“Integrity is doing the right thing, even when no one is watching" - Most often attributed to C.S. Lewis
Time is relative,
It is subjective.
Is it still too early,
No I'm late.
Getting stronger everyday,
Tho prices were paid.
I learned to see a bird fly,
I'm a slow learner.
But now i know,
That sight is lovely,
even being allowed to see,
Evenmore beautiful in the eyes of the beholder.
I'm grateful.
Memetik Mawar indah berduri,
penuh cinta tapi jiwa paksa tuk hati-hati.
Menanam Mawar merah di tamanku,
Sebuah pertanyaan jadi tumbuh.
Haruskah ku bagi atau kubur Diri sendiri?
Ku intip tetangga - tetangga dengan rumput yang lebih hijau.
Kanan taman yang indah dihiasi satu pohon Kemarau.
Kiri taman tak kalah indah penuh dengan bunga-bunga Lili.
Bimbang dan tumbuh rasa peduli, apa kata tetangga akan taman.
Pohon yang kuat hanya mempedulikan matahari dan hujan.
Seketika aku tertawa, sadar ini kata-kata menyenangkan diri.
Tak mau ku berpikir lagi,
aku akan mulai menggali.
Lagu penutup mu
Nada pertama ku.
Bernada tinggi,
Penuh emosi.
Namun bukan budaya,
Tapi jauh dari luar sana.
Beda kota, beda negara?
Tidak ada yang salah!
Hanya refrensi belaka!
Yang penting asyik!
Sekali lagi, terus lagi
Harus penuh emosi
Kebahagiaan kekal,
Lekat di hati
Harus selalu kenal
Pada diri sendiri.
Mungkin iya mungkin tidak.
Kau manut saja, tak ada Ndak.
Upah kau dariNYA seberapa?
Atau tidak? Kau yang bertanya.
Terima kasih, harus ku kata.
Jasa yang sangat amat indah.
Maaf bila tak seberapa,
Izin ku beri seadanya.
Terima kasih bapak,
Kau kuat, lekang namun bahagia.
Di dunia yang tidak pernah setara.
Terbuat dari kayu mati
Sarang tempat ku tidur
Biasa saja & terganti
Ku buat lagi bila hancur
Dari kayu apapun
& dimanapun
Akan terus ku tata
Tempat kita bercinta
Tak berarti itu semua
Asal kita bersama-sama
Selama hujan terhenti
matahari menyinari
& kau disisi
Lekat di hati
Dadi dadi
Jadi jadi
Manusia ini
Indah dan sempurna
Kata hati diri
Nyaman sama sama
Best rame ramai
Walau tak terjadi
Lampau sudah berdiri
Keluar nyaman hati
Esok masih ada hari
Selalu harus ingat!
Enak bersama sama
Jangan iri!
Hidup ada tiada.
"Clothes maketh the people" my ancestors said, so they took away our clothes. Yet my ancestors implored, "but even if they take everything we own, they can’t strip us of our thoughts.”
Meski ku hafal seluruh likukmu
bau, tatapan & kesukaanmu
tetap buncah perasaan di hati
hitung detik bersemuka nanti
tak mengganggu yakni membara
kau jawab pertanyaan hidup tu apa
maaf jika ku kadang hampa
merancang masa depan kita
Luput sadar aku ternyata
masa depan di depan mata
Jika kau kehilangan ku sebagai kawan,
Bukan berarti kau mendapatkan musuh baru.
Aku lebih baik dari itu.
Aku tetap ingin kau tertawa,
Aku tetap ingin melihat mu makan,
Hanya jangan di meja ku.
Kebahagiaan adalah ketika mencapai titik kemampuan dan mental diri, hingga selaras dengan tempat dimana ku berada secara fisik dan merasakan nyaman, tentu menjadi diri sendiri yang asli.
Layar tancap dari dulu,
Layar kau tancap baru!
Hallo!
Kau disitu?
Kataku!
Zero!
Tanggapanmu.
Sedih menurutku,
Bahagia?
Ku tak tau.
Baterai habis,
Kau mulai necis,
Haruskah itu?
Tampar!
Sadar kau!
Bukan atasan,
Hanya lagu,
Kau dan
Dirimu.
Sadar,
Dirimu saja,
Semoga
Bahagia.


