SHERRYL. (@liaynette) header
SHERRYL. (@liaynette) profile picture

๐…๐ˆ๐‚๐“๐ˆ๐Ž๐. Composes her glamour in silken pastels and antique chandeliers like a 97โ€™s softest damsel, but no one suspects the storm beneath the seraph.

Joined July 2011
Photo by SHERRYL. (@liaynette)Photo by SHERRYL. (@liaynette)Photo by SHERRYL. (@liaynette)Photo by SHERRYL. (@liaynette)Photo by SHERRYL. (@liaynette)Photo by SHERRYL. (@liaynette)Photo by SHERRYL. (@liaynette)Photo by SHERRYL. (@liaynette)Photo by SHERRYL. (@liaynette)Photo by SHERRYL. (@liaynette)
โ € โ—ˆ ๐—Ÿ๐—˜๐— ๐—•๐—”๐—› ๐—ก๐—œ๐—ฅ๐—ช๐—”๐—ก๐—” ๐—š๐—Ÿ๐—”๐— ๐—ฃ๐—œ๐—ก๐—š & ๐—ฉ๐—œ๐—Ÿ๐—Ÿ๐—” ๐—•๐—ฌ ๐—ž๐—ข๐—˜๐—ฆ๐— ๐—”๐——๐—œ๐—Ÿ๐—”๐—š๐—” Bandung, Indonesia 10.45 โ€ข GMT+7 Hari ini menyempatkan diri buat jalan-jalan sebentar dan di tengah perjalanan malah gak sengaja nemu bunga-bunga kecil yang lucu. โ €
3
1
228
โ € ๐๐ž๐›๐ž๐ซ๐š๐ฉ๐š ๐ก๐š๐ฅ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฌ๐š๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ค๐š๐ฅ๐š๐ฎ ๐ ๐š๐ค ๐๐ข๐œ๐š๐ญ๐š๐ญ โœ๐Ÿป โ €
4
4
1
200
โ € Kepada saudara-saudaranya yang terkasih, Dahana menitipkan segenap syukur yang barangkali tak pandai ia tuturkan lewat kata. โ €
1
9
2
301
SHERRYL. retweeted
๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿค..
18
2,564
105
8,059
191,625
SHERRYL. retweeted
could be us
145
4,607
487
29,933
807,251
ใ…ค Lantas kepada siapa lagi ia harus mengadu? Keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling teduh untuk pulang, bahkan tak lagi terasa aman baginya. ใ…ค
1
1
1
119
ใ…ค Untuk beberapa saat, ia hanya menatap layar ponsel yang kini telah gelap. Napasnya berat, dadanya masih dipenuhi amarah dan sedikit rasa sedih. ใ…ค
1
1
32
ใ…ค Dahana tahu Bentala sedang mengamuk di seberang sana. Suaranya bahkan masih terdengar samar dari ponsel yang belum ia jauhkan. Namun sebelum amarah itu ikut menyeretnya sampai meledak, Dahana segera menjauhkan ponsel dari telinga lalu mematikannya. ใ…ค
1
1
172
ใ…ค Di dalam kepalanya, Dahana ingin melakukan lebih dari sekadar berkata-kata. Ia ingin memaki, ingin menghantam, bahkan ingin membanting lelaki di hadapannya. Namun semua itu hanya tinggal amarah yang ia pendam sendiri. ใ…ค
1
1
219
ใ…ค "Bang, kalau boleh gua jujur," katanya akhirnya, ia tetap menjaga agar suaranya tetap tenang. "Lo yang gak guna di rumah itu. Lo tau lo itu apa? Beban. Utang lo bukan urusan gua. Lo urus sendiri utang lo, lunasin. Keluarga bukan sapi perah lo." ใ…ค
1
1
87
ใ…ค Dahana menggenggam ponselnya erat-erat. Begitu erat sampai buku-buku jarinya memutih. Seandainya ia tak menahan diri, mungkin benda itu sudah remuk dalam genggamannya. Namun sekali lagi, ia menarik napas dalam-dalam, menelan segala amarah yang telah sampai di ujung lidah. ใ…ค
1
1
200
ใ…ค Terdengar decakan dari seberang sana, seolah jawaban Dahana merupakan sebuah kekecewaan besar. "Emang lo gak ada gunanya, Dahana. Lo kerja buat apa? Ya buat keluarga. Kirim sekarang ke rekening gua," Perintah itu kembali dilontarkan dengan nada keras. ใ…ค ใ…ค
1
1
224
ใ…ค Dahana terdiam sejenak. "Belum, Bang," Hanya itu jawabnya. Ia tak lagi punya tenaga untuk menanggapi segala omong kosong Bentala. Muak. Sungguh, ia sudah terlalu muak dan lelah mendengar hal yang sama berulang kali. ใ…ค
1
1
235
ใ…ค "Itu adik lo kuliahnya belum dibayar, abang lo butuh modal, sama nyokap butuh uang tambahan buat usahanya. Bulan ini lo belum kirim uang bulanan, kan?" Bentala berkata menggebu-gebu, seolah segala persoalan dalam keluarga itu memang sudah menjadi tanggung jawab Dahana. ใ…ค
1
1
251
ใ…ค "Alasan! Bilang aja lo mau lepas tangan dari keluarga lo. Mentang-mentang sekarang udah punya uang sendiri, terus lo pakai sendiri begitu? Malu, Dahana. Lo harusnya bantu keluarga lo," ใ…ค
1
1
50
ใ…ค Setelah menarik napas panjang, Dahana menjawab, "Gue baru selesai meeting, Bang. Sorry, nggak pegang HP dari tadi," ucapnya pelan. ใ…ค
1
1
33
ใ…ค Ia sangat ingin berteriak balik. Ingin melawan sang kakak dan menumpahkan segala yang selama ini ia pendam. Namun semuanya kembali ia telan, termasuk pahit makian yang sejak tadi dijejalkan ke telinganya. ใ…ค
1
1
25
ใ…ค Akhirnya, ia mengangkatnya. "Halo?" ucap Dahana lirih. "ANAK ANJING, DARI MANA LO?!" Suara Bentala meledak dari seberang. Dahana sontak menjauhkan ponsel dari telinga. Ia terdiam sejenak, menahan napas yang sejak tadi terasa berat. ใ…ค
1
1
120
ใ…ค Dahana membiarkan ponsel itu berdering barang beberapa saat, seolah berharap gangguan itu akan berhenti dengan sendirinya. Namun, niscaya tidak. ใ…ค
1
1
134