
@oxfarai
iAccount based inIndonesia
About this account
- Account based in
- Indonesia
- Connected via
- Indonesia App Store
Account-level information from X, not a live location or the device used for a specific post.
Dokter Anak (Sp.A) 👶 Edukasi kesehatan anak yang waras & rasional. Suka kasih tips gizi, tapi lebih suka "debat" kalau lihat kebijakan yang nggak masuk akal.
Jakarta, Indonesia
Joined April 2009
- Tweets19.7K
- Following600
- Followers98.1K
- Likes3.4K
Pinned Tweet
Balik kerja setelah cuti melahirkan itu tantangan tersendiri buat Busui. Biar produksi ASI tetap aman dan kerjaan di kantor gak keteteran, kuncinya ada di manajemen waktu dan "peralatan perang" yang tepat.
Kira-kira apa aja yang wajib masuk tas pumping? Yuk, kita bedah! 👇
Pembimbingnya juga suka ngundang ke rumah, ngobrol2 sambil minta kita sharing pengalaman selama jaga.
Cuma ternyata pengalaman yg internsip sekarang beda bgt dari yg saya rasain dulu.
Kebetulan td lewat utas Mas @lutfithe13th yg bahas klo tujuan internsip dulu dgn sekarang beda
Waktu aku mulai internsip berarti programnya sudah jln 3 tahunan. Jujur waktu internsip itu bawaannya happy. Pengalaman pertama kali ngerasa kerja jd dokter. Wahanaku termasuk yg taat bgt sama aturan kala itu,tiap jaga ga blh sendiri hrs ada dokter senior yg dampingi tiap shift
Jujur sedih dengan paradigma internsip yang sekarang ternyata uda beda banget dari yg aku alamin. Aku S1 angkatan 2008 di fkui, kampusku memberlakukan kurikulum yg 5 th lulus itu sejak angkatan 2005. Nah mulai dari situlah ada internsip.
What they don’t talk about when we talk about kids, penyakit TB yang ga ada abisnya di Indonesia. Saya akan bahas besok sampai tuntas mai dari gejala, keparahan, pencegahan juga kaitannya dgn asap rokok. Besok di X-space bareng @StopTBIndonesia
Sampai ketemu semua
Shela ‘Oxfara’ Sundawa retweeted
Tahukah kamu? Setiap jam, sekitar 17 nyawa melayang akibat Tuberkulosis di Indonesia. Berdasarkan Global TB Report 2024, terdapat 135 ribu kasus TB pada anak usia 0–14 tahun, namun isu ini nyaris tak terdengar di ruang publik.
Yang tak kalah mengkhawatirkan, 5,9 juta anak di Indonesia telah terjerat menjadi perokok, dan tak sedikit pula yang menjadi korban perokok pasif. Padahal, paparan asap rokok melemahkan pertahanan saluran napas anak, meningkatkan risiko mereka terinfeksi TB dan berkembang menjadi TB aktif.
Sudah waktunya kita bahas!
STPI bersama IYCTC menghadirkan diskusi X Space untuk membuka pembahasan seputar TB dan pengendalian zat adiktif berupa tembakau pada anak, spesial edisi Hari Anak Nasional.
🗓️ Kamis, 23 Juli 2026
⏰ 18.30 WIB - selesai
📍X Space @stoptbindonesia dan @iyctc_id
Set pengingatmu sekarang dan sampai jumpa di X Space ya!
#TOSSTB #ENDTB #SaveOurSurroundings #PopulerinBareng @oxfara @donaldpardede @manikmarganam
Menghadapi Musim Sulit: Tips Menjaga Kesehatan Anak Tanpa Beban Biaya Berlebih
Ekonomi belakangan ini lagi penuh tantangan, ya?
Sebagai orang tua, cemas rasanya kalau membayangkan anak tiba-tiba sakit, apalagi mikirin biaya berobat yang terus naik.
Tapi tahu gak? Kita bisa banget pangkas biaya berobat tanpa kurangi kualitas perawatan si kecil. Kita bisa menjaga anak tetap sehat tanpa biaya mahal! Simak tipsnya 👇
Langkah keempat: Pahami 'Red Flags' (Tanda Bahaya).
Cukup rawat di rumah: Anak demam 1-2 hari tapi aktif, mau minum, BAK lancar.
HARUS ke dokter: Anak lemas/merintih, sesak napas (napas cepat/dada cekung), muntah terus, gak BAK >6 jam.
Ini bikin kita gak boncos untuk kunjungan faskes yang belum mendesak.
Jika rewelnya menetap, atas rekomendasi dokter anak, dapat dipertimbangkan modifikasi diet selama 2-4 minggu berupa:
🍼 Bayi yg mndpt susu formula diganti dgn protein terhidrolisis parsial & rendah laktosa
🦠 Pemberian jenis probiotik tertentu yang teruji klinis.
Bayi ASI tetap melanjutkan ASI
Catatan: Tidak ada obat medis rutin/bebas untuk IDS fungsional.
Bagaimana kalau teknik 5S belum membaik?
Rekomendasi IDAI menegaskan: Diagnosis IDS ini murni klinis. Jika bayi tumbuh subur & pemeriksaan fisik normal, hindari pemeriksaan laboratorium atau rontgen yang tidak perlu (avoid unnecessary investigations). Jangan panik langsung minta cek lab ya, Ayah Ibu.
Langkah pertama, aktifkan "Calming Reflexes" bayi dengan Metode 5S:
Swaddling: Bedong bayi dengan nyaman (tidak terlalu ketat).
Shushing: Berikan suara "shhh..." atau white noise.
Stomach position: Posisikan bertumpu pada perut/miring saat digendong.
Swinging: Ayun lembut berirama.
Sucking: Berikan media mengisap (menyusu/empeng).
Berdasarkan konsensus global Rome V, kondisi fungsional ini kini dikenal dengan istilah Infant Distress Syndrome (IDS).
Kapan rewelnya si Kecil dikategorikan IDS?
• Dimulai SEBELUM usia 5 bulan, tapi bisa berlanjut sampai DI ATAS 5 bulan.
• Pola tangisan lama & sulit ditenangkan.
• Di luar jam rewel, bayi tetap sehat, aktif, & tumbuh subur (otherwise healthy).
Waspadai juga red flags spesifik ini:
🩺 Kecurigaan GERD: Ada perdarahan saluran cerna, posisi Sandifer (tubuh melengkung kaku saat rewel), atau berat badan tidak naik sesuai usia.
🩺 Kecurigaan Alergi (CMPA): Muncul gejala napas (mengi) atau dermatitis atopi (ruam kulit).
Jika aman dari tanda di atas, yuk lakukan langkah penanganan awal.
Sebelum menyimpulkan si Kecil mengalami rewel fungsional (IDS), pastikan TIDAK ADA tanda bahaya (Red Flags) organik ini ya:
🚨 Tangisan ekstrem/melengking tidak biasa
🚨 Tidak ada pola ritme siang/malam yang jelas
🚨 Rewel hebat baru muncul pertama kali setelah usia >4 bulan
🚨 Sering muntah/diare berlebihan




