belly retweeted
napak tanah guys, ga semua orang dapat privilege hidup yg sama kayak kita. ekonomi, keluarga, pekerjaan, dsb. bersyukur boleh, tapi jangan ngerendahin nasib orang lain. cukup that so called presiden aja yg kayak setan, we only have each other now, pemerintah gak bisa diandelin.
belly retweeted
UPDATE: Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Mimika, Papua Tengah tembus 81.355
KAWANKU!!!! AYO BERISIKKKK 😭😭
belly retweeted
3 porsi kemenangan
1. Ga milih prabowo
2. Gapernah follow raffi ahmad & ria ricis
3. Ga nangisin jokowow
belly retweeted
Kenapa yang nangisin wiwi rata-rata cewe?! Gurlss wake up pls, malah miris liat kalian yang nangisin pejabat sebegininya, mereka ga peduli sama kaliann!! 😭😭
belly retweeted
RESPECT buat para musisi yang berani speakup di AMI Awards 2026 semalem! Panjang umur perjuangan!!! 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
belly retweeted
guys... feeling ku prabowo lengser deh... ada surat dari hukum buat jendral tni (diteruskan ke prabowo subianto). suratnya harusnya nyampe hari ini karna dikirim kemarin malem, YA TUHAN SEMOGA BENERAN LENGSERR
belly retweeted
Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri.
Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini.
*SBY*
belly retweeted
Semangat ya Raffi repost-nya! Makin banyak circle-mu yang bikin postingan dukungan, makin terang benderang juga siapa aja yang wajib kita-blacklist. KAMI MUAK DAN KAMI BANYAK 🔥
belly retweeted
buset, kok narasinya malah jadi seolah-olah warga yg jahat sama keluarga Raffi Ahmad? WKWKW😭
belly retweeted
#ArsipTempo
Jenazah-jenazah ditemukan di perairan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, pada Mei 1998. Jenazah itu diduga adalah para aktivis korban penculikan.




























