Pinned Tweet
“Good evening, ladies and gentlemen. This is your captain, 𝑲𝒆𝒏𝒏𝒆𝒕𝒉 𝑪𝒉𝒓𝒊𝒔𝒕𝒐𝒑𝒉𝒆𝒓 𝑳𝒂𝒊, speaking. We’ll be cruising at an altitude of thirty-five thousand feet. Please sit back, relax, and enjoy the flight.”
Replying to @krypxonite @poisonedfoxs
𝘔𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘭𝘶𝘱𝘢.
Kehamilan membuat emosinya jauh lebih sensitif dari biasanya. Hal-hal kecil yang dahulu bisa ia abaikan kini terasa begitu besar.
Saat sedang mengaduk tehnya, Diana memasuki ruang makan.
Wanita itu berjalan menghampiri—
—dari ekspresi menantunya.
"What's wrong?"
Destine buru-buru menggeleng.
"Nothing."
"Destine."
Pria manis itu tersenyum hambar.
"...Kenneth forgot."
Diana terdiam selama beberapa detik.
"Forgot?"
"He left for work without saying anything."
Diana menahan senyumnya.
𝙄 𝙙𝙤𝙣'𝙩 𝙠𝙣𝙤𝙬 𝙖𝙗𝙤𝙪𝙩 𝙮𝙤𝙪❟ 𝙗𝙪𝙩 𝙄'𝙢 𝙛𝙚𝙚𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙩𝙬𝙚𝙣𝙩𝙮 𝙨𝙚𝙫𝙚𝙣。
Written by @poisonedfoxs and @krypxonite
CW: Harsh Words, NSFW, PG-21+, M-PREG.
Replying to @krypxonite @poisonedfoxs
Pintu kamar tertutup perlahan.
Destine masih menatap ke arah pintu selama beberapa detik.
Lalu perlahan senyumnya memudar.
"...Did he really forgot?"
—
Di lantai bawah, para maid sedang menyiapkan sarapan.
Begitu Destine muncul, sang kepala maid langsung tersenyum cerah.
Replying to @krypxonite @poisonedfoxs
Kenzie meraih kopernya.
"I'll be back tomorrow evening."
"Drive safely."
"I will."
Lagi.
Tidak ada "𝘏𝘢𝘱𝘱𝘺 𝘣𝘪𝘳𝘵𝘩𝘥𝘢𝘺."
Tidak ada pelukan tambahan.
Tidak ada senyum penuh arti.
Kenzie hanya melambaikan tangan.
"See you tomorrow, darling."
"See you Ken..."
Replying to @krypxonite @poisonedfoxs
Kenzie tersenyum hangat.
"That's my little troublemaker."
Destine ikut tertawa pelan.
Masih belum ada ucapan itu.
Kenzie mengecup keningnya lama sebelum menarik selimut hingga menutupi tubuh istrinya.
"I have to leave for Heathrow now."
Destine mengangguk pelan.
"Okay..."
Replying to @krypxonite @poisonedfoxs
Satu kalimat sederhana.
𝘏𝘢𝘱𝘱𝘺 𝘣𝘪𝘳𝘵𝘩𝘥𝘢𝘺.
Kenzie menghampirinya sambil membungkuk sedikit.
"Morning, sweetheart."
"Morning..."
Ia masih menunggu.
Kenzie mengusap pelan pipinya.
"Did you sleep well?"
"I did."
"And the baby?"
"He kicked me twice before dawn."
Replying to @krypxonite @poisonedfoxs
—seragam pilot British Airways yang sudah dikenakan sempurna. Jas biru tua itu membingkai tubuh tingginya dengan rapi. Dasi terpasang presisi, rambut pirangnya disisir ke belakang, sementara koper kecilnya sudah berada di dekat pintu.
Destine tersenyum kecil.
Ia menunggu.
Replying to @krypxonite @poisonedfoxs
—sesuatu yang biasa. Yang paling ia nantikan hanyalah ucapan pertama dari suaminya ketika membuka mata.
Namun sisi ranjang di sebelahnya sudah kosong.
Suara air dari kamar mandi terdengar samar sebelum akhirnya berhenti. Tak lama kemudian, pintu terbuka.
Kenzie keluar dengan—
Replying to @krypxonite @poisonedfoxs
—memasuki trimester kedua, membuat wajahnya terlihat semakin lembut sekaligus bercahaya.
Hari itu adalah hari yang telah ia tunggu.
Ulang tahunnya.
Bukan karena ia mengharapkan pesta besar atau hadiah mahal. Sejak menikah dengan Kenneth, hal-hal semacam itu sudah menjadi—
Replying to @krypxonite @poisonedfoxs
Pagi itu, sinar matahari musim panas menyelinap masuk melalui tirai kamar utama di estate megah milik Keluarga Lai. Cahaya keemasan itu jatuh lembut di atas ranjang besar tempat Destine masih berbaring dengan satu tangan menopang perutnya yang mulai membulat. Kehamilannya sudah—










