Internet Sehat retweeted
Internet di daerah kita sudah merata?
Kenali pula kesenjangan digital perdesaan: bagaimana akses internet, kepemilikan perangkat, dan ketersediaan sinyal berbeda antara kota dan desa?
Cek di s.id/peta-bps
Internet Sehat retweeted
Pilih provinsimu dan petakan prioritasmu:
👉 s.id/peta-bps (by ICT Watch)
Silakan bagikan kepada pegiat desa, peneliti, pendidik, dan pengambil kebijakan. Mari gunakan data untuk memperkuat inklusi digital perdesaan.
Smartphone Androidmu menyimpan data pribadi berharga: foto, chat, info bank. Ini 7 langkah mudah lindungi diri dari hacker & aplikasi pengintai!
🔐 Update sistem rutin
📱 Kelola izin aplikasi
🛡️ Aktifkan 2FA
Baca di internetsehat.id/2026/06/09/…
40 juta anak Indonesia terpapar konten seksual di medsos! ini alarm untuk semua orang tua. Lindungi anak di dunia digital. internetsehat.id/2026/06/08/…
#LiterasiDigital #DigitalParenting #KeamananAnak
buat x besok: Senang posting foto anak di medsos? Riset Kaspersky & SIT ungkap ironi: makin sering sharenting, makin lemah kewaspadaan digital orang tua. Risiko: pencurian identitas, predator online, jejak digital permanen. internetsehat.id/2026/06/04/…
#LiterasiDigital
PBB menegaskan: perlindungan anak di internet adalah prioritas MENDESAK! Dari cyberbullying hingga predator online, ancaman nyata mengintai anak-anak kita setiap hari.
Orang tua wajib baca panduan lengkapnya di internetsehat.id/2026/06/03/…
#LiterasiDigital #DigitalParenting
sejak 2020 kita unboxing THR live. nah, buat unboxing #tupathore 2026 kapan? cek aja!
Internet Sehat retweeted
AI & Anak/Murid: Jangan Cemas, Tetap Cerdas!
Belakangan ini muncul kekhawatiran baru:
“Anak/murid jangan pakai AI, nanti jadi malas berpikir.”
Saya justru melihatnya sedikit berbeda.
Masalahnya bukan pada AI.
Masalahnya adalah cara kita mendidik anak/murid menghadapi teknologi baru.
Dulu kita juga pernah panik.
Ketika kalkulator masuk ke sekolah.
Ketika Internet digunakan untuk belajar.
Ketika wikipedia menjadi rujukan akademik.
Setiap teknologi baru selalu dianggap akan “merusak cara belajar”.
Tapi sejarah menunjukkan hal yang berbeda.
Teknologi tidak merusak kemampuan berpikir.
Sejatinya yang merusaknya adalah ketika kita berhenti melatih cara berpikir.
AI memang bisa menjadi jalan pintas nan instan. Tetapi AI juga bisa menjadi alat belajar yang luar biasa kuat.
Dengan AI, anak/murid akan bisa:
• meminta penjelasan konsep yang njlimet
• mengeksplorasi ide dan gagasan baru
• melihat sejumlah perspektif atas ragam hal
• melatih pertanyaan kritis dan jawabannya
Namun tetap ada prinsip penting:
AI tidak boleh menggantikan usaha dan proses berpikir. Pun AI juga tidak boleh dihentikan untuk menguatkan kemampuan berpikir kritis anak/murid.
Karena pendidikan sejatinya bukan tentang mencari jawaban tercepat, tetapi membangun cara berpikir yang tepat.
Di era AI, tugas kita bukan melarang teknologi. Tugas kita adalah mendidik generasi yang mampu menggunakan teknologi dengan bijak.
Karena pada akhirnya, AI hanyalah alat bantu belajar. Manusia yang tetap berakal budi, sebagai mahluk yang bernalar dan belajar.
PS:
Jika hidup/tinggal di pinggir sungai, jangan larang anakmu bermain air dengan memasang pagar tinggi. Justru ajari dia berenang dan bagaimana cara mendapatkan ikan.
#literasidigital
Ada koreksi:
pada slide "5 Prinsip Anak/Murid Cerdas Menggunakan AI", pada poin nomor 4, seharusnya tertulis, "Gunakan AI Secara Etis. Jangan untuk:..."
Mohon maaf atas kesalahan ini.
Internet Sehat retweeted
Harmoni lintas generasi, saat Yati Pesek membimbing El Nathan dalam tarian Jawa yang kaya akan makna.
📹 : @/el_nathan_hardianto via Instagram
Dengan segudang pengalamannya, Yati Pesek tampak memberikan pengetahuannya kepada generasi penerus El Nathan, seniman muda berbakat yang sering kali mengeksplorasi warisan budaya Jawa. Momen ini mengundang kekaguman dan haru warganet, di mana maestro berpadu dengan semangat generasi muda untuk terus melestarikan budaya dan seni Jawa.


















