dina ♡ retweeted
Baru dapet kabar temen transpuan di Jakbar yg diludahi & dilempar batu sambil diteriakin “boti” pas lagi ngamen. Kalian semua yg share, post, repost soal “normalisasi ludahi boti” have blood on your hands & menanggung dosa untuk persekusi yg kalian rawat dan enable.
dina ♡ retweeted
Di kehidupan selanjutnya, semoga aku tetap menjadi queer. Dengan penerimaan, dengan kebanggaan—selalu.
dina ♡ retweeted
sangat benci narasi "persekusi ini bisa jg terjadi ke c1shets". paham kenapa harus ada analogi ini, tapi gw rasa udah saatnya orang2 queer dan ally paham kalau keselamatan komunitas LGBTQIA+ harus tercipta dengan atau tanpa paralel konsekuensi untuk org2 hetero
dina ♡ retweeted
Replying to @seoyeaje
ah i’m so sorry :( ketrigger wajar sih liat sesama perempuan kayak gt, but who cares abt their opinions girl cb klik salah satu aja profilenya, they’re all miserable, misogynistic and male-centered… soo invalid & irrelevant, kalo diberantemin satu-satu ga ada poinnya juga
dina ♡ retweeted
To all my fellow Queer, aku dan temanku membuka sesi konseling/pendampingan psikologis dgn biaya yg sangat terjangkau sebagai bentuk solidaritas #QueerJagaQueer #WargaJagaQueer ditengah negara yg sedang mengkriminalisasi kita saat ini.
dina ♡ retweeted
Awalnya ragu buat ngepost di first account mengingat isinya adalah keluarga, teman, dan kolega yang konservatif/homofobik/02 garis keras.
Tapi that Fyodor Dostoevsky "you betrayed yourself for nothing" quote keeps haunting me, so fuck it.
dina ♡ retweeted
Punya skill tp medioker. Punya privilege tp nanggung. Punya safety net tp ga liquid. Punya target tp gapunya motivasi. Miserable
dina ♡ retweeted
ak baru sadar kalau orang orang queer itu pada unik unik dan lebih bebas berekspresi terhadap diri mereka, mulai dari cara berpakaian, cara bicara, bahkan cara berpikir mereka unik. that’s why i love being queer
dina ♡ retweeted
“some might say it’s a blessing to know your entrances / & exits.”
— Hanif Abdurraqib (@NifMuhammad)
.
.
.
This poem appeared in A Fortune for Your Disaster by Hanif Abdurraqib, published by Tin House Books (@tin_house), 2019. Shared here with deep gratitude.
dina ♡ retweeted
‘Pride Month’ merupakan bulan perjuangan yang patut dirayakan. Ini lima lagu dari musisi kwir yang mengangkat ‘queer joy’ sebagai perlawanan.
magdalene.co/story/rekomenda…
Doa fasis di Artjog 2026?
Dalam ekshibisi Artjog 2026, terdapat satu ruangan khusus di mana pengunjung dapat menuliskan doa mereka.
Dari banyaknya doa, terdapat beberapa tulisan diskriminatif yang menjadi sorotan beberapa pengunjung yang berhenti di depan instalasi ini.
Apakah tulisan-tulisan ini dibiarkan oleh tim Artjog? Apakah doa-doa ini tulus dipanjatkan? Bagaimana seni partisipatif malah menjadi alat diskriminasi?
Kami mengecam keras segala bentuk tindakan diskriminatif, termasuk pada teman-teman trans dan queer yang mengalami berbagai bentuk serangan dalam beberapa waktu terakhir, juga bentuk-bentuk ableisme!

































