Harta Tahta Ewita retweeted
Apple nerfed the main display on the iPhone Duo just for it to still have the same level of crease, maybe even bigger, as the Galaxy Z Fold8
Harta Tahta Ewita retweeted
THIS IS CRAZYYYY, how Samsung copied ALL the colors of the iPhone 18 series already in 2022. 😭💀
Harta Tahta Ewita retweeted
First GLITCH on iPhone 18 Pro..
Im hoping iOS 27 is more stable this year.
Harta Tahta Ewita retweeted
The under-display IR dot projector on the iPhone 18 Pro Max looks ROUGH in bright light 💀
And the worst part?
Once you notice those dots… you literally can’t unsee them. 😭
iiPhone Duo engineering specs are public and the numbers tell a story Apple didn't put in the keynote
4.5mm thin but no vapor chamber inside, graphene heat spreader instead, throttles 35% under sustained load while Samsung and Xiaomi hold at 16-17%
liquid metal hinge rated 500,000 cycles but no testing standard cited, first-gen mechanism, historically first-gen hinges fail 3-5x more than mature designs
matte inner display hides the crease but peak brightness drops to 1,640 nits vs Samsung's 2,600, color accuracy ΔE 2.1 vs 1.4, you see less crease because you see less everything
all controls sit on the right side of the outer display, right-handed thumb reaches 94% of elements, left-handed reaches 61%, no mirror mode exists in iOS 20
gapless close is real, thinnest foldable ever shipped is real, $1,999 starting price for a phone that throttles harder than both competitors and ignores 10% of the population is also real
the question isn't whether iPhone Duo is impressive, it is, the question is whether $2,000 should come with this many asterisks
Follow for breakdowns like this
iPhone Duo just told 10% of the population to go screw themselves. All controls on the right side. Camera on the right. Rounded edges on the right. If you are left-handed you are holding a $2,000 phone designed to ignore you.
Apple spent years bragging about accessibility and inclusion. Then they built a foldable that only works properly for right-handed people. The matte screen hides the crease but kills the colors and sharpness you paid premium money for. They didn't fix the fold problem. They just made it harder to see.
The "most inclusive tech company on Earth" forgot that lefties exist. $2,000 and you get a phone that fights your dominant hand every time you pick it up.
Follow for more takes like this before the hype buries the truth
Harta Tahta Ewita retweeted
if you were wondering about how bad the iPhone Duo’s under display selfie camera is, here’s your answer
📸 MediaStorm via YT
Harta Tahta Ewita retweeted
Wow, Shahnaz ini rupanya punya pemikiran dan concern yang serupa dengan ku. Sebagai Buddhist, aku selalu khawatir bagaimana mindfulness dibicarakan ketika berhadapan dengan isu politik. Seolah-olah semua hal termasuk yang sifatnya struktural dan politis, bisa diselesaikan dengan “dibawa mindful aja”, “mari berdamai dengan kenyataan saja”, “hindari saja topik2 yang bikin gak nyaman”, hal-hal yang pada akhirnya justru membuat kita tidak mampu melihat realitas sebagaimana apa adanya dengan segenap kompleksitasnya, yang akhirnya justru jatuh ke sikap pasif dan apati — “musuh dekat” dari sikap tenang seimbang. Dibilang musuh dekat karena yah sebenarnya sikap pasif apati ini terasa mirip tenang seimbang tapi justru menjauhkan kita dari pencerahan spiritual, apalagi pembebasan kolektif.
Tanpa adanya pegangan etika dan pandangan politik yang jelas berpihak kepada pihak yang lebih menderita, dimarjinalkan dan ditindas, mindfulness dapat disalahgunakan dengan mudah. Sayangnya, sulit sekali bisa membahas tentang penyalahgunaan mindfulness ini tanpa mendapatkan respons reaktif dari praktisinya baik dari versi yang tradisional maupun yang modern di Indonesia. Padahal pas di Oxford, kelas Antropologi Buddhisme kami membahas detail2 praktik salahguna mindfulness (dan ajaran Buddhisme itu sendiri!) bahkan sampai ke membahas bagaimana mindfulness juga pernah digunakan untuk membentuk tentara sebagai pembunuh yang efektif, dikarenakan mindfulness dapat meningkatkan fokus dan mengurangi rasa bersalah.
Seneng banget akhirnya ada praktisi di Indonesia, Shahnaz, yang punya platform sebesar itu bisa membahas soal ini dalam refleksinya ke relasi orang lain.
Harta Tahta Ewita retweeted
Dear teman-teman Indonesia New Media Forum alias Homeless Media,
Jujur, saya kecewa berat sama cara main kalian.
Kalian selalu riding the wave isu yang lagi jadi keresahan publik, bahkan terkesan berpihak. Sampai pasang avatar hijau-pink itu, sampai beberapa dari kalian muncul di depan DPR waktu 17+8. Tapi ternyata semua itu cuma modal cari engagement, yang kemudian dimonetisasi dengan mengkhianati ekspektasi audiens kalian: merapat ke rezim.
Kalian sudah kasih bantahan, sampai Tempo merevisi beritanya. Tapi siaran pers istana tak bisa dibendung. Dan tidak ada satupun fakta yang berubah, kalian tetap sudah merapat.
Mau berdalih cover both sides pun tidak akan mengubah kenyataan bahwa pada 10 Maret lalu jauh sebelum Qodari bicara ke publik, kalian sudah duluan ketemu Gibran. Mau diklarifikasi kayak apapun pertemuan ini jadi bukti:
KALIAN SEBENERNYA GA PUNYA MASALAH SAMA REZIM INI.
Dan Qodari melihat celah itu. Menurut saya tujuan Qodari bukan sekadar mau kasih proyek kalian. Tapi mau ngancurin kredibilitas media alternatif yg dianggap pro publik. Dia tau kalian sering pake angle kritis, apalagi pas 17+8. Semua media mainstream sudah dikooptasi rezim, tinggal homeless media. Sekarang tanpa kooptasi, hanya pake sekali siaran pers. hancurlah harapan kami pada kalian. Sekarang coba jelasin, gimana kami masih harus percaya sama kalian?
Ih hari ini hari apa sih, kok jalanan Gatsu tumben jam 8 kosong dan lancar banget
Kek ajaib banget dari apartemen sampe kantor cuma 20 menit



























