ㅤ
Kau tak akan pernah tahu soal ini. Ihwal kelopak bunga mawar yang kau tanam itu sudahlah melayu sejak setahun yang lalu di pagi hari. Semua memang diluar pengetahuanmu sampai saat ini. Aku menaruhnya jauh di lubuk sanubari yang tak pernah kau lirik, tak pernah kau sadari.
ㅤ
ㅤ
Tanggal dua puluh lima seharusnya yang paling dinanti untuk rayakaan bersama. Sembari menunggu akhir tahun yang nyatanya cinta kita turut berakhir pada saat itu jua. Tak ada yang salah malam itu, kecuali tirakat pemecah …
ㅤ
ㅤ
Terdengar sunyi di antara hembusan angin bergesekan dengan kelopak bunga mawar yang kau tanam dahulu. Kelopaknya mula menggugah kubangan memoar akan merahnya pakaianmu kala buku kita telah tertutup rapat seraya memangku pilu.
ㅤ
ㅤ
️️ ️️️️️️
( Baby... )
ㅤ
️️ ️️️️️️
ㅤ
Replying to @RootlessGrace
Unfortunately for me, I don't really know what I want to do with my life anymore at this point.
⠀ ͏
“Mamih udah di sana?” Tanyaku pada @RootlessGrace.
⠀ ͏
⠀ ͏
Eratnya pada genggamanku membuktikan keinginan @RootlessGrace cergas sampai di lokasi. Aku mempercepat langkah supaya tak memakan waktu yang lama lagi. “Okay, Hasianku. Dimana aja aku oke.”
⠀ ͏
⠀ ͏
Ruang kosong pada jemari @RootlessGrace kuisi dengan jemariku, biarkan keduanya bertaut. “Mamih dimana, Sayang?”
⠀ ͏
⠀ ͏
Ah kalau dipikir belum sekali-kalinya kukabari Mamak di Jakarta (atau kembali lagi dia ke Balige). Dendam pada suaminya itu lebih tinggi daripada rinduku. Jadi kubiarkan saja lah.
“Iya sayang ayo banget,” kuanggukan jemalaku.
⠀ ͏
⠀ ͏
Hendak aku melempar tatap kosong pada ruang hampa, suara sayabgku kembali menyeruak seisi rungu. Aku menoleh, memoles senyum sebab pertanyaan yang pertama kali hadir ialah perihal agenda selanjutnya. Makan malam bersama Mamihnya Shai.
⠀ ͏
ㅤ
Congratulations on your wedding! Wishing you both a lifetime of love and happiness!
ㅤ
Replying to @marshagouw
⠀
⠀
Silakan bergaya bebas dan turut serta berbahagia bersama kedua mempelai.
( drive.google.com/drive/folde… )
— @ovthemoon
⠀





