Marsha Agnetta retweeted
Rumah Kertas mengubah sudut pandang saya perihal dunia buku. Menulis bukan tentang usaha menjadi populer atau lomba menjadi best seller, dan apalah artinya membaca buku jika yang kita tunjukkan hanya rangkaian koleksi buku, bukan rangkaian pemikiran?
.
Selamat Hari Buku Nasional
Marsha Agnetta retweeted
Another oxygen tank leaving from Singapore port to India. I am told each one can help save about 6000 lives.
More on the way. Made possible by #BNB and your support. Proud to be a Binancian. 🙏
@BinanceBCF #BNB
Marsha Agnetta retweeted
Hamil tanpa hubungan seksual. Di masa lalu dianggap mukjizat tuhan. Di masa kini ditertawakan.
Hendak membunuh anak sendiri. Di masa lalu dianggap perintah tuhan. Di masa kini dipenjarakan.
Sains mengupgrade peradaban dari beriman menuju berpikir.
Marsha Agnetta retweeted
Sebenar-benarnya berani bukanlah tidak adanya rasa takut.
Sebenar-benarnya berani adalah ketika kita mengakui bahwa kita takut, dan kita menerima & memeluk rasa takut.
Marsha Agnetta retweeted
Salah satu yg ditakuti ego manusia adalah tidak dianggap ada. Dan cukup banyak derita manusia berasal dari ambisinya sendiri agar dianggap ada, dikenal banyak orang, dipuji-puja.
Itu kenapa kalau mau hidup tenang, salah satu syaratnya: Belajarlah jadi manusia yg biasa-biasa aja.
Marsha Agnetta retweeted
Kurangi berusaha agar diterima semua orang. Begitu pula diri kita, tak harus menerima semua orang.
Marsha Agnetta retweeted
Ketika hidup isinya hanya kerja keras & lebih keras lagi. Mengubah & melawan. Meraih lebih banyak & lebih banyak lagi.. akibatnya tubuh & batin selalu tegang. Lelah.
Kondisi ini melahirkan lebih banyak masalah.
Kalau hidup terasa ruwet, mungkin yg kita butuhkan hanya istirahat.
Marsha Agnetta retweeted
Bahagia itu bukanlah membenci negatif. Bukan positive vibes only. Bahagia itu tidak serakah menginginkan positif, tidak menendang benci negatif.
Selamat pagi.
Marsha Agnetta retweeted
Hmmm yang kita perlukan malah: berlatih berhenti berusaha. Hanya beristirahat.
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Marsha Agnetta retweeted
Untuk melawan pikiran, ada caranya.
Untuk mengurangi melawan, atau tidak melawan pikiran? Ya hanya istirahat aja.
Kalau kita masih menggunakan pola pikir melawan, tentu akan selalu bertanya gimana caranya tidak melawan.
Marsha Agnetta retweeted
Ya hanya berlatih duduk diam hening, mata terpejam. Hanya mengamati menyadari berbagai pikiran yg muncul.
Kalau kita telusuri lebih dalam, pertanyaan gimana caranya ini pun juga berasal dari state melawan. Melawan pikiran yang melawan. Gak perlu membenci juga pikiran yg melawan.
Marsha Agnetta retweeted
Belajar mengurangi melawan pikiran sendiri.
Kalau pikirannya negatif, masak enggak dilawan?
Semakin kita melawan, pikiran negatif akan semakin menguat. Seperti kata Carl Jung: “What you resist, persists.”
Kurang-kurangi berkelahi dengan diri sendiri.
Marsha Agnetta retweeted
Replying to @tjandra183
Siap kan diusahakan, bukan ditunggu 🥲
Kalo cuma nunggu ya emang ga siap
Marsha Agnetta retweeted
“Jangan sedih”
Adalah kata-kata yang sebaiknya tidak kita ucapkan, baik ke orang lain atau ke diri sendiri.
Sejak kecil kita diajarkan bahwa sedih itu negatif, tidak bagus. Akhirnya kita jadi takut merasa sedih.
Padahal, sedih adalah emosi dasar manusia.
Truk besar u-turn di jalan caringin menyebabkan macet 2 arah panjang banget, stelah u-turn truknya berjalan mundur kira2 200 meter lalu parkir di pinggir 🤦🏻♀️
Mungkin Caringin adalah nama bapak supir truknya ya. @PRFMnews @LakaLantas2 @lalulintasBdg @infobandung
Marsha Agnetta retweeted
Ada yang namanya “destination addiction”, suatu kepercayaan kalau kebahagiaan kita adanya di “tujuan” berikutnya.
Kita akan bahagia di pekerjaan berikutnya,
Barang yang kita beli berikutnya,
Travel berikutnya,
Pasangan berikutnya,
Dan berikut-berikutnya...















