hyperion. (@heliosvortex) header
hyperion. (@heliosvortex) profile picture

ㅤㅤㅤ|××『love or h̶α̶t̶e̶』(ava © 时折息).

λιακάδα, @L0IALITATE.
Joined November 2015
Photo by hyperion. (@heliosvortex)Photo by hyperion. (@heliosvortex)Photo by hyperion. (@heliosvortex)Photo by hyperion. (@heliosvortex)Photo by hyperion. (@heliosvortex)Photo by hyperion. (@heliosvortex)Photo by hyperion. (@heliosvortex)Photo by hyperion. (@heliosvortex)Photo by hyperion. (@heliosvortex)Photo by hyperion. (@heliosvortex)
┊* ࿐ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ↻↻↻ ㅤㅤㅤㅤI doᥒ't ᥣιvᥱ ιᥒ thᥱ dᥲrkᥒᥱss, dᥲrkᥒᥱss ᥣιvᥱs ιᥒ mᥱ。 ㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤ「ᴛʜᴇ ғ̶ᴀ̶ʟ̶ʟ̶ᴇ̶ɴ̶ ᴏғ sᴜɴ ɢᴏᴅ」 ㅤㅤㅤㅤ↱↲﹢♡ ... ㅤㅤ
1
Hyperion tidak pernah paham dengan tradisi yang dilakukan oleh para manusia. Merayakan ulang tahun, apa bagusnya? Jikalau itu yang diharapkan @L0IALITATE pada hari ini; dengan sebuah bingkisan yang telah dibungkus sedemikian rupa, juga sebuah kue stroberi di tangan. "Untukmu."
1
1
1
59
ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ ᅠ pembersihan tl 🐈‍⬛️
115
18,655
54
1,516
10,118,971
Dimana dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk @L0IALITATE seorang, tak terkecuali di hari istimewa ini. Senyum hangat terpoles lebar, saat Alucard memberikan sekotak cokelat buatannya sendiri kepada sang kekasih. "Grangy, selamat hari kasih sayang."
104
/Menghela napas pendek, sebelum pasang tangannya menangkup kedua sisi wajah sang kekasih; memandangnya lurus di mata/ Hanya meminta saran, Grangy. Tidak lebih. Aku tidak akan sampai hati menjelek-jelekkan kekasihku sendiri di depan orang lain. Kamu itu sempurna, mengerti?
(reflek memejamkan matanya tatkala laku barusan terjadi. ketika ia membukanya kembali, ia sedikit melotot) ...Ha? Kau mengatakan sesuatu tentangku, di belakangku, selagi aku tidak ada? 💢
137
/Alucard cemberut mendengar pernyataan barusan. Dilayangkan sebuah cubitan kecil pada pangkalan hidung Granger/ Hei, dia tidak membawa pengaruh buruk kokーsetidaknya Claude dan Gusion selalu mendengarkan curhatanku tentangmu, yah meskipun kadang saran dari mereka 'ajaib' sih.
(cahaya berpendar dalam tilikan matanya yang tetap saja membosankan; namun sedikit memancarkan kepuasan. kebiasaan ketika salah tingkah, ia menggigit kecil bibirnya) ...Iya, aku percaya. Kau selalu belajar dari orang yang membawa pengaruh buruk.
1
197
Membawa sebuah bingkisan pada @L0IALITATE dengan ulas senyum lebar. "Grangy, selamat Natal."
1
149
/Asalkan ada Granger, dunia kecilnya akan terasa lengkap. Dia mengecup daun telinga sang kekasih, lalu mundur, mempertemukan pandangan keduanya seusai momen manis itu/ Belajar dari Claudeーtapi yang ini benar dari lubuk hati paling dalam, aku sedang tidak menggombal, serius.
(seperti apa wajahnya terlihat saat ini, beruntung hanya dirinya yang tahu; andai ia bisa selalu mengabaikan segalanya di sekitar, sebagaimana waktu terhenti ketika mereka sedang bersama.) Permainan katamu semakin bagus saja, Alucard.
1
128
/Sebuah anggukan tanpa keraguan. Hingga perasaannya kembali menghangat; dia tidak memperdulikan apapun pada saat ini, hanya Granger. Miliknya seorang/ Ada ataupun tidak, aku akan selalu memikirkanmu. Kamu adalah duniaku, Grangy.
(memperlakukannya seperti harta berharga ketika ia bahkan tidak serapuh itu; Alucard yang seperti ini adalah miliknya. ia bahagia. ditenggelamkannya wajah pada bahu tegap sang kekasih, isyarat tak ingin dilepaskan) ...Ya. Jangan pikirkan hal yang tidak relevan ketika ada /aku/.
1
111
/Tersenyum puas atas respon yang didapatkan, dengan menggeser tubuh dan menghapus spasi yang tercipta, dia lantas merengkuh tubuh sosok terkasihnya itu penuh kehati-hatian/ Mm, tidak lagi. Aku sudah lama tidak memikirkan hal seperti itu. Karena aku sudah memiliki Grangy di sini~
(dan sepasang mata itu, pun terbuka sedikit lebih lebar berkat kecupan yang menyapu bibir──mempertemukan pandangan keduanya. sulit mengalihkan miliknya agar tidak lagi berdebar.) ...Kau sendiri, bukankah kata-kata itu juga berlaku untukmu?
1
118
/Alucard dan sifat keras kepalanya. Tahu maksud dari senyuman yang barusan, dia lantas menangkup sisi wajah sang kekasih dengan sedikit tergesa, sebelum mendaratkan kecupan di bibir/ Grangy, kamu itu berharga, terlebih untukku. Jangan pernah meragukan keberadaanmu sendiri, oke?
(kedua mata rubi mengerjap, sebelum empunya memilih untuk mendengus pelan dan tersenyum kecil setelahnya. terhibur oleh ucapan Alucard; meski sangsi jelas terlihat dari caranya tersenyum barusan.) Begitu, kah?
1
122
/Dia lantas cemberut mendengar penuturan itu; merasa tidak senang jikalau Granger sedang merendah, hingga membuat Alucard sedikit mencengkram bahu milik kekasihnya itu, berusaha meyakinkan/ Mana ada! Orang-orang juga banyak yang ingin mendapatkanmu, kamu saja yang tidak tahu.
(tidak memperpanjang tindakannya, jemari berbalut perban bergerak meninggalkan pipi sang kekasih; mencegah adanya hasrat untuk menciumi wajah itu.) ...Kau bahkan tidak punya saingan karena memang cuma kau yang mau mendapatkan orang sepertiku, Alucard.
1
149
/Mengesampingkan nyeri yang perlahan menjalar pada kedua sisi wajahnya, gurat ekspresi bangga kini terpancar dari sosok Alucard; dia anggap yang barusan sebagai pujian/ Kalau tidak pintar, mana bisa aku mendapatkanmu, Grangy.
(berbagai sumpah diikrarkan ketika waktu berhenti lewat kedua mata pria ini. salah satunya, ia tidak akan mengkhianati tulusnya tatapan itu──ia tidak akan mengecewakan Alucard apapun yang terjadi. Pun perlahan, ditariknya kedua pipi sang kekasih) Pintar juga kau.
1
117
/Setiap detiknya, pasang iris berwarna safir itu tampak berbinar menatap lekat ke arah Granger; betapa dia mengagumimu, hingga sebuah gelengan pelan diberikan/ Tidak dong, kamu juga akan menjadi orang paling bahagia di dunia ini, soalnya kita berdua kan saling melengkapi!✨
(hanya raut membosankan yang dapat ditawarkan oleh Granger. ──kendati jauh di dalam, ia ingin menyimpan baik-baik betapa manisnya senyum itu; hanya dengan melihatnya, tiba-tiba semua terasa baik-baik saja) ...Kalau begitu, aku orang paling berbahagia yang kedua?
1
100
/Alucard tak pernah keberatan tentang afeksi yang diberikan oleh sosok terkasihnya ini. Lantas dia kembali melanjutkan, sambil mengulum sebuah senyum/ Terimakasih karena sudah datang ke kehidupanku, Grangy. Dan membuatku menjadi orang paling bahagia di dunia ini.
(itu membuatnya tertegun, namun yang seperti ini bukan hal baru. mulai lagi; pikirnya, perlahan mengusap pipi Alucard sebelum menepuknya lembut dengan kedua tangan, sekarang) Terima kasih untuk apa?
1
99
Tidak mau. Pukul saja, aku tidak keberatan kok. Asalkan itu bisa selalu membuatku berada di dekatmu. /Tutur si pirang tanpa beban, pandangannya tampak melunak tulus setelah itu/ Grangy, terimakasih ya.
(jika ada yang dapat membuatnya meruntuhkan segala pertahanan, ia tidak ingin yang lain selain Alucard. ia juga hanya ingin cara seperti ini. memacu detak jantungnya seperti ini.) B-berhenti menggodaku. Malu. Sudah. Diam atau kupukul...!
1
93
/Alucard lantas tergelak geli; tampak gemas, hingga tanpa sadar dia membawa tangan sang kekasih untuk menempel di salah satu pipinya/ Kalau begitu, saat aku minum obat nanti harus berada didekatmu, Grangy. Biar obatnya tidak terasa pahit lagi~
(sensasi yang sama melebur menghangatkan dadanya, berangsur menuju wajah yang sudah dibuatnya sedatar mungkin. Ia merona secepat lakuan itu terjadi. Tak mampu juga menolak rasa yang nyaman ketika kuasa kalian bersentuhan) Kalau pahit namanya obat, bodoh.
1
103
Huft, kejam sekali. /Setelah memakan camilan manis tersebut, Alucard segera meraih tangan sang kekasih; menyangdingkannya sejenak, melingkupi tangan Granger dengan kehangatan semu/ Kukisnya manis, sama seperti kamu.
(mati-matian meluruskan wajahnya sedatar mungkin meski ia merasa gemas dengan tingkah manis Alucard──dan memilih untuk menyuapkan kukis itu tanpa kontak mata) Kata-katamu tidak bisa dipegang.
// Alu be like @ #HEH
This quoted post is unavailable.
1
Grangy~ /Nada suara si pirang terdengar merajuk; ekspresinya mirip seperti anak anjing dengan telinga dan ekor imajiner yang tampak bergoyang, dia lantas membuka mulutnya sedikit lebar/ Aku akan jadi anak baik setelah ini, janji.
Anak kecil, kah? (padahal tadi sendirinya juga meminta hal yang sama. Spontan ketika menyadarinya, ia bungkam dan menghela napas. Malu. Sepotong kukis diambil, ia menempelkannya ke bibir Alucard) ...Buka. Dengan begini impas.
/Piring berisikan kukis cokelat itu segera diletakkan di atas nakas. Tak lupa dengan sepasang iris berwarna safir yang tampak lekat menatap sosok kekasihnya tersebut penuh harap; memohon seperti halnya anak kecil/ Tidak mau, aku mau disuapi Grangy.
(mendengus dan membuang muka ke arah lain, sambil memperbaiki posisi. berhubung tidak saling menatap, ia menyembunyikan senyum bengkok) Siapa yang memancing. Kau ini mudah ditebak... makan saja, sana.