilarang. Tapi Buruh, Guru, & Pelajar Perancis jalan terus 32 hari demo non stop. Disini 1 LSM doang gerak, sisanya komen sosmed. Ya iyalah diturunin
k retweeted
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, bencana makin parah, biaya hidup makin mahal.
Dari banjir, karhutla, sampai cuaca ekstrem, krisis iklim makin terasa di kehidupan sehari-hari. Tapi, apa kerja pemerintah?
k retweeted
KEREN BANGET KAWAN-KAWAN @GreenpeaceID RESPECT BUAT KALIAN SEMUA!!
source: milanesyaaamom on threads














































