STONE retweeted
Keterlibatan suporter sepak bola dalam demonstrasi menunjukkan peran mereka di ruang publik yang semakin luas. Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi, menilai suporter mulai memosisikan diri sebagai bagian dari kekuatan sipil yang memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi.
Fajar menjelaskan bahwa keterlibatan suporter dalam persoalan publik bukan fenomena baru. Di Indonesia, termasuk Yogyakarta, komunitas suporter telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di luar pertandingan, seperti aksi duka kolektif setelah tragedi Kanjuruhan dan penggalangan bantuan kemanusiaan.
Dalam konteks global, ia menyebut budaya ultras juga dapat menjadi saluran ekspresi politik dan solidaritas sosial. Ia mencontohkan peran kelompok suporter di Mesir serta sejumlah komunitas suporter di Eropa yang memiliki orientasi politik kiri atau progresif.
“Suporter mulai melihat diri mereka sebagai warga yang punya hak dan kapasitas untuk bersuara di ruang publik, bukan hanya massa yang mudah digerakkan untuk pertandingan,” ujar Fajar.
Ia menilai bentuk solidaritas semacam itu memiliki preseden. Namun, konsolidasi lintas klub untuk menyuarakan persoalan bersama tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari dinamika masyarakat sipil.
Fajar menilai keterlibatan suporter dalam isu publik berakar pada identitas kolektif dan solidaritas yang telah terbentuk di tribun. Pengalaman menghadapi persoalan sosial sehari-hari turut mendorong mereka menyampaikan aspirasi.
“Solidaritas yang sudah terbangun di tribun, ditambah pengalaman ketimpangan sehari-hari dan kesadaran bahwa massa besar bisa menekan, membuat suporter tertarik ikut bersuara. Generasi yang lebih muda juga semakin melihat bahwa sepak bola tidak berhenti di 90 menit,” imbuhnya.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi dan membangun kebersamaan dapat menjadi modal bagi suporter untuk terlibat dalam persoalan yang lebih luas. Kepedulian tersebut mencakup isu kemanusiaan, keadilan sosial, dan kebijakan publik yang berkaitan dengan kehidupan mereka sebagai warga.
Lebih lengkap di gerbangpatriot.com/2026/10/2…
STONE retweeted
Turut berduka cita sedalam2nya untuk 3560 korban meninggal dunia akibat karhutla 🥀🥀🥀
Dan yang paling menyedihkan adalah, berita duka ini disampaikan oleh kantor berita Al Jazeera
STONE retweeted
BISSMILLAH PECAH TELUR POINT 3 ! @PSIMJOGJA 💙🤍
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
#MATARAMDAY
PILIHEN DEWE SU GEK ENDONESA BUBAR SISAN TOL KONTOL
Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar Pilkada kembali dipilih oleh DPRD, bukan langsung oleh rakyat.
Wacana ini disampaikan Prabowo dalam beberapa kesempatan, pertama kali pada HUT ke-60 Partai Golkar di Sentul, 12 Desember 2024, dan kembali ditegaskan hingga Oktober 2026.
Alasannya: biaya Pilkada langsung dinilai terlalu tinggi. Pilkada Serentak 2024 menghabiskan anggaran Rp37 triliun.
Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra pada peringatan Sumpah Pemuda di UI, Rabu (28/10/2026) menyebut Presiden berkali-kali mengatakan: "Sudahlah, Pilkada itu kembalikan saja kepada DPRD". Yusril menilai mengawasi potensi suap di puluhan anggota DPRD lebih mudah daripada mengawasi jutaan pemilih.
Prabowo juga membandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan India yang dinilai lebih efisien karena DPRD yang memilih kepala daerah.
Namun usulan ini menuai pro-kontra. KPU menyebut ini sebagai diskursus wajar, sementara koalisi masyarakat sipil, pengamat BRIN, dan sejumlah pakar hukum menilai pengembalian ke DPRD adalah kemunduran demokrasi yang memindahkan kedaulatan dari rakyat ke elit partai.
#INDONESIASADAR
#PMRNTHKNTL
Sumber:
[Tirto.id | Kompas.com | Bawaslu.go.id | JDIH DPR RI]
STONE retweeted
BREAKING !!
3560 ORANG MENINGGAL karena kebakaran hutan Indonesia 🥀🥀🥀
DAN YANG BIKIN SYOK MEDIA LUAR ALJAZEERA YANG LEBIH DULU MEMBERITAKAN 💔
When y
Plusieurs cocktails molotov jetés contre les forces de l'ordre à Paris.
Situation très tendue porte de Charenton.
#31octobre #Paris
Mending dijelaske neng kene wae ben cah" reti ngopo kok ngawe statment ngono kui, nek dijak ngopi wedi aku hehe😁
























