Pinned Tweet
Seorang pengidap NPD akan marah besar, memblokir, menolak komunikasi, menolak konfrontasi, dan silent treatment, walaupun tidak ada masalah apapun terkecuali hanya karena dinasehati, diingatkan, dikritik atau ditegur.
Tapi diluaran dia mengaku korban tersakiti pria dzolim.
ISTRI TOKSIK DAN NARCISSISTIC PERSONALITY DISORDER MENINGGALKAN SUAMINYA KARENA SUDAH MEMILIKI PRIA LAIN
Narsisis tidak meninggalkanmu karena mereka menemukan seseorang yang lebih baik. Mereka meninggalkanmu demi seseorang yang belum bisa melihat kebohongan mereka
Surga bagi istri itu mudah:
Ta'at pada suami dan suaminya ridlo maka setelah mati dia bebas masuk pintu surga manapun yang dia mau.
Membangkang, merendahkan, dan durhaka pada suami, maka:
Jangankan masuk surga bahkan mencium baunya saja tidak. Semua amal ibadahnya Allah tolak.
Gaslighting: Mereka Menyakitimu, Lalu Menyalahkan Reaksimu
Gaslighting bukan sekadar kebohongan. Ini adalah bentuk manipulasi psikologis yang halus, sistematis, dan sangat merusak kesehatan mental.
Pelakunya tidak hanya menyakitimu, mereka juga memelintir kenyataan
Gaslighting bukan kebohongan biasa, mereka menyakitimu tapi ketika kamu bereaksi maka kamu yang disalahkan, mereka ciptakan semua masalah berawal dari reaksimu.
Mereka memelintir kenyataan sampai kamu mulai meragukan apa yang kamu lihat, dengar, rasakan, bahkan ingat.
Jupran Machyudin retweeted
Full Terekam CCTV Pembvnvhan IRT di Pekanbaru, Pelaku Diduga Termasuk Mantan Menantu**
Didalam masjid itu jangankan melakukan penganiayaan, bahkan bicara kasar, kotor, dan mengeluarkan suara keras karena emosi saja tidak boleh
NPD dan Kemampuan Memutarbalikkan Cerita
Kenapa Mereka Selalu Menjadi Korban di Versi Cerita Mereka Sendiri
Dalam hubungan dengan seseorg yg memiliki pola Narcissistic Personality Disorder (NPD), satu hal yg sangat membingungkan korban adlh cara pelaku memutarbalikkan kenyataan
13. Mereka melakukannya karena:
itu cara mempertahankan identitas palsu mereka
itu cara menghindari malu
itu cara mendapatkan kendali
itu cara menjaga supply empati
12. e. Jika memungkinkan: Jaga jarak
Karena narasi palsu bisa berubah menjadi kampanye hitam yang luas.
Kesimpulan:
Orang dengan pola NPD memutarbalikkan cerita bukan karena lupa, bukan salah paham, dan bukan karena ingin berdamai.
11. c. Ceritakan versi Anda hanya ke orang yang aman
Tidak perlu klarifikasi ke semua orang.
Fokus pada support system yang terpercaya.
d. Tetapkan batas: “Aku tidak akan membahas ulang versi ceritamu.”
Pelan tapi tegas.
10. Bagaimana Menghadapinya?
a. Jangan berdebat fakta dengan pelaku
Fakta tidak penting bagi mereka.
Narasi yang menguntungkan diri sendiri lebih penting daripada kebenaran
b. Simpan bukti secara pribadi
Catatan, chat, screenshot.
Ini untuk melindungi diri dalam situasi penting
9. Menjadi “korban” membuat mereka:
Mendapat perhatian
Mendapat simpati
Mendapat pembelaan
Bisa menyerang tanpa terlihat jahat
Menghindari rasa malu
Dan yang paling penting:
Dengan menjadi korban, mereka bisa terus mengontrol cerita dan hubungan.
8. d. Kebingungan emosional
Korban seperti melawan bayangan: kebenaran nyata vs versi yang mereka buat-buat.
Kenapa Mereka Selalu Menjadi “Korban”?
Karena dalam pikiran mereka:
Mereka sempurna.
Mereka tidak pernah salah.
Semua kesalahan harus milik orang lain.
7. b. Reputasi korban memburuk
Pelaku menyebarkan versi cerita mereka kemana-mana.
Korban kehilangan kepercayaan banyak pihak.
c. Korban merasa tidak punya suara
Karena setiap penjelasan dibantah atau diputar ulang.
6. Tujuannya agar narasi mereka mendapat “dukungan sosial”.
Ini bagian dari triangulation.
Dampak ke Korban
a. Korban merasa gila (gaslighting internal)
Korban bertanya-tanya:
“Benarkah aku seburuk itu?”
“Apakah memang aku yang salah?”



