Pinned Tweet
┊* ࿐
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ↻↻↻
ㅤㅤㅤㅤI doᥒ't ᥣιvᥱ ιᥒ thᥱ dᥲrkᥒᥱss, dᥲrkᥒᥱss ᥣιvᥱs ιᥒ mᥱ。
ㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤ「ᴛʜᴇ ғ̶ᴀ̶ʟ̶ʟ̶ᴇ̶ɴ̶ ᴏғ sᴜɴ ɢᴏᴅ」
ㅤㅤㅤㅤ↱↲﹢♡ ...
ㅤㅤ
Hyperion tidak pernah paham dengan tradisi yang dilakukan oleh para manusia.
Merayakan ulang tahun, apa bagusnya? Jikalau itu yang diharapkan @L0IALITATE pada hari ini; dengan sebuah bingkisan yang telah dibungkus sedemikian rupa, juga sebuah kue stroberi di tangan.
"Untukmu."
hyperion. retweeted
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
ᅠ
pembersihan tl 🐈⬛️
Dimana dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk @L0IALITATE seorang, tak terkecuali di hari istimewa ini. Senyum hangat terpoles lebar, saat Alucard memberikan sekotak cokelat buatannya sendiri kepada sang kekasih.
"Grangy, selamat hari kasih sayang."
/Menghela napas pendek, sebelum pasang tangannya menangkup kedua sisi wajah sang kekasih; memandangnya lurus di mata/
Hanya meminta saran, Grangy. Tidak lebih. Aku tidak akan sampai hati menjelek-jelekkan kekasihku sendiri di depan orang lain. Kamu itu sempurna, mengerti?
/Alucard cemberut mendengar pernyataan barusan. Dilayangkan sebuah cubitan kecil pada pangkalan hidung Granger/
Hei, dia tidak membawa pengaruh buruk kokーsetidaknya Claude dan Gusion selalu mendengarkan curhatanku tentangmu, yah meskipun kadang saran dari mereka 'ajaib' sih.
Membawa sebuah bingkisan pada @L0IALITATE dengan ulas senyum lebar.
"Grangy, selamat Natal."
/Asalkan ada Granger, dunia kecilnya akan terasa lengkap. Dia mengecup daun telinga sang kekasih, lalu mundur, mempertemukan pandangan keduanya seusai momen manis itu/
Belajar dari Claudeーtapi yang ini benar dari lubuk hati paling dalam, aku sedang tidak menggombal, serius.
/Sebuah anggukan tanpa keraguan. Hingga perasaannya kembali menghangat; dia tidak memperdulikan apapun pada saat ini, hanya Granger. Miliknya seorang/
Ada ataupun tidak, aku akan selalu memikirkanmu. Kamu adalah duniaku, Grangy.
/Tersenyum puas atas respon yang didapatkan, dengan menggeser tubuh dan menghapus spasi yang tercipta, dia lantas merengkuh tubuh sosok terkasihnya itu penuh kehati-hatian/
Mm, tidak lagi. Aku sudah lama tidak memikirkan hal seperti itu. Karena aku sudah memiliki Grangy di sini~
/Alucard dan sifat keras kepalanya. Tahu maksud dari senyuman yang barusan, dia lantas menangkup sisi wajah sang kekasih dengan sedikit tergesa, sebelum mendaratkan kecupan di bibir/
Grangy, kamu itu berharga, terlebih untukku. Jangan pernah meragukan keberadaanmu sendiri, oke?
/Dia lantas cemberut mendengar penuturan itu; merasa tidak senang jikalau Granger sedang merendah, hingga membuat Alucard sedikit mencengkram bahu milik kekasihnya itu, berusaha meyakinkan/
Mana ada! Orang-orang juga banyak yang ingin mendapatkanmu, kamu saja yang tidak tahu.
/Mengesampingkan nyeri yang perlahan menjalar pada kedua sisi wajahnya, gurat ekspresi bangga kini terpancar dari sosok Alucard; dia anggap yang barusan sebagai pujian/
Kalau tidak pintar, mana bisa aku mendapatkanmu, Grangy.
/Setiap detiknya, pasang iris berwarna safir itu tampak berbinar menatap lekat ke arah Granger; betapa dia mengagumimu, hingga sebuah gelengan pelan diberikan/
Tidak dong, kamu juga akan menjadi orang paling bahagia di dunia ini, soalnya kita berdua kan saling melengkapi!✨
/Alucard tak pernah keberatan tentang afeksi yang diberikan oleh sosok terkasihnya ini. Lantas dia kembali melanjutkan, sambil mengulum sebuah senyum/
Terimakasih karena sudah datang ke kehidupanku, Grangy. Dan membuatku menjadi orang paling bahagia di dunia ini.
Tidak mau. Pukul saja, aku tidak keberatan kok. Asalkan itu bisa selalu membuatku berada di dekatmu.
/Tutur si pirang tanpa beban, pandangannya tampak melunak tulus setelah itu/
Grangy, terimakasih ya.
/Alucard lantas tergelak geli; tampak gemas, hingga tanpa sadar dia membawa tangan sang kekasih untuk menempel di salah satu pipinya/
Kalau begitu, saat aku minum obat nanti harus berada didekatmu, Grangy. Biar obatnya tidak terasa pahit lagi~
Huft, kejam sekali.
/Setelah memakan camilan manis tersebut, Alucard segera meraih tangan sang kekasih; menyangdingkannya sejenak, melingkupi tangan Granger dengan kehangatan semu/
Kukisnya manis, sama seperti kamu.
// Alu be like @ #HEH
This quoted post is unavailable.
Grangy~
/Nada suara si pirang terdengar merajuk; ekspresinya mirip seperti anak anjing dengan telinga dan ekor imajiner yang tampak bergoyang, dia lantas membuka mulutnya sedikit lebar/
Aku akan jadi anak baik setelah ini, janji.
/Piring berisikan kukis cokelat itu segera diletakkan di atas nakas. Tak lupa dengan sepasang iris berwarna safir yang tampak lekat menatap sosok kekasihnya tersebut penuh harap; memohon seperti halnya anak kecil/
Tidak mau, aku mau disuapi Grangy.








