Pinned Tweet
Kontribusiku utk debat soal prekarianisme: kerja tanpa kepastian masa depan ini adlh serangan balik neoliberalisme atas serikat2 dan hak2 konstitusional pekerja yg telah dicapai selama ini, didahului kekerasan politik dan fisik, serta penghancuran Kiri.
indoprogress.com/2026/04/preβ¦
Loh ini kenapa lagi? Kok film utk gerakan pake ada copyright segala? Pakai dong Creative Common, biar semua bs bebas donlot dan pakai asal sebut sumber. Kalo bener kalian pakai copyright, ini perlu dikritik.
It's not just a movie, it's a movement!
Inilah pentingnya film ini di-nobar-kan.
Lawan pembajakan!
Segera laporkan!
#PestaBabi
#PapuaBukanTanahKosong
Ini artikel ttg proletarisasi profesi guru yg aku janjikan @bagus_muljadi. Ini argumenku menentang "kompetensi" utk pendidikan Indonesia. Perubahan paradigma dr pddkn ala pasar jd pddkn pembebasan. Itu caranya.
Skandal Chromebook dan Proletarisasi Pendidik (Bagian 1) - Sedane
Selama pembicaraan ttg upah guru masih dikaitkan dgn kompetensi, kita masih terjebak logika komodifikasi pendidikan. Aku sdh tulis dan kirim artikelnya ke majalah buruh. Tunggu dimuat. Nanti ku-mention.
This Post is from an account that no longer exists. Learn more
Bikin apologi kayak gini malah bikin org makin ga simpati sm techbro. Pake bilang "konsultan cuma bikin jalan" segala. Bikin UX yg paling nyaman buat user itu basic requirement --klo aplikasinya nyusahin, masa mau nyalahin pemerintah? Trus, Ibam ga dpt apa2? Itu 160 jt/bln apaan?
Belakangan ini saya ngikutin kasusnya Mas Ibam.
Disclaimer: saya eks-Bukalapak, jadi kenal Mas @ibamarief walau kami beda divisi.
Hari ini sedih sekali baca narasi techbro vs. guru ramai di sosmed.
Techbro disebut gak napak tanah karena bikin apps yg hanya nambah beban guru π§΅
πππ βπππ£π¦ retweeted
Dalam kerangka structural violence, kekerasan tidak muncul dalam bentuk paksaan fisik atau ancaman langsung. Kekerasan bekerja melalui struktur yang secara sistematis menciptakan kerentanan dan merampas daya tawar kelompok tertentu.
Itulah yang dialami oleh 18 guru honorer di Kulon Progo.
Bertahun-tahun mereka dibiarkan terjebak dalam ketidakpastian status, upah murah yang tak layak, serta relasi kuasa yang timpang, sama seperti puluhan ribu guru honorer di berbagai daerah di Indonesia.
Kondisi itu bukan sekadar βnasib burukβ, melainkan hasil rekayasa struktur yang sengaja mempertahankan ketidakberdayaan mereka secara massal.
Ketika kelompok yang sudah rentan ini kemudian dilibatkan dalam proyek populis yang bermasalah, kita tidak boleh lagi membacanya sebagai partisipasi sukarela. Struktur lebih dulu menciptakan kerentanan itu, kemudian sistem memanfaatkan kerentanan tersebut sebagai alat.
Inilah wujud eksploitasi sistemik yang paling dalam: korban ketimpangan tidak hanya ditinggalkan begitu saja, tetapi secara aktif digunakan untuk menopang kepentingan aktor-aktor di atasnya.
Kerentanan mereka diubah menjadi sumber daya murah dan patuh bagi sistem yang sama yang menciptakannya.
Andi Arief ini adalah bukti bahwa "kondisi material membentuk kesadaran sosial". Begitu gaulnya udah bukan lagi sama rakyat, tapi sama pejabat, otaknya pelan2 mengsle. Sekarang udah terjun bebas logikanya.
πππ βπππ£π¦ retweeted
SAY IT LOUDERRR kak!!!
Buat yg nggak tau, dosen kalau mau dapet Insentif Berbasis Kinerja lah, Insentif Kinerja Dosen lah, atau apalah apalah namanya, syarat yg harus dilakukan dan dilaporkan itu BANYAAK! Nambah2in kerjaan administratif banget!
Kebayang guru juga gitu deh.
Youβre unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
Ini Bagian Keduanya:
indoprogress.com/2026/04/preβ¦
Draft awalnya lebih presisi secara politik dan lebih galak. π Kalau berminat baca draft awalnya, bisa meluncur ke academia:
academia.edu/166927830/Prekaβ¦
Aku mau kritik Intelektual Sampanye yang asbun soal pendidikan Indonesia di sini. Ada dua:
1. Dia mengaburkan batas inkompentensi personal dan cacat sistemik kapitalisme
2. Menaikkan gaji guru bukan panacea, tapi SYARAT MINIMUM perbaikan pddkn Indo.
youtu.be/CsadZpzEfcY?si=FHkqβ¦
Bacot "menaikkan gaji guru gak selesaikan persoalan" adalah bacot yg berbahaya. Ini bs dipelintir oleh mereka yg memang sejak awal menentang peningkatan kesejahteraan guru--for whatever stupid reason. Sebagai intelektual (ngakunya) harusnya bs rumuskan pernyataan scara presisi.
Capek kerja bisa bikin bahagia kalo imbalannya sesuai hasil kerja. Lah ini dipaksa kerja bahkan di hari libur, dianggap udah sepaket dan ga ada tambahan lembur, masih disuruh bahagia. Katrok.
πππ βπππ£π¦ retweeted
Melalui artikel ini Agus Mugiyono mempersoalkan argumen Akbar tentang perayaan Mayday bersama kekuatan propemerintah sebagai langkah taktis untuk βmerebut ruangβ. Menurut Agus, asumsi tersebut mengaburkan watak dasar negara, dan berisiko jatuh pada ilusi:













