tanpa disadari, waktu kelas tiba di penghunjung. ysabelle segera merapikan barang-barangnya, mengisi presensi, dan berpamitan. "terima kasih untuk kelas hari ini, kak. selamat malam."
𝓨sabelle. retweeted
“Terima kasih sudah datang pada kelas hari ini, teman-teman! Jangan lupa untuk mengisi lembar presensi yang tersedia.”
Ia pun beranjak dari meja pengajar ke luar ruang kelas. “Sampai jumpa lain waktu, ya.”
𝐏𝐑𝐄𝐒𝐄𝐍𝐒𝐈: classroom1e.netlify.app/
𝓨sabelle. retweeted
“Hobart pun bergerak supaya bisa maju, tapi tetap sama. Hingga dia berpikir, mungkin pakaiannya yang berat, membatasi pergerakannya."
"Lalu Hobart melepas pakaiannya dan justru membuat dia sendiri terjatuh. Peristiwa itu membuat dia sadar akan batasan objek dari mantra ini."
𝓨sabelle. retweeted
“Poin untuk @storyhisalt!” ia berseru.
“Saat Jarleth Hobart mendemonstrasikan Levitation Charm pada dirinya sendiri, penonton hilang kesabaran karena Hobart hanya diam tergantung di udara tanpa bergerak kemana-mana. Bukan terbang, 'terbang', seperti yang mereka bayangkan."
𝓨sabelle. retweeted
“Bahkan kalau sudah mahir, dua-tiga benda atau lebih pun bisa dilayangkan secara bersamaan dalam satu kali rapal mantra,” ia menambahkan sambil melangkah mendekati deretan meja paling depan.
"Lalu ada batasan objek yang perlu teman-teman perhatikan dari penggunaan mantra ini."
𝓨sabelle. retweeted
“Meskipun 'akar'nya sama, masing-masing mantra memiliki perbedaan jika dibandingkan satu sama lain,” sebutnya sebelum papan tulis berganti konten menjadi sebuah tabel yang padat terisi.
“Untuk urusan melayangkan objek, Levitation Charm jauh lebih efektif,” komentarnya menambahi.
𝓨sabelle. retweeted
“Lengkapnya bisa teman-teman baca dari perkamen ini,” ucapnya seraya menaruh tumpukan perkamen berisi materi dasar kelas mantra di atas meja @ceisser.
“Boleh tolong dioper, ya. Terima kasih.”
𝐒𝐔𝐌𝐌𝐀𝐑𝐘: s.id/CLS1E-BASIC
𝓨sabelle. retweeted
“Poin untuk @gospelofwinter!” ia pun memberikan konfirmasi jawaban dari pertanyaan yang diajukannya.
“Komponen terakhir adalah tekad, yang bisa diperkuat seiring dengan bertambahnya frekuensi latihan yang dilakukan oleh seorang penyihir.”
𝓨sabelle. retweeted
“Cakupan pembelajaran kelas ini juga tidak hanya sampai teori mantranya saja ya, teman-teman,” ia menambahkan. “Kita juga akan mempelajari aspek sejarahnya, tokoh-tokoh penting yang berkaitan, elemen-elemen sihirnya, bahkan sampai pada praktiknya.”
𝓨sabelle. retweeted
Ia menyiapkan perkamen yang akan dibagikannya nanti. “Newizzies! Sebelum masuk tadi, sudah ada gambaran tentang fokus pembelajaran kelas ini?” tanyanya sambil menatap wajah baru.
“Jika sudah, ada yang bersedia menyebutkan?”
(Answer until 19.56)
𝐅𝐎𝐑𝐌: s.id/CLS1E-QNA
𝓨sabelle. retweeted
“Selamat datang di kelas mantra tingkat pemula untuk teman-teman yang baru bergabung,” sambutnya sambil mengulas senyum.
“Nama saya Enjō, bertugas mengisi kelas malam ini karena Profesor Edenknight sedang berhalangan hadir. Salam kenal semuanya!”
𝓨sabelle. retweeted
Kaki-kakinya melangkah lebar saat memasuki ruang kelas 1E malam itu. Ia berhenti tepat di belakang meja pengajar dan memutar tubuhnya, menghadap deretan meja yang telah terisi disinggahi oleh para murid. “Selamat malam.”




